Loading...

Pemilihan Metoda Penyuluhan Pertanian

Pemilihan Metoda Penyuluhan Pertanian
Tujuan memilih Metode dan teknik penyuluhan pertanian antara adalah : Agar penyuluh pertanian dapat menetapkan suatu metode atau kombinasi beberapa metode yang tepat dan berhasil guna dan Agar kegiatan penyuluhan pertanian yang dilaksanakan untuk menimbulkan perubahan yang dikehendaki, yaitu perubahan perilaku petani dan anggota keluarganya dapat berdaya guna dan berhasil guna. Pada umumnya, seseorang belajar melalui indera. Indera ini merupakan pintu gerbang masuknya ”stimulus” ke dalam diri seseorang yang belajar. Setiap indera akan mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap hasil belajar seseorang. Seperti salah satu hasil penelitian yang dilakukan oleh Socony Vacuum Oil Co. Dalam Padmowihardjo (2000:6) yaitu: melalui indera pengecap 1 persen, melalui indera peraba 1,5 persen, melalui indera penciuman 3,5 persen, melalui indera pendengaran 11 persen dan melalui indera penglihat 83 persen. Sedangkan Hasmosoewignyo dan Garnadi (1962) dalam Kartasapoetra (1991:60) menyatakan bahwa, hasil penangkapan dari mendengar saja 10 persen, melihat saja 50 persen, melihat, mendengar dan mengerjakan sendiri (praktik) 90 persen. Jadi, dari fenomena tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam kegiatan penyuluhan agar kegiatan tersebut berhasil, sebaiknya menggunakan lebih dari satu indera penerima.Dalam mempelajari sesuatu seseorang akan mengalami suatu proses penerapan (adoption) yang merupakan proses mental yang dapat dilalui dalam lima tahapan, yaitu :Tahap mengetahui dan menyadari (awarness), dimana seseorang menyadari adanya sesuatu ide atau teknologi baru dan merasa tergugah untuk mempelajarinya. Selanjutnya, ia mencoba mengembangkan ingatan atau pengetahuannya tentang ide atau teknologi baru tersebut.Tahap minat (interesting), dimana seseorang yang sudah tergugah untuk mempelajari tentang ide atau teknologi baru selanjutnya tumbuh minatnya, yaitu bertanya ke sana ke mari atau mengajukan respon, mengumpulkan keterangan-keterangan lebih lanjut dalam rangka mengembangkan pengertiannya.Tahap menilai (evaluation), dimana seseorang yang telah tumbuh minatnya lalu bertanya kepada dirinya sendiri dan melakukan penilaian secara subyektif tentang untung atau ruginya kalau akan menerapkan ide atau teknologi baru yang dipelajarinya. Penilaian tersebut dia lakukan berdasarkan pengertian-pengertian yang diperolehnya dari tahap berikutnya.Tahap mencoba (trial), dimana seseorang yang telah berhasil mencapai tahap menilai, dan berkesimpulan bahwa ide atau teknologi baru yang dipelajarinya ternyata menguntungkan, maka akan mencoba menerapkan ide atau teknologi baru tersebut dalam skala kecil sehingga timbul keyakinannya karena telah mengalami sendiri.Tahap menerapkan (adoption), dimana seseorang yang telah yakin akan menerapkan ide atau teknologi baru yang dipelajarinya dalam praktik nyata atau dalam usaha skala yang sebenarnya.Kemampuan seseorang dalam mempelajari sesuatu berbeda-beda. Demikian pula tahap perkembangan mentalnya, keadaan lingkungan dan kesempatannya juga berbeda-beda. Oleh karena itu, perlu dipilih metoda penyuluhan pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna.Dalam pemilihan metoda penyuluhan pertanian, pertimbangan-pertimbangan yang harus diambil didasarkan pada : Karakteristik sasaran, Karakteristik penyuluh, Karakteristik daerah, Materi penyuluhan pertanian, Sarana dan biaya dan Kebijaksanaan pemerintah. Sumber : Kementerian Pertanian Badan Pengembangan Sdm Pertanian Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian, Modul Pendidikan Dan Pelatihan Penyuluh Pertanian Penyadur/Penulis : Tedi Parmana, SP (Kelompok Fungsional Kabupaten Merangin)