Loading...

Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Sawah Dengan Konsep 5-3-2

Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Sawah Dengan Konsep 5-3-2
Pengertian Pupuk Berimbang Pupuk berimbang adalah suatu cara pemberian pupuk makro (N P K S) yang seimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kandungan hara tanah, dengan tetap memperhatikan pemberian unsur hara mikro yang lain. Sedangkan pemupukan berimbang yaitu pemberian berbagai unsur hara dalam bentuk pupuk untuk memenuhi kekurangan hara yang dibutuhkan tanaman berdasarkan tingkat hasil yang ingin dicapai dan hara yang tersedia dalam tanah.Prinsip Pemupukan Berimbang Prinsip pemupukan berimbang adalah pemupukan dengan “empat tepat”, yaitu:Tepat jenis/bentuk, yaitu formula pupuk sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanamanTepat dosis, yaitu sesuai dengan status unsur hara, kebutuhan tanaman dan target hasilTepat waktu, yaitu hara tersedia saat tanaman memerlukan dalam jumlah banyakTepat cara, yaitu penempatan pupuk di lokasi tanaman secara efektif mengakses hara Penambahan bahan organik harus dilakukan yaitu dengan memberikan pupuk organik pada setiap penanaman, yang bertujuan untuk:Menggemburkan dan menyuburkan tanahMeningkatkan daya simpan dan daya serap airMemperbaiki tata udara dalam tanahMemperkaya unsur hara makro dan mikroMenyediakan sumber energi untuk pertumbuhan organisme tanah sehingga membantu menyuburkan tanahMengoptimalkan pertumbuhan akar tanaman dalam tanahPola Pemupukan Berimbang Pada Tanaman Padi Pola pemupukan berimbang pada tanaman padi yaitu 5:3:2, yang terdiri dari:500 kg pupuk organik petroganik300 kg pupuk phonska NPK200 kg pupuk ureaPola tersebut berlaku untuk tiap Ha sawahWaktu Aplikasi dan Takaran Pupuk Dasar : 500 kg Petroganik + 150 kg PHONSKA + 50 kg Urea20 HST : 150 kg PHONSKA + 50 kg Urea35 HST : 100 kg UreaManfaat Unsur Hara Pada Pupuk Unsur Nitrogen (N)Membuat tanaman lebih hijau segarMempercepat dan meningkatkan pertumbuhan tanaman, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah anakanMeningkatkan kandungan protein hasil panenUnsur Fosfor (P)Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan perakaran yang baikMempercepat pembentukan bunga serta masaknya buah dan bijiMeningkatkan rendemen dan komponen hasil panen tanaman biji-bijianMeningkatkan mutu benih dan bibitUnsur Kalium (K)Membantu tanaman lebih tegak dan kokohMeningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama, penyakit dan kekeringanMeningkatkan pembentukan gula dan patiMeningkatkan ketahanan hasil panen selama pengangkutan dan penyimpananUnsur Sulfur (S)Meningkatkan produksi tebu dan hablul gula (rendemen)Meningkatkan kelas mutu hasil panen dengan memperbaiki warna, aroma, rasa, dan besar umbi, serta lebih kesatMembantu tanaman lebih hijau Hj. Atiek Koesharmawatie, SP(Penyuluh Pertanian Lapang BPP Kecamatan Bangkalan)