Budidaya tanaman kedelai sanagt dipengaruhi oleh lingkungan dan teknik budidaya dalam meningkatkan produksi tanaman kedelai salah sarunya ialah pupuk dan pemupukan dasar pada tanaman kedelai. Pupuk adalah suatu bahan yang bersifat organik ataupun anorganik, bila ditambahkan ke dalam tanah ataupun tanaman dapat menambah unsur hara serta dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, atau kesuburan tanah. Pemupukan adalah cara-cara atau metode pemberian pupuk atau bahan-bahan lain seperti bahan kapur, bahan organik, pasir ataupun tanah liat ke dalam tanah. Ada beberapa hal penting yang perlu dicermati untuk mendapatkan efisiensi dalam pemupukan, antara lain: jenis pupuk yang digunakan, sifat dari pupuk itu sendiri, waktu pemupukan dan syarat pemberian pupuk serta cara atau metode pemupukan. Penggunaan pupuk yang berlebihan pada tanaman dapat menyebabkan residu di dalam tanah yang besar. Pemupukan dasar sangat penting pada budidaya tanaman kedelai karena dengan ada pemupukan dasar dapat meningkatkan pertumbuhan awal tanaman kedelai. Kegiatan kursus pada kegiatan Sekolah Lapang yang dilaksanakan di Desa Sri Mulya/WKPP Sri Mulya IV memberikan pembelajaran tentang cara pemberian pemupukan dasar dan manfaatnya. Kegiatan kursus dipimpin oleh Sarmidin dan dibantu oleh (Kepala BPP Peunaron, BABINSA sebagai mitra pemyuluh, Penyuluh PNS, dan Penyuluh THLTB). Sebelum pemupukan terlebih dahulu dilakukan Uji Tanah agar mengetahui kebutuhan pupuk pada tanah yang akan ditanami, takaran pemupukan dasar dalam yang di anjurkan ialah pupuk Urea 75 kg/ha, pupuk TSP 100 kg/ha, dan KCL 100 kg/ha. Pemupukan dasar sangat penting bagi tanaman kedelai karena dapat meningkatkan produksi, adapun cara dan manfaat pemupukan dasar antara lain:Manfaat pemupukan dasar:1. Merangsa pertumbuhan benih kedelai.2. Meningkatkan pertumbuhan batang dan daun agar meningkatkan proses fotosintesis.3. Meningkatkan dan mempercepat pertumbuhan akar tanaman kedelai agar pertumbuhan bintil akar atau Rhizobium meningkat. Dengan ada dan banyak bintil akar tanaman kedelai dapat menghasilkan unsur N dengan sendirinya. Sehingga pemakain urea dapat dikurangi. Peranan Rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman cukup besar. Adapun peranan Rhizobium antara lain:1. Rhizobium mampu menambat Nitrogen mencapai 80 kg N2/ha/thn atau lebih ketika bersimbiosis dengan tanaman kedelai. 2. Inokulan Rhizobium mampu bersimbiosis secara aktif sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih baik.3. Rhizobium mampu menghasilkan hormon pertumbuhan berupa IAA dan giberellin yang dapat memacu pertumbuhan rambut akar, percabangan akar yang memperluas jangkauan akar. Dengan demikian, tanaman dapat menyerap hara lebih banyak sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman.4. Rhizobium mampu meningkatkan penyerapan fosfat. Fosfat merupakan hara utama dalam perkembangan akar dan pembentukan polong kedelai. KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN RHIZOBIUMPenggunaan bakteri rhizobium pada tanaman kedelai mempunyai beberapa keuntungan. Simbiosis bakteri Rhizobium dengan tanaman kedelai mampu meningkatkan ketersedian unsur hara melalui penambatan unsur Nitrogen dari udara oleh bakteri Rhizobium. Karena bakteri ini bersimbiosis mutualisme dengan tanaman kedelai, penggunaan bakteri ini tidak mempunyai bahaya atau efek sampingan. Efisiensi penggunaan Rhizobium dapat ditingkatkan sehingga bahaya pencemaran lingkungan oleh pupuk buatan dapat dihindari. Aplikasi penggunaan Rhizobium ini membutuhkan biaya yang relatif murah karena penerapannya cukup sekali pada awal tanam. Dan apabila lahan tersebut akan ditanami lagi dengan tanaman kedelai, lahan tersebut tidak perlu lagi diinokulasi dengan Rhizobium karena Rhizobium sudah tersedia di tanah dari bekas tanaman sebelumnya. Kursus di Desa Arul Durian berjalan dengan lancar dan petani sangat merasa senang karena lebih memahami penting pemupukan dasar. Hal ini tidak terlepas dari koordinasi petani dengan penyuluh dalam memajukan dan meningkatkan produksi tanaman kedelai di WKBPP Peunaron. Penulis: Sarmidin, Admin Cyber Extention.