Loading...

PEMUPUKAN BERIMBANG TANAMAN JAGUNG

PEMUPUKAN BERIMBANG TANAMAN JAGUNG
PEMUPUKAN BERIMBANG TANAMAN JAGUNG Tanaman jagung digolongkan sebagai salah satu tanaman indikator untuk mengetahui ketersediaan hara dalam tanah, oleh karena itu untuk dapat tumbuh dan berkembangnya tanaman jagung secara optimal relatif dibutuhkan hara yangcukup, sehingga pemupukan merupakan salah satu faktor kunci bagi keberhasilan budidaya jagung. Pemberian pupuk, baik pupuk organik maupun anorganik pada dasarnya adalah guna memenuhi kebutuhan hara yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman. Untuk efisiensi pemberian pupuk maka pemupukan dilakukan secara berimbang, artinya pemberian berdasarkan sasaran tingkat hasil yang ingin dicapai dengan ketersediaan hara dalam tanah. Pemupukan berimbang adalah pemberian berdasarkan sasaran tingkat hasil yang ingin dicapai dengan ketersediaan hara dalam tanah. Pemupukan berimbang juga diartikan menyediakan semua zat hara yang cukup sehingga tanaman jagung mencapai hasil tinggi dan bermutu serta meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu jenis dan dosis pupuk yang ditambahkan harus sesuai dengan tingkat kesuburan tanah dan kebutuhan tanaman. Dengan demikian jenis dan dosis pupuk yang diberikan tidak dapat disamaratakan tetapi harus memiliki spesifik lokasi. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk tunggal seperti urea, SP-36. TSP dan KCl, pupuk majemuk ditambah pupuk tunggal atau campuran pupuk tunggal.Pupuk yang digunakan haruslah berimbang serta memenuhi syarat lima tepat yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat cara dan tepat tempat.1. Tepat jenisTepat jenis maksudnya yaitu pada saat pemupukan harus tepat dalam menentukan jenis pupuk yang dibutuhkan oleh tanaman. Jenis pupuk itu ada dua macam yaitu pupuk alam (Pupuk organik) dan pupuk buatan (Pupuk Anorganik). Pupuk alam atau organik yaitu pupuk yang berasal dari sisa makhluk hidup (hewan dan tumbuhan) yang telah mengalami perombakan secara alamiah. Contoh: pupuk hijau dan pupuk kandang. Adapun pupuk buatan adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik, seperti: pupuk Urea, TSP, KCL dan sebagainya.2. Tepat dosisTepat dosis maksudnya yaitu pada saat pemupukan dosis yang diberikan harus tepat atau sesuai dengan kebutuhan tanaman atau yang tertera pada label. Karena pemberian dosis pupuk yang salah akan menyebabkan ketidakefisienan terhadap tanaman bahkan menyebabkan kerusakan pada tanaman. Tepat dosis disini dimaksudkan agar dosis yang kita berikan ke tanaman tidak sampai terlalu sedikit ataupun terlalu banyak. 3. Tepat WaktuTepat waktu maksudnya yaitu pada saat pemberian pupuk yang baik hendaknya disesuaikan kapan tanaman tersebut membutuhkan asupan lebih unsur hara atau pada waktu yang tepat. Hal tersebut dimaksudkan agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Waktu pemupukan biasanya saat sebelum penanaman, saat tanam dan setelah tanam. 4. Tepat tempatTepat tempat maksudnya yaitu pada saat pemupukan harus memperhatikan tempat atau lokasi tanaman sehingga dapat mengaplikasikan pemupukan secara tepat. Misalnya pada saat pemupukan lokasi pemupukan berada pada ketinggian dan kecepatan angin besar. Maka jangan menggunakan pupuk yang berbentuk cair dan disemprotkan. Pemupukan yang baik juga memperhatikan peletakan pupuk pada tanaman. Entah disekitar tanaman ataupun didalam tanah. Hal tersebut mempengaruhi hasil penyerapan tanaman akan asupan pupuk yang kita berikan. 5. Tepat caraDalam menempatkan pupuk harus disesuaikan dengan tempat, jarak dan kedalamannya, sehingga pupuk itu nantinya mudah diserap oleh akar tanaman dengan baik dan optimal. Jenis, takaran, porsi dan waktu pemberian pupuk pada tanaman jagung Jenis pupuk Takaran2)( kg/ha) Porsi Aplikasi 0-7 HST 28-30 HST 40-45 HSTUrea NPKOrganik 250-300200-250500-750 25%50%100% 50%25%- 25%25%- Cara aplikasi pupuk yaitu sebagai berikut : 1) Jika menggunakan pupuk tunggal, campurkan masing-masing pupuk tersebut, misalnya urea, SP-36 dan KCL sesuai dosis. setelah dicampur merata sesuai dengan jumlah barisan tanaman.2) Buatlah alur pupuk pada jarak ±7 cm dapat pula dibuat lubang menggunakan tugal.3) Taburkan campuran pupuk kedalam alur pupuk secara merata.4) Tutup alur pupuk dengan tanah.Pupuk diberikan untuk mencapai tingkat ketersediaan hara esensial yang seimbang di dalam