Menanam tanaman salak pada hakekatnya berarti memberikan tempat tumbuh yang permanen bagi tanaman agar dapat tumbuh yang permanen bagi tanaman agar dapat tumbuh dan berbuah sebaik mungkin, mengingat salak merupakan tanaman buah-buahan yang berumur panjang, bahkan dapat lebih dari 15 tahun. Penyiangan, penjarangan, dan pemangkasan merupakan usaha pemeliharaan yang sangat penting di dalam budidaya salak selain pengairan, pembumbunan, pemupukan, dan pengendalian hama dan penyakit. Tanpa pengelolaan tanaman dan lingkungan hidupnya secara tepat dan optimal akan mengakibatkan dampak produksi yang merugikan petani.. Penyiangan. Penyiangan tanaman salak dilakukan untuk menghilangkan atau mengendalikan tumbuhnya gulma yang tumbuh liar di sekeliling pertanaman salak. Karena tanaman salak mempunyai sistem perakaran yang dangkal, maka penyiangan dilakukan untuk memelihara tanaman utama agar kemampuan sistem perakaran dalam menyerap unsur hara lebih efisien. Penyiangan dapat dilakukan secara mekanis dengan bantuan alat-alat yang sederhana seperti cangkul. Sedangkan penggunaan herbisida pra tumbuh dilakukan dengan cara menyemprotkan pada permukaan tanah pada awal menjelang tanam. Cara ini merupakan salah satu langkah menghemat penggunaan tenaga kerja manusia. Penyiangan tanaman salak secara periodik pada saat tanaman muda bertujuan agar dapat memberikan pengaruh lingkungan yang baik bagi pertumbuhan awal. Namun pada tanaman dewasa, penyiangan cukup dilakukan pada awal dan akhir musim penghujan di saat-asat gulma berkembang cepat. Pengamatan secara visual membuktikan bahwa kurangnya penyiangan dan lingkungan yang kurang baik, memacu timbulnya hama atau penyakit yang mengganggu keselamatan dan kesehatan buah. Penjarangan Tanaman dan BuahPenjarangan tanaman salak dilakukan agar jarak tanam setelah tanaman dewasa tidak terlalu rapat, namun pada kebun yang sudah menggunakan jarak tanam tepat, tidak perlu dilakukan usaha penjarangan. Pada sentra tanaman salak yang sudah dikelola cukup baik seperti terlihat pada sentra salak Pondoh, digunakan jarak tanam 2 x 3 m, sedangkan salak Bali menggunakan jarak tanam 2,5 x 2,5 m. Dengan jarak tanam yang tepat akan memberikan lingkungan hidup tanaman yang optimal dengan intensitas sinar matahari berkisar 30 % - 70 %. Hal ini akan mengurangi timbulnya hama atau penyakit yang lebih menyenangi kondisi rapat dan lembab dan memudahkan tenaga manusia yang bekerja di lahan. Peranan penjarangan buah berbeda dengan penjarangan tanaman. Kira-kira 3 bulan sesudah bunga betina dibuahi, buah salak sudah sebesar buah langsat dan terlihat dalam susunan yang sangat rapat. Pada umur tersebut, buah dapat diperjarang untuk memperoleh buah yang besar, Namun pada sebagian besar petani tidak melakukan penjarangan buah. PemangkasanPemangkasan dilakukan pada tanaman muda yang berumur kira-kira 1 tahun untuk memperoleh jumlah daun optimal dan mengurangi tunas anakan tidak terlalu banyak sehingga mengganggu kemampuan terbentuknya tandan-tandan bunga. Pemangkasan dilakukan dengan cara mengurangi jumlah pelepah daun hingga tinggal 2-3 helai saja. Keadaan ini dilakukan pada kondisi kurang hujan atau kurang air untuk mengurangi transpirasi yang tinggi. Sedangkan pada tanaman dewasa (berumur > 1 tahun), pemangkasan dilakukan untuk memperoleh keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan generatif. Tanaman salak menghasilkan tunas-tunas anakan secara cepat yang lazim disebut anakan. Pengurangan anakan sebenarnya mempunyai arti yang sama dengan pemangkasan daun. Anakan salak bisa dicangkok dan dapat menghasilkan bibit hasil cangkokan. PeremajaanTanaman salak mampu hidup sampai puluhan tahun. Kondisi tanaman salak yang telah berumur lebih dari 100 tahun, rata-rata memiliki pohon yang rebah melata di atas permukaan tanah, hanya bagian yang berdaun saja yang tegak dan telah berpindah dari pangkal batang mencapai panjang 1-2 m. Kondisi kebun ini dapat menyebabkan produktivitas menurun, sehingga peremajaan kebun sudah diperlukan. Peremajaan kebun bertujuan untuk mengembalikan kondisi kebun (antara lain jarak tanam) menjadi lebih teratur dan tersusun rapi. Peremajaan dapat dilakukan dengan cara bongkar tanam, tanam sisip atau tebang bersih. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kemeterian Pertanian