Loading...

Pemupukan bawang putih

Pemupukan bawang putih
Salah satu Komponen Panca Usahatani untuk menunjang keberhasilan usahatani bawang putih adalah Pemupukan , karena merupakan faktor penting dalam penyediaan unsur hara bagi tanaman . Tanaman yang tidak diberikan pupuk pertumbuhannya tidak subur dan tidak dapat memberikan hasil yang mengembirakan , Apalagi tanah yang digunakan secara terus menerus lama kelamaan akan menjadi kurus karena kekurangan Unsur hara. Untuk menunjang keberhasilan pemupukan tanman bawang putih ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : = Jenis Pupuk dan Manfaatnya : Menurut Penelitian setiap tanam memerlukan minimal 16 Unsur Agar pertumbuhan tanaman normal antara lain : ~ NITROGEN [ N } ` Merangsang pertumbuhan secara keseluruhan , khususnya batang cabang dan daun . ~Berperan dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses fotosintesis . ~ Membentuk Protein , Lemak dan Senyawa organik lain. ~FOSFOR [ P } ‘Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih pada tanaman muda `Membantu asimilasi dan pernafasan ‘Mempercepat proses pembungaan ,pematangan biji dan buah ~ KALIUM [ K ] ` Membantu pembentukan protein dan karbohidrat . `Memperkuat tubuh tanaman agar daun , bunga dan buah tidak mudah gugur. ` Meningkatkan ketahanan terhadap kekeringan dan penyakit . ~ MAGNESIUM [ Mg ] `Agar tercipta hijau daun yang sempurna dan terbentuk karbohidrat , lemak dan minyak minyak `Berperan dalam transpor fosfat dalam tanaman = DOSIS PUPUK Tanaman Bawang Putih membutuhkan bahan Organik berupa Pupuk alam seperti pupuk kandang . Kompos dan Bokashi dengan dosis 5 – 10 ton Hektar dan pupuk buatan berupa pupuk tunggal dan majemuk seperti Urea 300 kg , ZA 150 kg , SP -36 100 kg serta NPK 100 kg per hektar . selain Unsur tersebut dapat pula diberikan PPC/Zat Pengatur Tumbuh seperti GIBRO 20 T , Bio Chemis atau suplemen lain. = CARA PEMUPUKAN Pemupukan tanaman bawang putih dilakukan tiga tahap yaitu pupuk Kandang /kompos diberikan semua dengan cara disebar merata pada saat pengolahan tanah II sedangkan semua dosis pupuk SP -36 dan NPK ditambah 100 kg Urea, 50 kg ZA diberikan pada saat tanam dengan cara ditebar merata diseluruh permukaan tanah . Pupuk Susulan diberikan pada umur 15 dan 30 hari atau setelah penyiangan I dan II dengan dosis masing - masing 100 kg Urea dan 50 kg ZA dengan cara pupuk ditaburkan dalam larikan antara barisan tanaman lalu diberi Pengairan secukupnya agar pupuk dapat diserap langsung oleh tanaman dan menghindari penguapan karena Pupuk N [ Urea dan ZA ] mudah menguap atau terhirup udara bebas . sedangkan PPc/ZPT berupa Gibgro 20 T dan Bio Chemis atau Saputra Nutrient dapat diberikan pada umur 16 ,31 ,dan 40 hari dengan dosis 1/6 Tablet Gibgro 20 T + 30 CC Bio chemis diemulsikan dalam 15 liter atau 1 tangki ukuran 15 liter . Dalam satu hektar diperlukan larutan Gibgro 20 T dan Bio Chemis atau suplemen lain sebanyak 450 liter dalam satu kali penyemprotan. Harus diingat bahwa pemberian Pupuk N Dosis tinggi [ Urea , ZA , dan PPC ] dapat menyebabkan Tanaman Bawang Putih tidak tahan terhadap serangan penyakit seperti busuk Umbi ( supu mbeko ) lebih – lebih pada musim hujan atau pada kondisi cuaca terlalu lembab dan tidak tahan simpan ( ERMY RM-2019 )