Tanaman kedelai ini tergolong tanaman yang bisa hidup di dataran rendah hingga tinggi. Hanya saja ada beberapa kriteria tanah yang baik untuk menanam kedelai agar hasilnya nant juga dapat optimal. Berikut adalah kriteria untuk menanam kedelai :• Terpapar sinar matahari minimal 8 jam perhari• Tanahnya gembur• Dekat dengan sumber air guna pengairan• Memiliki PH tanah 5,5 – 7,5• Ketiinggian tanah 2 – 900 m diatas permukaan laut• Agak jauh dari tepi pantai untuk menghindari air asin• Curah hujan di atas 500 mm/ thn (optimal 100 -200 mm/ bulan• Sebaiknya kedelai ditanam pada bulan – bulan yang agak kering, tetapi air tanah masih cukup tersediaTanaman akan hidup dengan baik jika ditanam di tanah yang gembur. Namun anda juga tak perlu khawatir jika kontur tanahnya didominasi tanah liat, maka anda bisa menggemburkan lahan dahulu. Untuk menggemburkan lahan tanamnya bisa menggunakan cangkul atau mesin traktor.Khusus untuk lahan yang disominasi tanah liat, maka sebaiknya anda menggunakan mesin traktor agar penggemburan maksimal. Dan untuk area persawahan, maka untuk menanam kedelai menunggu musim kemarau dengan membuat bedengan.Penyiapan Lahan• Pengolahan tanah dilakukan 1-2 kali (tergantung kondisi tanah).• Jika curah hujan cukup tinggi dan berpotensi tergenang, maka perlu dibuat saluran drainase setiap 3-4 meter, sedalam 20-25 cm, sepanjang petakan.• Pada lahan yang baru pertama kali ditanami kedelai, benih perlu dicampur dengan rhizobium. Apabila tidak tersedia inokulan rhizobium (seperti Rhizoplus atau Legin), dapat digunakan tanah bekas pertanaman kedelai yang ditaburkan pada barisan tanaman kedelai.Penanaman• Lubang tanam dibuat dengan cara tugal kedalaman 2-3 cm. Jarak tanam 40 cm x 15 cm.• Benih kedelai ditanam dua biji per lubang, ditutup dengan tanah ringan atau abu.Pemberian Kapur• Kapur atau dolomit perlu diberikan untuk tanah-tanah yang masam. Dolomit selain meningkatkan pH, juga menambah kandungan Ca dan Mg.• Takaran yang dianjurkan adalah setengah dari Al-dd (Aluminium yang dapat dipertukarkan); disebar rata bersamaan dengan pengolahan tanah atau paling lambat 2-7 hari sebelum tanam. Di berbagai daerah lahan masam takaran dolomit yang diperlukan umumnya 1-1,5 ton/ha.• Jika diaplikasikan dengan cara disebar sepanjang alur baris tanaman, maka takaran dolomit dapat dikurangi menjadi hanya 1/3 dari takaran semula.• Jika dibarengi dengan pemberian pupuk kandang 2,5 ton/ha, takaran pengapuran cukup 1/4 dari Al-dd (500-750 kg dolomit/ha). Pemupukan• Pupuk tunggal diberikan dengan takaran 75 kg Urea, 100 kg SP36 dan 100 kg KCI per hektar, atau dapat juga diberikan 150-200 kg phonska/ha + 100 kg SP36/ha.• Semua pupuk tersebut paling lambat diberikan pada saat tanaman umur 14 hari.Pengendalian gulma• Penyiangan perlu dilakukan dua kali pada umur 15 dan 45 hari.• Pengendalian gulma secara kimia dengan herbisida dapat dilakukan sebelum pengolahan tanah. Herbisida dapat pula disemprotkan segera setelah tanam dengan syarat benih ditutup dengan tanah pada saat tanam dan herbisida yang digunakan adalah jenis kontak.• Bersamaan penyiangan pertama sebaiknya dilakukan pembumbunan tanaman. Sumber Referensi :http://dasar-pertanian.blogspot.com/2017/11/inilah-jenis-lahan-yang-cocok-untuk.html