Loading...

PEMELIHARAAN TANAMAN LEATHER LEAF

PEMELIHARAAN TANAMAN  LEATHER LEAF
Pemeliharaan pada tanaman Leatherleaf harus dilakukan secara intensif,yang dimulai dari pratanam, penanaman, hingga pemanenan dan pascapanen hal ini diharapkan agar produksi dapat maksimal dan bermutu tinggi sesuai dengan Standar Nasional Indonesi (SNI). Adapun pemeliharaan tanaman yang perlu dailakukan antara lain adalah : 1. Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan tanamanyang sakit, mengurangi pesaingan penyerapan hara, mengurangi hambatan produksi anakan dan mengurangi persaingan penetrasi sinar matahari. Penyianganpada tanamanleatherleaf dapat dilakukan secara rutin yaitu dengan cara mencabut tanaman pengganggu dengan tangan yang ada diantara tanaman. Pembersihan parit antar bedengan bisa menggunakan cangkul kecil. Pada 6 bulan pertama, penyiangan dilakukan setiap 2 minggu sekali, setelah itu, setiap 3 – 4 minggu sekali tergantung pada tingkat pertumbuhan tanaman pengganggu. Gulma hasil penyiangan sebaiknya yang banak sebaikna dikumpulkan diluar lahan tanaman, hal ini diharapkan agar tidak menjadi sarang organisme pengganggu tanaman yang akan berkembang biak ditempat prosesnya gulma dalam pembusukan. 2. Pembubunan Pembubunan dilakukan setiap 4 bulan sekali dengan cara menaikan/mengeruk kembali tanah yang jatuh ke parit ke atas bedengan. Alat yang digunakan bisa berupa cangkul biasa atau cangkul kecil. Pembubunan dilakukan dengan hati-hati agar tidak menimbun/merusak tunas-tunas baru, oleh karena itu, sebelum dinaikan ke bedengan, tanah dilembutkan terlebih dahulu. 3. Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan cara ditabur atau ditugal. Pupuk yang digunakan adalah NPK 25:7:7 dan NPK 16:16:16 secara bergantian dengan dosis 5 gram/pohon (100 kg/Ha). Pemupukan dilakukan setiap bulan sekali. Selain itu, Pupuk daun N dan K diberikan pada interval waktu 2 minggu sekali dengan cara disemprotkan ke tanaman dengan dosis 1.5 gram (cc)/lt. Penambahan bokasi atau kompos dilakukan setiap 4 bulan sekali bersamaan pembubunan dengan dosis 4 zak (120 kg)/bed. 4. Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan, tanaman leatherleaf membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan/sudah benar-benar tumbuh dengan baik.. Drainase harus baik karena tanaman leatherleaf tidak tahan genangan air lebih dari 24 jam, akan tetapi tanaman membutuhkan kelembaban yang tinggi. Frekuensi pengairan harus disesuaikan dengan kondisi cuaca dan kadar air yang ada dalam media tanaman di bedengan lahan usahatani. Kelembaban yang berlebihan akan dapat memudahkan perkembangan fungi yang dapat merusak akar sehingga tanaman akan rusak bahkan mati. Pada beberapa tempat dilakukan pembuatan bak-bak penampung air penyiraman. Apabila 2 minggu berturut-turut tidak turun hujan, segera dilakukan penyiraman dengan menggunakan gembor atau selang. Penyiraman dilakukan sedemikian hingga air meresap ke dalam tanah sekurang-kurangnya sedalam 20 cm. Penyiraman dilakukan setiap minggu sekali. Pada penanaman baru (umur 0-3 bulan), penyiraman dilakukan setiap 2 hari sekali. Ditulis Oleh: Dalmadi BBP2TP Bogor Sumber: Bacaan Ditjen Horti dan SOP lainnya dari Google Sumber gambar : Foto: Purwanti/Ctra Arya dkk