Loading...

PEMUPUKAN TANAMAN KOPI

PEMUPUKAN TANAMAN KOPI
PEMUPUKAN TANAMAN KOPI (oleh: Sakdan, SP/NIP.19641019 200604 1 002) Kebutuhan pemupukan dalam tanaman kopi ini ditentukan oleh 2 faktor utama, keduanya adalah: 1. Pengambilan hara oleh tanaman dari dalam tanah Persediaan kandungan hara dalam tanah. Pengambilan Hara Tanaman kopi ini mengambil hara dari dalam tanah untuk pertumbuhan vegetatif dan juga untuk pertumbuhan buah. Pertumbuhan vegetatif ini sama pentingnya dengan pembuatan buah, karena buah kopi ini hanya terbentuk oleh cabang-cabang lateral yang merupakan produk pertumbuhan vegetatif. Sedangkan pengambilan hara dari tanaman kopi ini sangat berbeda-beda dan menurut jenis kopi itu sendiri. Kebutuhan pengambilan hara oleh panen 1 ton kopi biji per hektar/tahun adalah sebagai berikut: Tabel 1: Kebutuhan Pengambilan Hara Tanaman Kopi Jenis Kopi N (Kg) P2o5 (Kg) K2o Robusta 35,0 6,0 50,0 Arabika 34,0 5,1 48,0 Liberika 28,0 6,4 45,0 Kebutuhan Pengambilan Hara Tanaman Kopi Pengambilan tersebut belum termasuk kebutuhan untuk pertumbuhan vegetatif, yang justru lebih besar jumlahnya. Apabila kebutuhan ini juga diperhitungkan, maka hara mineral yang diambil oleh kopi jenis Robusta dari areal 1 hektar selama setahun adalah sebagai berikut: Tabel 2: Kebutuhan untuk pertumbuhan vegetatif per Tahun 135 Kg N = 293 Kg Urea (46 %N) 34 Kg P2O5 = 89 Kg DS (38 % P2O5) 145 Kg K2O = 290 Kg ZK (50 % K2O) Jumlah tersebut adalah setara dengan 672 Kg pupuk Urea,DS,dan ZK seperti yang disebutkan diatas. Manfaat Pemupukan Perbaikan Kondisi Tanaman Tanaman yang dipupuk secara optimal dan teratur maka akan memiliki daya tahan yang lebih besar, dengan demikian maka tidak mudah dipengaruhi oleh keadaan yang ekstrim. Misalnya; kekurangan air karena musim kemarau yang terlalu panjang, temperatur tinggi atau rendah, pembuahan terlalu lebat dan sebagainya. Peningkatan Produksi dan Mutu Tahun pertama pemupukan akan lebih banyak berpengaruh terhadap pertumbuhan vegetatif,sebab cabang-cabang menjadi lebih banyak. Walaupun produksi belum banyak meningkat, tetapi pemupukan telah memberikan keuntungan besar, yaitu: Biji kopi menjadi lebih besar dengan mutu yang lebih baik; Rendaman atau uitivering lebih tinggi, sehingga biaya pemetikan relatif lebih murah Efek pemupukan ini pengaruhnya terhadap produksi pada umumnya baru terjadi pada tahun kedua setelah pemupukan. Stabilisasi Produksi Tanaman kopi ini bersifat biennial bearing, yang artinya suatu saat akan panen tinggi dan kemudian akan panen rendah. Pada tahun panen rendah, biasanya akan menurun 40% dibandingkan dengan panen sebelumnya (panen tinggi). Apalagi kalau makin buruk kondisi tanaman, maka akan makin buruk pula penurunannya. Namun kalau tanaman yang dipupuk secara optimal, maka biasanya hanya akan mengalami penurunan sebesar 20%, hingga dengan demikian maka produksi agak bisa stabil. Jenis dan Dosis Pemupukan Pupuk itu dibagi menjadi 2 golongan, yaitu pupuk tunggal (single fertilizer) dan pupuk majemuk (compound fertilizer). Pupuk tunggal itu hanya mengandung satu jenis unsur hara, yaitu N,P, atau K. Sedangkan kalau pupuk majemuk mengandung lebih dari satu unsur hara dalam berbagai kombinasi Pupuk majemuk yang beredar di pasaran bebas tidaklah