Perkembangan usaha tani jambu biji saat ini berkembang pesat. Telah dibudidayakan dan menyebar luas di Sumatera dan di Jawa meliputi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Hal ini karena jambu biji termasuk buah yang mempunyai gizi yang sangat tinggi terutama vitamin dan mineral. Dalam 100 gram jambu biji mengandung vitamin C 87,00 mg dibanding buah lainnya seperti jeruk manis yang mempunyai vitamin C sebesar 49,0 mg, pisang 3,0 mg dan apel 5,0 mg. Selain itu, jambu biji bermanfaat bagi kesehatan manusia antara lain mengobati diare, sariawan usus, demam berdarah. Pada umumnya pertanaman jambu biji di sentra-sentra produksi di lahan pekarangan/tegalan dalam bentuk kebun campuran. Untuk meningkatkan produksi jambu biji adalah penting dipahami bagaimana pemeliharaannya, meliputi pemupukan, pemangkasan, penjarangan buah, pembungkusan buah dan pengairan.PemupukanPemupukan merupakan rangkaian kegiatan pemberian unsur hara alam tanah untuk mempertahankan status hara tanah, sehingga tanaman dapat timbuh dengan optimal.Tahapan pelaksanaan kegiatan pemupukan adalah (1) hitung pupuk berdasarkan dosis dan jumlah tanaman, (2) sediakan pupuk yang akan digunakan sesuai kebutuhan, (3) buat alur melingkar pada media tanam/tanah selebar tajuk tanaman, (4) taburkan pupuk pada alur yang telah dibuat dan ditutup dengan tanah, (5) lakukan pemupukan pada tanaman 2 kali/tahun. dosis pemupukan jambu biji sesuai dengan umur tanaman, (6) Berikan pupuk organik 1 kali/tahun pada awal musim hujan.Pemangkasan Dalam budidaya jambu biji dikenal 2 (dua) macam perlakuan pemangkasan yaitu pemangkasan bentuk dan pemangkasan pemeliharaan. Pemangkasan bentuk merupakan rangkaian memangkas cabang/ranting tanaman dalam kanopi. Tahapan pelaksanaan kegiatan pemangkasan sebagai berikut : (a) persiapkan peralatan yang akan digunakan, (b) pelihara maksimal 3-6 cabang utama yang berukuran sama dan letaknya simetris/seimbang, (c) pelihara dan pertahankan panjang percabangan sekunder terpilih sepanjang 1 m, (d) tarik dan arahkan 3-6 cabang terpilih sampai membentuk pola cabang yang ideal (menyebar) dengan menggunakan tali.Sedangkan pemangkasan pemeliharaan merupakan rangkaian kegiatan memotong cabang dan ranting yang tidak produktif/kering/mati, tunas air dan terserang OPT dan mempertahankan bentuk arsitektur tanaman yang telah dibuat. Tahapan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan sebagai berikut : (a) sterilkan gunting pangkas dengan kapas/kain lap yang telah dibasahi alkohol, (b) lakukan pemotongan tunas cabang dan ranting yang dinilai merugikan seperti tunas liar dan tunas air, cabang atau ranting yang telah mati, ranting bekas tumbuh buah, tunas batang bawah dan cabang/ranting yang terserang hama/penyakit, (c) oleskan dengan pasta (fungisida) pada bagian yang luka bekas potongan agar tidak terserang OPT, (d) potongan tunas air harus rata dengan batang/cabang, (e) kumpulkan tunas ranting dan cabang hasil pangkasan. Penjarangan BuahPenjarangan buah merupakan rangkaian kegiatan mengurangi jumlah buah per malai, dengan membuang buah yang dianggap tidak baik untuk dipelihara, sisakan 2-3 buah per tangkai. Tahapan pelaksanaan kegiatan adsalah (a) lakukan penjarangan buah pada saat buah berukuran sebesar bola pingpong, (b) pilih buah yang akan dibuang (ukuran kecil, tidak sehat, abnormal) dalam satu tangkai, (c) pilih buah yang tidak baik (ukuran kecil, tidak sehat, abnormal) dengan menggunakan gunting buah, (d) pelihara buah yang mempunyai bentuk buah baik dan bebas dari hama penyakit dengan menyisakan 2-3 buah per tangkai.Pembungkusan Buah Pembungkusan buah merupakan rangkaian kegiatan pembungkusan buah agar tidak terganggu oleh OPT. Tahapan kegiatan pembungkusan buah adalah (a) persiapan peralatanyang diperlukan untuk membungkus buah, (b) buah bungkus yang sudah berumur 50-60 hari setelah bunga jadi buah dan bersamaan setelah penjarangan buah, (c) rekatkan kertas dengan staples dengan bagian bawah tetap berlubang dan masukan kantong plastik lalu diikat bagian atasnya, (d) jumlah buah per bungkus satu buah.PengairanPengairan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memberikan air sesuai dengan kebutuhan tanaman/sesuai fase pertumbuhan. Tahapan kegiatan pengairan adalah (a) lakukan pengairan/penyiraman secara rutindengan melihat kondisi tanaman dan tanah, (b) alirkan air ke setiap individu tanaman atau dengan mengalirkan air ke parit-parit antara bedengan tanaman, (c) hentikan penyiran bila tanah telah cukup basah/lembab.Disarikan oleh : Lasarus, Pusat Penyuluhan PertanianSumber : Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah, 2011. Buku Saku Jambu Biji. Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Petanian.