Loading...

Pemupukan Berimbang dan Berwawasan Lingkungan

Pemupukan Berimbang dan Berwawasan Lingkungan
Tanaman membutuhkan hara agar dapat berproduksi secara optimal.Pemenuhan kebutuhan hara tanaman seyogianya berdasarkan statushara tanah dan kebutuhan tanaman agar pemupukan efisien, produksi tanaman optimal, dan produktivitas tanah berkelanjutan. Sumber hara bagi tanamanantara lain berasal dari pupukkimia. Penggunaan pupuk berwawasanlingkungan bertujuanmemenuhi kebutuhan hara bagitanaman dengan melengkapiunsur hara yang tersedia di dalamtanah, mempertahankan danmeningkatkan kesuburan tanah,mengurangi kehilangan hara, danmeningkatkan produksi tanaman.Pemupukan berimbang merupakanteknik pemupukan untukmencapai status semua hara dalamtanah dalam kondisi optimum untukmendukung pertumbuhan danhasil tanaman. Untuk hara yangstatusnya optimum hanya diberikanseminimal mungkin sebatas untukmenggantikan hara yang terangkutpanen. Penambahan hara yangtidak diperlukan tanaman justrudapat menimbulkan pencemaranlingkungan, terlebih bila statushara tanah sudah sangat tinggi.Agar pupuk yang diberikantepat, efektif, dan efisien, rekomendasipemupukan harus mempertimbangkankemampuan tanahmenyediakan hara dan kebutuhanhara tanaman.Pendekatan inidinamakan uji tanah (soil testing).Pemupukan berdasarkan uji tanahpada umumnya ditujukan untuktanaman pangan dan sayuranberumur pendek (semusim). Untuktanaman buah atau perkebunanyang berumur panjang (tahunan) rekomendasi pupuk umumnya ditentukanmelalui analisis tanaman. Kehilangan hara dalam tanah; Tanaman memerlukan hara yangcukup dan seimbang agar dapatmemberikan hasil yang optimum.Mengingat tanah umumnya tidakmampu menyediakan seluruhunsur hara dalam jumlah yangcukup, diperlukan penambahanhara melalui pupuk anorganik dan organik.Pemberian hara secara berimbang pada tanaman secara tepat dosis dan tepat waktu sangat penting untukmengurangi kehilangan hara.Perlu pula memanfaatkan bahanorganik yang tersedia di lokasiuntuk meningkatkan efisiensipenggunaan pupuk.Sistem budi daya tanamanakan mengakibatkan kehilanganhara, baik dengan maupun tanpadipupuk. Kehilangan hara dapatterjadi melalui penguapan, aliranpermukaan, pencucian, diikattanah, atau hilang akibat prosesdenitrifikasi.Tingkat kehilanganhara tidak saja bergantung padajumlah hara yang diberikan, tetapijuga dipengaruhi oleh system usaha tani, iklim, jenis tanah, danpola tanam. Kehilangan hara jugadisebabkan erosi tanah dan aliranpermukaan sehingga diperlukanteknik konservasi tanah.Produksi pertanian yang berkelanjutandapat dicapai apabilakandungan hara dalam tanahdapat dipertahankan pada tingkatyang cukup serta pemupukantepat dosis dan tepat waktu.Pupukorganik seperti pupuk kandang,sisa tanaman, dan limbah agroindustry bermanfaat dalam memperbaikikesuburan fisik, kimia,dan biologi tanah.Bahan organic sebaiknya dikomposkan dandiperkaya mikroba dan mineral.Bahan organik diperlukandalam jumlah banyak sehinggamemerlukan biaya dan tenagakerja yang besar.Oleh karenaitu, pupuk anorganik dapatdiformulasikan sesuai dengankebutuhan tanaman dan statushara tanah, agar lebih cepattersedia bagi tanaman.Pupukjuga lebih ringkas sehingga mudahditransportasikan dan disimpan.Pada lahan kering berlereng danterdegradasi, tanaman leguminosasebagai penutup tanah dan pupukhijau dapat merehabilitasi lahandan mencegah erosi.Takaran Pupuk; Jumlah hara yang diberikanmelalui pemupukan ditentukanberdasarkan status hara dalamtanah agar dapat memenuhikebutuhan tanaman dan mempertahankanstatus hara dalam tanah.Jumlah hara yang dibutuhkantanaman dapat ditentukan melaluipendugaan atau target hasil yangakan diperoleh. Data pertumbuhantanaman dapat membantu mendugahasil yang akan diperoleh.Berbagai metode analisis danteknik pendugaan hasil dapatdigunakan untuk menentukantakaran pupuk yang optimum.Kehilangan unsur hara akanselalu terjadi dengan atau tanpapemupukan. Namun, dengan pemupukanpada takaran optimum,kehilangan unsur hara dapatdiabaikan. Pemberian pupuk yangmelebihi takaran perlu dihindariWaktu dan Cara Pemupukan; Waktu dan cara pemberian pupukditentukan oleh sistem usaha tanidan kebutuhan hara tanaman.Jumlah dan waktu penyerapanunsur hara oleh tanaman bergantungpada varietas, waktutanam, dan pergiliran tanaman,serta dipengaruhi oleh factor lingkungan seperti tanah dan iklim.Waktu pemupukan hendaknyadisesuaikan dengan fase pertumbuhantanaman.Pupuk nitrogendiberikan pada saat tanamanmemerlukannya atau pada saatrisiko kehilangan hara akibatpencucian paling rendah.Dengandemikian, efisiensi pemupukanmeningkat dan mengurangi risikokehilangan hara.Pemberian pupukdalam kondisi iklim dan tanah yangkurang sesuai harus dihindarkan.Pemupukan pada lokasi yangberdekatan dengan sumber airperlu berhati-hati untuk menghindaripencucian hara.Bila menggunakanalat pemupuk, pupukdianjurkan disebar secara meratadengan takaran yang tepat.Sebelum pemupukan, kondisi tanahperlu diperbaiki agar pemupukanefektif.Pada tanah masam, pHtanah perlu ditingkatkan sampaimendekati netral dengan kapur/dolomit sebelum pupuk diberikan.Jenis Pupuk yang Digunakan; Jenis pupuk yang dipilih perludipertimbangkan pengaruhnyaterhadap lingkungan dan efisiensiekonominya.Pupuk anorganikdapat berupa pupuk tunggal ataupupuk majemuk.Formulasi pupukyang dapat melepas hara secaralambat (slow release) mungkinsesuai untuk jenis tanaman danlokasi tertentu.Sifat fisik dan kimia pupukperlu disesuaikan dengan kondisisetempat.Kualitas bahan pupukjuga perlu diperhatikan.Sistemransportasi dan penyimpananyang baik selama distribusi dapatmempertahankan kualitas pupuk.Untuk meningkatkan efisiensipemupukan dan kesuburantanah, pupuk anorganik perludikombinasikan dengan pupukorganik. Tanah yang diberi bahanorganik/pupuk organik akanmenjadi remah, mudah diolah,akar tanaman tumbuh lebih lebatdan kemampuan menyerap harameningkat. Beberapa jenis pupukorganik ialah kompos jerami danpupuk kandang (Wiwik Hartatik). Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yahoo.co.idSumber : Wiwik Hartatik, WARTA, Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, Vol 37 No 1.tahun 2015.