Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR) versi 1.0 adalah alat bantu penetapan tingkat kemasaman tanah, kebutuhan kapur dan kadar hara tanah Sulfat Masam Potensial (SMP) dengan tipe luapan A dan B secara cepat di lapangan. Alat ini merupakan penyederhanaan secara kualitatif dari analisis tanah di laboratorium. Oleh karena itu hasil yang diperoleh tidak tepat seperti di laboratorium, namun merupakan estimasi pengukuran kuantitatif dalam selang nilai tertentu. Perangkat ini diharapkan bermanfaat bagi penyuluh pertanian, petani, peneliti dan praktisi pertanian lainnya untuk mengukur status kemasaman tanah dan status hara N, P, K dalam waktu singkat yang dilengkapi dengan rekomendasi kebutuhan kapur, pupuk Urea, SP-36, dan KCl untuk tanaman padi. Prinsip kerja PUTR adalah mengekstrak dan dilanjutkan dengan pengembangan warna secara semi kuantitatif dengan metode kolorimetri (pewarnaan). Peningkatan kualitas pengukuran dan ketepatan dalam penentuan rekomendasinya akan terus diperbaiki agar perangkat uji ini dapat dipergunakan secara tepat dalam upaya menyokong program pemerintah dalam meningkatkan produksi padi serta mengefisienkan pemupukan.Satu paket PUTR terdiri dari : (a) satu set larutan pengekstrak/pereaksi untuk kemasaman tanah dan penetapan N, P dan K, (b) peralatan pendukung (seperti spatula, tabung reaksi, pipet), (c) bagan warna pH, kebutuhan kapur, N, P dan K, (d) buku petunjuk penggunaan, serta (e) kemasan tas.Sebelum pengambilan contoh tanah maka perlu diperhatikan keseragaman areal/hamparan lahannya, misalnya diamati dahulu keadaan topografi, kedalaman lapisan senyawa pirit (FeS2) dengan larutan peroksida (H2O2), tingkat oksidasi senyawa pirit (FeS2), tekstur tanah, warna tanah, produktivitas tanah, dan sejarah pengelolaan lahan (aplikasi dosis kapur, pupuk anorganik, dan bahan organik). Berdasarkan pengamatan di lapang dan informasi yang diperoleh, kemudian ditentukan satu hamparan lahan yang kurang lebih seragam (homogen). Satu contoh tanah komposit dapat mewakili luas lahan sekitar 5 ha.Rekomendasi kapur dan pupuk N,P, dan K untuk tanaman padi adalahsebagai berikut :1. Kapur. Kebutuhan Kapur ditentukan oleh jumlah tetes pereaksi. Bila tetes kurang dari 4 maka takaran kapur 500 kg/ha. Bila jumlah tetes 4-8 maka dosis kapur 1.000 kg/ha, dan bila lebih dari 8 tetes takaran kapurnya 2.000 kg/ha.2. Pupuk N. Dosis pupuk N yaitu 300,250, dan 200 kg/urea/ha masing-masing untuk status tanah hara rendah, sedang, dan tinggi. Pupuk diberikan tiga kali, yaitu pada saat tanam, saat tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam (MST), dan pada 4-5 MST, masing-masing sepertiga bagian.3. Pupuk P. Dosis pupuk P yaitu 150, 100, dan 50 kg SP-36/ha masing-masing untuk status hara tanah rendah, sedang, dan tinggi. Pupuk diberikan seluruhnya pada awal tanam.4. Pupuk K. Dosis pupuk K yaitu 150,100, dan 50 kg/ha masing-masing untuk status hara tanah rendah, sedang, dan tinggi. Bila lahan diberi jerami padi 2,5 t/ha maka takaran pupuk K berkurang menjadi 125, 75, dan 25 t/KCl/ha untuk tanah dengan startus hara rendah, sedang, dan tinggi.Satu kemasan PUTR dapat digunakan untuk analisis contoh tanah sebanyak ± 50 sampel. Jika dirawat dan ditutup dengan rapat segera setelah dipergunakan maka masa kadaluarsa bahan kimia yang ada dalam PUTR ini adalah sekitar 1 tahun.Keunggulan PUTRKeunggulan PUTR yaitu lebih maupun cepat mengukur menentukan rekomendasi pemupukan. Petani, penyuluh, dan praktisi pertanian dapat mengukur sendiri kebutuhan pupuk maupun kapur untuk tanaman padi, karena prosedurnya sederhana dan mudah diikuti. Selain itu, PUTR dapat digunakan kapan saja menjelang musim tanam selanjutnya. Sumber : 1. http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/en/65-berita/inovasi/343-putr2. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vo. 35 No.6 Tahun 2013.3. http://bakorluh.babelprov.go.id/content/cara-penggunaan-perangkat-uji-tanah-rawa-putr Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id