Loading...

PEMUPUKAN PADA TANAMAN TEBU POKTAN KROMONG DESA KROMONG KEC. NGUSIKAN KAB. JOMBANG

PEMUPUKAN PADA TANAMAN TEBU POKTAN KROMONG DESA KROMONG KEC. NGUSIKAN KAB. JOMBANG
Pemupukan tanaman tebu bisa dilakukan beberapa kali yaitu antara 2 sampai 3 kali. Tiap daerah atau tiap petani bisa memiliki patokan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Banyaknya pemupukan yang diberikan bisa sesuai anjuran dari petugas pabrik gula setempat atau petugas PPL Pertanian Wilayah binaan dan juga ada kalanya petani memiliki patokan sendiri berdasarkan pengalamannya. Adapun pemupukan tanaman tebu yang sudah biasa dilakukan di wilayah Poktan Kromong Desa Kromong Kecamatan Ngusikan adalah sebanyak 2 kali dengan total pupuk yang digunakan yaitu ZA sebanyak 5 kwintal per hektar dan Phonska 5 kwintal per hektar. Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanam tebu yang juga sebagai pupuk dasar. Komposisinya adalah pupuk ZA sebanyak 2,5 kwintal per hektar dan Phonska sebanyak 2,5 kwintal per hektar. Adapun cara pemberian pupuk adalah dengan cara disebar diatas tanah timbunan tanaman tebu kemudian dilakukan pengairan.Pemupukan kedua dilakukan pada saat tebu berumur 5 bulan. Komposisi yang diberikan yaitu pupuk ZA sebanyak 2,5 kwintal per herktar dan pupuk phonska sebanyak 2,5 kwintal per hektar. Adapun cara pemupukannya adalah dengan cara ditebar disisi tanaman tebu dengan jarak 10 cm dari batang tanaman dan kemudian dilakukan pengairan hingga penuh.Perawatan tanaman tebu selain kegiatan pemupukan juga ada pengendalian hama dan penyakit. Adapun hama tanaman tebu yang biasa dijumpai antara lain penggerek pucuk dan batang, tikus, uret tanah. Sedangkan untuk penyakit tanaman tebu antara lain fussarium pokkahbung (disebabkan oleh jamur Gibbrella moniliformis), dongkelan (disebabkan oleh jamur Marasnius sacchari), penyakit blendok (disebabkan oleh bakteri Xanthomonas albilincans), dan masih ada lagi yang lainnya.Disinilah peran sekolah lapang tanaman tebu dibutuhkan sebagai wadah belajar bersama untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi. Terutama untuk masalah budidaya sekaligus pengendalian OPT. Karena setiap petani pasti memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berbeda-beda. Dan bisa diambil pengalaman yang terbaik untuk digunakan / diterapkan oleh petani yang lain. Tim BPP Ngusikan & Tim Kabupaten