tanah dan optimum guna : a) meningkatkan produktivitas dan mutu hasil tanaman,b) Meningkatkan efisiensi pemupukan, c) Meningkatkan kesuburan tanah, dand) Menghindari pencemaran lingkungan.e) Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan perakaran yang baikf) Mempercepat pembentukan bunga serta masaknya buah dan bijiIndikator keberhasilan pemupukan berimbang pada tanaman jagung yaitu :a. Nutrisi pada tanaman jagung tercukupi dan pertumbuhannya bagusb. Produktivitas tinggi, tongkolnya besar dan berisic. Warna daun jagung hijaud. Batang tanaman sehat dan kokohe. Pertumbuhan tanaman jagung serentekYang melaksanakan pemupukan berimbang tanaman jagung adalah petani yang sedang mengusahakan budidaya tanaman jagung didesa Sidourip.berlokasi dilahan ketua poktan Harapan Tani. Rekomendasi pemupukan dalam Permentan No.40/Permentan/OT.140/4/2007 menggunakan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu :a. Alat yang digunakan untuk menentukan takaran pupuk secara lebih spesifik lokasi. Alat tersebut adalah Bagan Warna Daun (BWD) untuk penentuan takaran pupuk N, dan PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah) atau pendekatan Petak Omisi untuk menentukan takaran pupuk P dan K.b. Tabel Rekomendasi Pemupukan N, P, dan K perkecamatan dapat digunakan sebagai Acuan dasar dalam menentukan rekomendasi pemupukan. Pemupukan pada tanaman jagung dilakukan tiga kali yaitu :1. Pemupukan DasarPemupukan dasar dilakukan bersamaan dengan penanaman benih jagung yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman terhadap serangan hama lalat bibit dan penyakit bulai. Cara pemberian pupuk dasar yaitu berikan Pupuk Dasar : NPK 15:15:15 = 200-300 Kg/Ha. Letakkan pupuk dengan jarak 5 cm disamping lubang benih, dosis pupuk yang diletakkan : 6 gram/lubang tanaman. Pemupukan bersamaan tanam dapat juga di lakukan dengan cara mencampur dari 3 jenis pupuk dengan rincian pupuk dan kebutuhan perhektarnya sebagai berikut : • UREA : 150 Kg/Ha, kebutuhan perlubang tanaman = 2 gram/lubang tanaman.• TSP48% : 175 Kg/Ha, kebutuhan perlubang tanaman = 2,5 gram/lubang tanaman.• KCL : 75 Kg/Ha, kebutuhan perlubang tanaman = 1,5 gram/lubang tanaman.Total pemakaian pupuk dengan cara mencampur dari ketiga jenis pupuk diatas kebutuhan perhektarnya adalah 400 Kg/Ha dengan kebutuhan perlubang tanaman 6 gram. 2. Pemupukan Susulan Tahap PertamaProses pemupukan susulan pertama ini dapat dikerjakan ketika umur tanaman jagung manis sudah mencapai 25-30 HST (Hari Setelah Tanam). Cara pemberian pupuk susulan pertama pada tanaman jagung yaitu, lakukan pemupukan susulan pertama dengan : Urea = minimal 200 Kg/Ha. Letakkan pupuk dengan jarak 10 cm disamping tanaman dan tutup dengan tanah. Dosis pupuk yang diletakkan : 5 gram/lubang tanaman. 3. Pemupukan Susulan Tahap KeduaUntuk pemupukan susulan tahap kedua, pekerjaannya dilaksanakan pada waktu tanaman jagung manis telah menginjak usia 40-45 HST (Hari Setelah Tanam). Cara pemupukan susulan kedua pada tanaman jagung yaitu Lakukan pemupukan susulan kedua dengan : Urea = 200 Kg/Ha. Letakkan pupuk dengan jarak 15 cm disamping tanaman dan tutup dengan tanah. Dosis pupuk yang diletakkan : 5 gram/lubang tanaman. Pemupukan tanaman jagung dapat diberikan disamping batang jagung dengan cara ditugal, dan alur, masukkan pupuk kedalam tanah kemudian tutup lubang untuk menjaga hilangnya pupuk akibat hujan atai aliran air. Dan tempat dilakukannya penyuluhan tentang pemupukan berimbang adalah dilahan ketua poktan Harapan Tani desa Sidourip. Pemupukan diberikan pada tanaman jagung dengan cara ditugal, jarak antara pupuk dan tanaman adalah :1) Untuk pupuk dasar ditugal disamping benih dalam baris tanaman dengan jarak 5cm.2) Pupuk susulan I ditugal dengan jarak 10 cm dari batang.3) Pupuk susulan II ditugal dengan jarak 15 cm dari batangDari uraian diatas diharapkan kepada petani mau melakukan pemupukan berimbang pada tanaman jagung karena pemupukan berimbang akan memberikan hasil yang maksimal, atau meningkatkan hasil panen secara kuantitatif maupun kualitatif. Pupuk yang akan digunakan didasarkan kepada hara yang dibutuhkan tanaman yang tersedia ditanah, sesuai dengan hasil yang ingin dicapai. Kelebihan pemberian pupuk selain merupakan pemborosan, juga mengganggu keseimbangan unsur-unsur hara dalam tanah.( Sumber : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Mentawai )