sesuai dengan pupuk untuk jenis tanaman kopi. Misalkan untuk jenis tanah yang hanya memerlukan N, pemberian P atau K baik secara sendiri-sendiri atau pun dikombinasikan dengan N tetap saja tidak akan memberi efek menguntungkan. Sebab pemberian pupuk yang salah itu bukannya saja tidak efektif, akan tetapi sering kali juga bahkan menurunkan produksi. Hal itu karena tanaman kopi sendiri kurang mempunyai daya serap selektif pada pemberian pupuk yang tidak seimbang. Disamping itu, semua dosis juga sangat penting. Dosis yang diberikan kalau terlalu kecil dan kurang, maka sama saja dengan tidak akan memberikan keuntungan. Demikian juga kalau terlalu tinggi memberikan dosis harus pula didasarkan pada hasil analisa tanah, daun dan juga harus dilakukan percobaan-percobaan terlebih dulu baik atau tidak hasilnya. Berikut tabel dosis sementara yang lazimnya dipakai untuk pemupukan kopi, untuk dosis per pohon tiap tahunnya: Tabel 3: Dosis Pemupukan Tanaman Kopi (Pohon Per Tahun) UMUR (Tahun) N (g) P2O5 (g) K2O (g) UREA (g) DS (g) ZK (g) KETERANGAN 1 20 20 20 50 50 40 Urea : 46 % N 2 40 40 40 100 100 80 Ds : 38 % P2O5 3 60 40 60 150 100 120 ZK : 50 % K2O 4 80 40 80 200 100 160 5-10 120 60 120 300 150 240 > 10 160 80 160 400 200 320 Dosis Pemupukan Tanaman Kopi (Pohon Per Tahun) Saat Pemupukan Saat pemupukan ini haruslah kita sesuaikan dengan kebutuhan tanaman, dan juga iklim. Biasanya yang lazim dilakukan sebagai berikut: Waktu dan Dosis Pemupukan: Efisiensi Pemupukan Pemupukan hanya bisa menguntungkan dan efektif bila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Pengaturan Naungan: Naungan diatas kopi itu harus seminim mungkin dan sebaliknya naungan diatas tanah harus semaksimal mungkin. Sebab pemupukan itu tidak akan banyak berpengaruh terhadap kenaikan produksi kalau keadaan gelap. Namun harus pula diingat kalau pengurangan naungan ini haruslah dilakukan dengan cara bertahap. Tanaman yang baru saja dipupuk, jangan dulu terlalu banyak dikurangi naungannya. Dengan demikian maka tanaman tersebut akan lebih banyak memperoleh kesempatan memperbaiki kondisi vegetatifnya. Pemangkasan: Pupuk hendaknya baru diberikan setelah tanaman dipangkas. Hal ini untuk menghindarkan supaya sebagian hara tak terbuang bersama pemangkasan wiwilan dan cabang-cabang sewaktu dipangkas. Tanaman yang dipupuk maka akan mengeluarkan wiwilan lebih banyak. Pupuk ini hanya akan memberi efek maksimal apabila wiwilan dipangkas sekecil mungkin. Perlakuan Tanah: Teras ada tanah-tanah yang letaknya miring haruslah kita pelihara. Dengan demikian maka pupuk tidak mengalir terbuang karena erosi. Juga pengairan harus kita perbaiki. Jangan sampai ada rumpai disekitar pohon paling sedikit antara 1-3 bulan sejak pemberian pupuk. Perlu diketahui kalau pupuk N ini sebulan saja telah habis terserap. Akan tetapi untuk pupuk K dan P akan habis dalam waktu antara 2 sampai 3 bulan. Cara Pemberian Pupuk Pupuk akan kita berikan pada lingkar piringan pohon. Tentu saja setelah kita pacul dengan secara pelan dan kita buat parit. Kalau kita mempergunakan pupuk urea hendaknya dibenamkan ditanah supaya tidak hilang menguap. Kalau pupuk itu menguap maka akan sia-sia kita memberikannya, sebab tak akan memberikan hasil keuntungan buat kita.