Loading...

PEMUPUKAN ANORGANIK DAN ORGANIK PADA TANAMAN PADI SAWAH

PEMUPUKAN ANORGANIK DAN ORGANIK PADA TANAMAN PADI SAWAH
Unsur N, P dan K tersedia didalam pupuk tunggal maupun pupuk majemuk, pupuk buatan pabrikan kandungan haranya lebih tinggi dibanding pupuk organik. Pupuk pabrikan (anorganik) yang biasa digunakan petani di Kabupaten Pacitan pupuk N = Urea, pupuk P = SP36 dan K = KCl sedangkan pupuk majemuk NPK menggunakan PHONSKA. Pupuk organik berupa pupuk kompos, bokashi dan daun-daunan selain menambah unsur makro dan mikro juga akan memperbaiki tekstur tanah. Tanah sawah yang di pupuk organik setiap tahunnya akan menjadi subur dan tahan terhadap kekeringan. PERAN UNSUR HARA MAKRO UNSUR N (NETROGEN) 1.Membuat tanaman lebih hijau dan segar; 2.Mempercepat serta meningkatkan pertumbuhan tanaman; 3. Meningkatkan kandungan protein hasil panen. Cara mengukur warna daun padi dengan BWD : Pengukuran warna daun mulai 28 HST, dengan selang 7-10 hari hingga umur tanaman 40 HST. Daun yang diukur daun teratas yang sudah terbuka sempurna. Saat membandingkan warna harus terhindar dari sinar matahari. Jumlah tanaman yang diukur 15 tanaman dan hasilnya dirata-rata. Bila warna daun dibawah skala warna BWD kurang dari 4 segara ditambah pupuk N susulan. USUR P (PHOSFAT) 1.Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan perakaran yang baik; 2.Mempercepat pembentukan bunga serta masaknya buah dan biji; 3.Meningkatkan rendemen dan kompunen hasil tanaman biji-bijian; 4. Meningkatkan mutu hasil. Kebutuhan tanaman padi terhadap unsur P sekitar 50% dari unsur N UNSUR K (KALIUM) Membantu tanaman lebih tegak dan kokoh. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit. Meningkatkan mutu hasil. DOSIS PEMUPUKAN Dosis pemupukan tanaman padi sawah pada musim penghujan berbeda dengan tanaman pada musim kemarau, dosis pupuk anjuran di Kabupaten Pacitan sebagai berikut