PEMUPUKAN BERIMBANG KEGIATAN SEKOLAH LAPANG (SL) WKPP SAWANG MANE
Untuk mendapatkan produktivitas lebih dari 10 ton gabah kering giling per hektar diperlukan pupuk dengan dosis minimum untuk urea sebanyak 200 kg/ha dan NPK Phoska 300 kg/ha. Pupuk phoska diaplikasikan 100% pada saat tanam dan pupuk urea diaplikasikan 1/3 bagian pada umur 40-45 HST. Pemupukan dilakukan tiga kali yaitu 1/3 pada umur 7-10 HST, 1/3 bagian pada umur 25-30 HST. Dan 1/3 bagian pada umur 40-45 HST. Untuk mengperbaiki dan meningkatkan kesuburan lahan selain dengan pupuk kimia juga dapat diaplikasikan dengan pupuk Organik (pupuk kandang) yang telah matang sempurna dengan dosis 2 ton/ha atau pupuk organik petroganik dengan dosis 1 ton/ha, yang diberikan pada saat pengolahan tanah. Untuk menghasilkan yang lebih baik perlu diaplikasikan pupuk hayati seperti pupuk hayati agrimeth diaplikasikan hanya 1 kali pada saat benih akan disemai dengan cara antara lain : 1). Benih padi yang telah direndam dan diperam selama 24 jam, kemudian ditiriskan (kondisi lembab) dicampurkan dengan pupuk hayati di tempat yang teduh 2). Benih padi yang telah dicampurkan pupuk hayati segera disemai, tidak ditunda lebih dari 3 jam dan tidak terkena matahari agar tidak mematikan microba 3). Benih disebar dipersemaian pada kondisi tidak hujan. Materi ini disampaikan oleh PPL Pendamping Anwar Abdullah pada acara Pertemuan Kelompok Kegiatan Sekolah Lapang di WKPP Sawang Mane Kecamatan Seunagan Timur pada hari jumat 28 Juli 2017 di Gampong Sawang Mane yang dihadiri oleh Koordinator BPP Seunagan Timur serta utusan kelompok tani dalam WKPP Sawang Mane (Sabe Mangat, Semangat Tani, Kwt Tabina Tani dan Geunaseh Droe) berjumlah 20 orang, kegiatan ini difasilitasi Oleh BPP Seunagan Timur menggunakan dana dekonsentrasi tahun 2017 By. BPP Seunagan Timur Kabupaten Nagan Raya