Loading...

Pemupukan N, P, dan K pada Padi Sawah

Pemupukan N, P, dan K pada Padi Sawah
Padi sawaah merupakan konsumsi pupuk terbesar. Sementara efesiensi pemupukan padi sawah masih rendah, berkisar antara 30-50%. Penggunaan pupuk belum rasional dengan keragaman yang tinggi : urea (N) berkisar antara 0-800 kg/ha, TSP (P) antara 0-250 kg/ha dan KCL (K) 0-200 kg/ha. Hal ini mengakibatkan inefesiensi, degradasi lahan (penurunan kadar C organik), dan pencemaran sumberdaya lingkungan akibat residu.Efesiensi pemupukan berperan penting dalam sistem berusahatani, selain dapat meningkatkan pendapatan petani, tetapi terkait juga dengan keberlanjutan sistem produksi, kelestarian lingkungan, dan penghematan sumberdaya energi. Oleh karena itu dalam penerapan teknologi pemupukan, penetapan kebutuhan pupuk perlu memperhatikan (a) kemampuan tanah dalam menyediakan nutrisi, (b) kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara, (c) target hasil yang diinginkan, dan (d) jenis pupuk yang digunakan. Pertimbangan tersebut diperlukan agar pencapaian produksi dapat dioptimalkan (Abdulrahman et al.2002).Secara nasional pemakaian pupuk untuk padi sawah belum sesuai kebutuhan tanaman dan kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara, sifat tanah, kualtas air pengairan, dan pengelolaannya oleh petani. Pemberian pupuk secara berlebihan akan mengakibatkan pemborosan, juga akan mengganggu keseimbangan unsur hara dalam tanah dan pencemaran lingkungan. Sedangkan pemberian pupuk yang terlalu sedikit juga tidak akan memberikan dampak hasil yang optimal. Dengan demikian pemberian pupuk harus sesuai rekomendasi kebutuhan baik tanaman maupun ketersediaan unsur hara dalam tanah. Banyak cara dan metode yang dapat digunakan dalam menentukan rekomendasi pemberian pupuk N, P dan K yang tepat, seperti yang telah direkomendasikan oleh Badan Litbang Pertanian dan IRRI untuk membantu efesiensi pemupukan N, P, dan K pada padi sawah, antara lain Bagan Warna Daun (BWD) untuk pemupukan N, petak omisi, dan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk pemupukan P dan K. Hal ini sangat diperlukan untuk mengetahui keakuratan rekomendasi dosis pupuk N, P, dan K pada lahan sawah tadah hujan yang tepat dan efesien.Pemberian pupuk N dasar (pertama) diberikan sebelum tanaman berumur 14 hari, selanjutkan bergantung pada kebutuhan tanaman berdasarkan hasil pemcaan BWD. Pupuk P diberikan sekaligus bersama pupuk N yang pertama. Pupuk K diberikaan dua kali , yaitu pada saat pemberian pupuk N pertama dan kedua,masing-masing ½ dosis.Hara N memberikan pengaruh paling cepat merangsang pertumbuhan bagian atas tanaman dan memberikanwarna hijau pada daun. Dalam usahatani padi yang intensif, hara N yang berasal dari tanah tidak pernah mencukupi kebutuhan tanaman, sehingga unsur N harus ditambah dalam bentuk pupuk organik maupun anorganik. BWD dapat membantu menunjukkan kebutuhan tanaman padi terhadap hara N.Hara N merupakan hara untuk mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi dan jumlah anakan), menambah luas daun dan tajuk tanaman, jumlah gabah per-malai, dan kandungan protein gabah. Dengan demikian hara N sangat berpengaruh terhadap semua parameter yang berhubungan dengan hasil. Pemberian hara N menyebabkan kebutuhan tanaman akan hara lainnya seperti P dan K meningkat untuk menngimbangi lajunya pertumbuhan tanaman yang cepat. Unsur N dibutuhkan selama fase pertumbuhan tanaman, tetapi yang paling dibutuhkan adalah pada fase awal hingga pertengahan, yaitu fase anakan dan promordia berbunga. Persediaan N yang cukup pada fase generatif diperlukan untuk memperlambat penuaan daun, mempertahankan fotosintesis selama pengisian gabah, dan meningkatkann protein gabah.Hara P merupakan penysusun esensial, fungsi utama unsur ini adalah menyimpan dan memidahkan energi dengan mengintegrasikan membran. Hara P banyak diserap pada awal pertumbuhan tanaman dan bersifat sangat mobil dalam jaringan tanaman. Hara ini berfungsi dalam menunjang pertumbuhan akar dan anakan, pembungaan, pemasakan biji, terutama bila suhu udara rendah. Pemberian P seharusnya diberikan sebelum tanaman menunjukkan gejala kekurangan hara P. Penambahan hara P diperlukan bila perakaran tanaman belum tumbuh dengan baik dan suplai P secara alami tidak mencukupi.Gejala tanaman yang kekurangan unusur P tumbuhnya akan lebih pendek, daun berwarna hijau gelap, anakan sedikit, batang tipis, dan jumlah malai lebih sedikit bila dibandingkan dengan tanaman normal. Gejala lain, bisa jadi daun muda terlihat sehat, tetapi daun tua sudah berubah warnanya menjadi coklat sebelum tanaman mati.Hasil uji coba penelitian Badan Litbang Pertanian terhadap pemupukan pada padi menujukkan bahwa hasil gabah tertinggi yaitu 4,8 t/ha dengan dosis pupuk urea (N) 150 kg/ha, SP36 50 kg/ha, KCl 100 kg/ha, dan pupuk kandang 2 ton/ha.Ruslia Atamaja (rusliatmaja.atmaja326@gmail.com)Sumber : Inovasi Teknologi Berbasis Ketahanan Pangan Berkelanjutan-Puslitbang Tanaman Pangan 2011