Loading...

PEMUPUKAN PADA PADI SAWAH

PEMUPUKAN PADA PADI SAWAH
Sejak tiga tahun ke yang lalu dimulai Tahun 2015, pemerintah mentargetkan mampu berswasembada pangan khususnya terhadap 7 komoditas. Ketujuh komoditas tersebut antara lain, padi, jagung, kedele, tebu (gula), daging dan cabe. Upaya pencapaian komoditas tersebut dilakukan dengan berbagai cara antara lain melalui perluasan areal tanam maupun dengan peningkatan produktifitas. Peningkatan Produksi ini dapat dilakukan dengan menerapkan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) diantaranya dengan penggunaan pemupukan berimbang. Setiap tanaman tentu membutuhkan makanan. Makanan tersebut bisa didapat dari unsur hara. Yaitu suatu zat yang dapat memberi pengaruh terhadap pertumbuhan dan juga perkembangan fisik pada tanaman. Unsur hara tak bisa digantikan dengan unsur lainnya karena termasuk unsur esensial yang harus ada dalam jumlah tertentu dengan takaran yang pas bagi masing-masing tanaman.Pupuk adalah bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara tanaman yang jika diberikan ke pertanaman dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Sedangkan pemupukan pada tanaman padi adalah penambahan satu atau beberapa hara tanaman yang tersedia atau dapat tersedia ke dalam tanah/tanaman padi untuk dan atau mempertahankan kesuburan tanah yang ada yang ditujukan untuk mencapai hasil/produksi tanaman padi yang tinggiUnsur hara tanaman terdiri dari : Unsur Makro Primer N P K, unsur Makro sekunder Ca Mg S dan unsur mikro Si, Zn, Cu, B, Mn, Mo, Na, Fe, dan Co. Fungsi dari setiap unsur terhadap pertumbuhan tanaman sebagai berikut : NITROGEN berperan / berfungsi sebagai memacu Pertumbuhan Tanaman (tinggi tanaman, jumlah cabang dan jumlah anakan), merangsang Pertumbuhan Vegetatif (tanaman menjadi lebih hijau dan lebih segar) dan berfungsi untuk Sintesa Asam amino dan Protein dalam tanaman. Bila kekurangan unsur nitrogenakan mengakibatkan pertumbuhan Lambat dan Kerdil, daun Hijau kekuningan, Daun sempit, pendek dan tegak dan klorosis pada daun tua dan muda (daun menguning diawali bagian bawah disusul bagian atas).FOSFOR berfungsi sebagai merangsang Pertumbuhan dan Perkembangan Akar, mempercepat Pembungaan dan Pembuahan Tanaman, mempercepat Pemasakan Biji dan Buah Atau Gabah.Bila terjadi kekurangan Fosfor daun tanaman berubah warna menjadi tampak mengkilap merah keunguan, batang Kerdil dan tidak menghasilkan bunga dan Buah dan jika menghasilkan, Buah berukuran kecil, jelek dan lekas matang. Sedangkan KALIUM berperan dalam Memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan Jerami, meningkatkan Daya Tahan tanaman terhadap Kekeringan dan Penyakit, mencegah agar daun, bunga dan buah tidak mudah Gugur dan meningkatkan Mutu dari biji/buah/gabah. Apabila terjadi kekurangan kalium, maka daun Mengkerut atau keriting, timbul bercak-bercak merah kecoklatan lalu kering dan mati serta perkembangan Akar lambat.Penggunaan pupuk secara berimbang tentunya harus mempertimbangkan kebutuhan tanaman dan kesuburan tanah yang akan kita kelola. Pertimbangan dari dua aspek tersebut akan menghasilkan rekomendasi yang tepat baik jenis, jumlah, cara dan waktu. Kebutuhan pupuk untuk tanaman padi secara umum adalah unsur Nitrogen sebanyak 137 kg/ha, P2O5 Fospor dan K2O Kalium sebanyak 45 kg/ha dan Sulfur sebanyak 15 kg/ha Setiap lokasi sawah yang akan kita kelola berbeda-beda kebutuhan pupuknya, hal ini sangat tergantung pada kesuburan tanah. Anjuran pemupukan berimbang yang ideal untuk padi sawah yaitu dosis Urea 200 kg/ha yang diberikan pada saat 15 HST sebanyak 50 % dan sisanya 50 % lagi pada saat 30 – 35 HST. Sedangkan untuk Phonska dosisnya 300 kg/ha yang diberikan pada saat pupuk dasar 50 % dan pada saat 15 HST sisanya. Untuk memperbaiki struktur tanah dianjurkan menggunakan pupuk organik sebanyak 500 kg/ha yang diberikan semuanya pada saat pupuk dasar.Dalam rangka mengetahui ketersediaan unsur hara yang ada dalam tanah, maka dapat digunakan alat PUTS (Perangkat Uji Tanah Sawah). Alat PUTS ini dapat mengetahui kandungan unsur N, P dan K yang terdapat dalam tanah, sehingga kita mampu memperkirakan tambahan unsur yang dibutuhkan tanaman. Untuk mengefisiensikan penggunakan unur nitrogen pada padi sawah dapat dilakukan dengan pengunaan BWD (Bagan Warna Daun). Manfaat dari BWD yang berbentuk persegi panjang dengan 4 kotak skala warna, mulai dari hijau muda (2) hingga hijau tua (5) adalah apakah tanaman padi masih perlu dipupuk atau tidak.Kalau masih perlu dipupuk berapa jumlah pupuk yang dibutuhkan. Adapun cara penggunaannya yaitu dengan membandingkan warna daun padi dengan warna pada panel, dan pada skala berapa (2, 3, 4, 5) warna daun padi tersebut paling sesuai dengan warna pada panel. Langkah-langkah penggunaan BWD yakni pilih secara acak 10 rumpun, taruh bagian tengah daun diatas BWD, sewaktu mengukur dengan BWD jangan menghadap sinar matahari dan lakukan pengukuran pada waktu yang sama dan oleh orang yang sama pula.Untuk mempermudah petani dalam menggunaan dosis pupuk bagi tanaman padi, Kementerian Pertanian telah menyediakan layanan aplikasi PHSL (Pemupukan Hara Spesifik Lokasi ). PHSL ini dapat diakses melalui PHSL Padi Sawah dapat diakses melalui internet di http://ebapps.irri.org/nm/id atau www.irri.org/nmrice.Semoga dengan pemupukan yang berimbang ini, petani semakin efisien dalam pengunaannya dan mengurangi biaya produksi usahataninya tanpa mengurangi produksi padi.. Penyusun Andriatna Retno Dewayanti, SPTHL-TBPP BPP Kecamatan Cikedung Kabupaten Indramayu