Loading...

PEMUPUKAN PADA KEGIATAN DEKON UPSUS PAJALE T.A. 2017

PEMUPUKAN PADA KEGIATAN DEKON UPSUS PAJALE T.A. 2017
Tanaman jagung merupakan komoditas pangan yang penting, untuk itu faktor-faktor cara budidaya yang dilakukan mempengaruhi hasil yang diperoleh. Salah satu faktor tersebut adalah pempukan dan pemeliharaan tanaman. Pemupukan yang benar dan sesuai kaidah serta pemeliharaan yang teratur terhadap tanaman dapat menjamin hasil tanaman yang optimal. Melalui tahapan tersebut, tanaman bisa tumbuh dengan tepat dan sehat. Pelaksanaan pemupukan dengan berpedoman pada kaidah dan konsep PTT (Pengelolaan Tanaman dan Sumber Daya Terpadu), pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan pupuk an-organik. Penggunaan pupuk organik digunakan sebagai pupuk dasar yaitu diberikan saat pengolahan tanah dengan dibuatkan larik sejalur dengan jarak tanam atau dijadikan penutup lubang tanam. Pupuk organik diberikan selain menyediakan unsur hara esensial, bahan organik mampu menyediakan unsur mikro, memperbaiki struktur tanah dan memberikan kondisi yang cocok untuk kehidupan mikro tanah. Pupuk kimia masih perlu diberikan dengan pertimbangan ketersediaan unsur hara untuk tanaman dalam tanah jumlahnya sangat terbatas walaupun ada tambahan dari pupuk organik dikarenakan lambat untuk larut atau terserap oleh akar disebabkan membutuhkan proses penguraian terlebih dahulu. Pemupukan kimia susulan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada waktu 7 s/d 10 hari setelah tanam. Tahap kedua dilaksanakan pada waktu 30 s/d 35 hari setelah tanam. Pelaksanaan pemberian pupuk yaitu diberikan dalam lubang/larikan kurang lebih 10 cm disamping tanaman sedalam 5 s/d 7,5 cm dan selanjutnya ditutup dengan tanah. Sedangkan untuk penggunaan pupuk kimia apabila hanya menggunakan pupuk majemuk (NPK) maka dosisnya adalah 350 kg/Ha, dengan 2 kali pemupukan yaitu; pemupukan pertama pada 7 s/d 10 HST dengan dosis 150 kg/Ha, pemupukan kedua pada 30 s/d 35 HST dengan dosis 200kg/Ha. (admin)