Loading...

Pemupukan Urea Berdasarkan Bagan Warna Daun (bwd) Pada Tanaman Padi

Pemupukan Urea Berdasarkan Bagan Warna Daun (bwd) Pada Tanaman Padi
Pemupukan Urea Berdasarkan Bagan Warna Daun (BWD)Pada Tanaman Padi Sumber gambar; Arsip Pribadi Pemupukan merupakan faktor terpenting dalam kegiatan budidaya tanaman, dewasa ini kebutuhan pupuk sangat diperlukan tanaman dan tidak bisa dipisahkan, tidak terkecuali dalam teknik budidaya tanaman padi. Pemupukan urea yang dianjurkan adalah dimana dalam pemberian unsur pupuk N disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, ini merupakan kunci dalam memperbaiki pertumbuhan tanaman, pemupukan dengan memakai bagan warna daun (BWD) adalah salah satu cara atau petunjuk untuk meningkatkan hasil dari produksi tanaman padi, dengan cara mengefisienkan pemberian pupuk N (urea) akan tetapi sesuai dengan kebutuhan dari tanaman. Bagan Warna Daun (BWD) sendiri adalah merupakan sebuah alat yang berbentuk persegi empat panjang dengan empat sekala warna mulai dari hijau muda sampai hijau tua dan gambar disisi sebelahnya yaitu berupa informasi cara penggunaanya. Cara PenggunaanyaWaktu penggunaan BWD dapat dengan dua cara, yaitu: 1) berdasarkan kebutuhan riel tanaman, yaitu dengan membandingkan warna daun padi dengan skala warna pada BWD dan 2) berdasarkan waktu yang telah ditetapkan, yaitu pada waktu tanam atau sebelum 14 HST, pada saat pembentukan anakan aktif (21-28 HST) dan primordia (35-40 HST). Untuk lebih jelas pelaksanaanya sebagai berikut ; 1. Sebelum berumur 14 hari setelah tanam pindah (HST), tanaman padi diberi pupuk dasar N dengan takaran 50-75 kg per hektar. Pada saat itu BWD belum diperlukan. 2. Pengukuran tingkat kehijauan daun padi dengan BWD dimulai pada saat tanaman berumur 25-28 HST. Pengukuran dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali, sampai tanaman dalam kondisi bunting atau fase primordia. Cara ini berlaku bagi varietas unggul biasa. Khusus untuk padi hibrida dan padi tipe baru, pengukuran tingkat kehijauan daun tanaman dilakukan sampai tanaman sudah berbunga 10%. 3. Pilih secara acak 10 rumpun tanaman sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun. 4. Taruh bagian tengah daun di atas alat BWD, lalu bandingkan warna daun tersebut dengan skala warna pada BWD. Jika warna daun berada di antara dua skala warna di BWD, maka gunakan nilai rata-rata dari kedua skala tersebut, misalnya 3,5 untuk nilai warna daun yang terletak di antara skala 3 dengan skala 4 BWD. 5. Pada saat mengukur daun tanaman dengan BWD, petugas tidak boleh menghadap sinar matahari, karena mempengaruhi nilai pengukuran. 6. Bila memungkinkan, setiap pengukuran dilakukan pada waktu dan oleh orang yang sama, supaya nilai pengukuran lebih akurat. 7. Jika lebih 5 dari 10 daun yang diamati warnanya dalam batas kritis atau dengan nilai rata-rata kurang dari 4,0 maka tanaman perlu diberi pupuk N dengan takaran: o 50-70 kg urea per hektar pada musim hasil rendah. o 75-100 kg urea per hektar pada musim hasil tinggi (di tempat-tempat tertentu seperti Kuningan Jawa Barat dan Sragen Jawa Tengah, musin hasil tinggi adalah musim kemarau). o 100 kg urea per hektar pada padi hibrida dan padi tipe baru, baik pada musim hasil rendah maupun musim hasil tinggi. Demikian dalam cara pemupukan N (urea) sesuai dengan berdasarkan pemakaian alat bagan warna daun atau dalam bahasa lain disebut dengan LCC (Leaf Color Chart). Untuk menghitung target yang ingin dicapai haruslah realistis, sesuai kondisi daerah (sepesifik lokasi) dan cuaca/iklim. Oleh ; Supriadi S.PtReferensi,http://www.gerbangpertanian.comhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id