Loading...

Pemilihan Varietas Padi Berdasarkan Kondisi Lingkungan

Pemilihan Varietas Padi Berdasarkan Kondisi Lingkungan
Varietas padi yang dihasilkan oleh Balai Penelitian telah diadopsi petani dengan luas pengembangan yang sangat berbeda antar daerah, yaitu 1. Jenis lahan: sawah irigasi, sawah tadah hujan atau lahan kering (gogo);2. Tinggi tempat: 700 m dpl;3. Hama dan penyakit endemik: wereng coklat biotip 1, 2, 3, hawar daun bakteri (HDB) biotip 3,4,8, tungro, atau penggerek batang;4. Kesuburan tanah: sedang, subur, marjinal, atau sering kekeringan;5. Rasa nasi: pulen, pera, aromatik atau ketan;6. Potensi hasil: tinggi atau sedang;7. Bentuk gabah: panjang ramping, ramping, sedang, atau bulat;8. Warna gabah: kuning, kuning bersih, kuning jerami, atau kuning emas;9. Kerontokan: sukar, sedang atau mudah;10. Umur: genjah, sedang, atau dalam; dan11. Kerebahan: tahan atau sedang. Varieatas padi yang digolongkan berdasarkan sifat yang spesifik:1. Varietas yang gabahnya/nasinya harum (aromatik), misalnya Celebes, Batang Gadis, dan Hipa-5 Ceva;2. Varietas ketan: Ketonggo, Setail, dan Lusi;3. Varietas beras merah: Aek Sibundong;4. Varietas untuk dataran tinggi: Luk Ulo, Cibogo, Batang Piaman, dan Aek Sibundong;5. Varietas yang tekstur nasinya pera: Batang Anai, Batang Piaman, Batang Lembang, Digul, Ciujung, Logawa, dan Hipa 4;6. Varietas lainnya, kebanyakan memiliki tekstur nasi pulen yang banyak diminati petani dan masyarakat umumnya. Dalam memilih varietas, harus dihindarkan memilih varietas yang peka terhadap hama dan penyakit yang endemik di wilayah tersebut. Sebagai contoh, varietas yang jelas dinyatakan peka terhadap beberapa hama dan penyakit tertentu adalah:1. Varietas peka wereng coklat, yaitu (a) Biotipe 1: Intani 1 dan Intani 2, (b) Biotipe 2: Cibodas, Setail, Maro, Rokan, dan Sarinah, dan (c) Biotipe 3: Cibodas, Sintanur, Maro, Rokan, dan Sarinah. 2. Varietas peka hawar daun bakteri (HDB atau BLB atau Kresek) yaitu (a) Biotipe 3 (Celebes, Batang, Gadis, Maro, dan Silugonggo), (b) Biotipe 4 (Cisantana, Sintanur, Batang Gadis, Gilirang, Maro dan Silugonggo), dan (c) Biotipe 8 ( Sintanur, Cimelati, Batang Gadis, Gilirang, Setail, Intani 1, Intani 2, Fatmawati, dan Silugonggo). 3. Varietas peka tungro, yaitu Cibogo, Sarinah, Hipa-6 Jete; dan4. Varietas peka penggerek batang, yaitu Celebes. Beberapa varietas padi yang diketahui tahan terhadap beberapa hama dan penyakit 1. Memberamo, tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, 3, hawar daun bakteri strain 3 dan tungro;2. Widas, tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, 3, hawar daun bakteri strain 3 dan 4;3. Cimelati, tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, 3, hawar daun bakteri strain 3, dan 4;4. Ciujung, tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, 3, hawar daun bakteri strain 3 4, 8, dan lahan marjinal;5. Code, tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, SU, hawar daun bakteri strain 3 4, dan 8;6. Angke, tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, SU, hawar daun bakteri strain 3 4, dan 8;7. Gilirang, tahan terhadap wereng coklat biotipe 1, 2, 3, hawar daun bakteri strain 3 dan 4. Permasalahan yang sering terjadi dalam memilih varietas yaitu dilupakannya kelemahan/kepekaan varietas terhadap suatu kendala (misalnya peka tungro), karena menginginkan satu keunggulan dari varietas tersebut (misalnya aromatik), padahal daerahnya merupakan endemik tungro. Akibatnya, tujuan untuk mendapatkan beras aromatik dan hasil yang memuaskan hilang karena terjangkit tungro. Oleh karena permasalahan dan keinginan petani terhadap varietas yang akan ditanam umumnya lebih dari satu, maka sistem pemilihan varietas berdasarkan satu keunggulan saja tidak cukup, kondisi lingkungan perlu diperhatikan. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan