Pada hari ini tanggal 16 Januari 2020 mengikuti musernbangdes di desa Ngaglik Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro kami sebagai koordinator penyuluh Kecamatan Kasiman terlibat menjadi narasumber, UPT/ korluh Pertanian bersama dalam satu tim Kasi PMD, Kasi pemeritahan desa, Kasi Kesra, UPT Kesehatan, UPT Peternakan, dan Pendamping desa. PPL sebagai pembina petani desa setempat selalu ikut mengawal kegiatan tahunan tersebut, agar supaya bisa mengarahkan kepada kelompok tani untuk mengusulkan pembangunan yang berkaitan dengan sektor pertanian, baik bidang fisik atau non fisik (perilaku petani /SDM) Ketika UPT Pertanian diberi waktu untuk memberi paparan, yang pertama saya sampaikan adalah program Dinas Pertanian Bojonegoro. Yang kedua tentang beberapa masukan kepada kelompok tani yang perlu diusulkan dalam Musrenbang Desa tersebut. Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pertanian mempunyai program unggulan berupa Program Petani Mandiri (PPM). Secara bergiliran nanti semua KK Tani lewat kelompok tani mendapatkan Kartu Petani Mandiri (KPM). Bagi petani pemegang KPM mendapatkan beberapa fasilitas dengan ketentuan dan syarat yang berlaku. Yang pertama bantuan hibah berupa saprodi pertanian senilai maksimal Rp 2.500.000 per hektar. Kedua bisa mengakses bantuan modal berupa barang senilai maksimal Rp 10.000.000. Ketiga mendapat priorits pelatihan bidang pertanian. Keempat diikut sertakan program Asuransi Usaha Pertanian Padi (AUTP) dan Peternakan. Yang kelima bea siswa prestasi bagi anak petani yang tidak mampu. Selanjutnya adalah jaminan pembelian hasil panen kerjasama dengan BUM Desa dan BUMD. Tentang usulan pembangunan pertanian diantaranya adalah Sekolah Lapang Pengelolan Tanaman Terpadu (SLPTT) dan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) yang didanai desa. Ini bertujuan untuk meningkatkan SDM petani. Bidang pembangunan fisik meliputi pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), Alsintan berupa traktor, rice transplanter, combine harvester, cultivator, dan pompa air. Ini semua bertujuan untuk memudahkan petani dalam menjalankan usahatani mereka, agar lebih efisien karena bisa menekan biaya produksi. Apalagi saat ini tenaga kerja pertanian semakin berkurang. Selain itu saya juga memberi arahan kepada kelompok tani untuk mengajukan bantuan benih jagung hibrda, benih padi inhibrida, selanjut kami menyarankan setiap desa harus punya komoditas unggulan, karena desa Ngaglik sudah pernah tanam bengkohang poduksinya bagus dengan dan lahannyapun berpotensi untuk ditanami tanaman bengkohang. Kelompok supaya mengajukan bibit lengkeng dan bimbingan tekniknya. Tanaman ini sekarang mulai banyak dikembangkan di Bojonegoro. Nilai ekonominya tinggi dan baik untuk menambah gizi masyarakat. Yang terakhir memberikan penyuluhan karena sebagian besar peserta yg dlm musernbangdes adalah petani, maka kami sepintas memberikan penyuluhan tentang cara pengedalian ulat grayak yg menyerang tanaman jagung. Maka sudah sepatutnya desa menfasilitasi apa yang diingin oleh petani. Semua bermuara untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat desa pada umumnya dan sebagai petugas pertanian selalu hadir dan memberikan pembinaan, pendampingan yg berhubungan dengan pertanian Oleh Durakhman, SP ,Penyuluh Pertanian Kc. Kasiman, Kab. Bojonegoro