Loading...

PEMUPUKAN YANG BAIK PADA TANAMAN PADI

PEMUPUKAN YANG BAIK PADA  TANAMAN PADI
Padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting bagi bangsa Indonesia karena merupakan makanan pokok rakyat Indonesia. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia di bawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM.Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Untuk memenuhi peningkatan produksi padi sebagai tanaman pokok penting ini, tak kalah pentingnya adalah dalam hal pemupukan. Pemupukan untuk tanaman padi disesuaikan dengan rekomendasi hasil uji tanah pada lahan becocok tanam dan hasil penelitian harietas padi yang akan digunakan. Tanaman padi tumbuh membutuhkan karbon dioksida, mineral-mineral, air dan cahaya matahari. Untuk pertumbuhan yang baik diperlukan tersedianya hara tanaman tersebut terus-menerus dan mencukupi. Beberapa unsur hara di serap oleh tanaman dalam jumlah yang besar dan disebut sebagai unsur makro. Termasuk di dalam unsur makro merupakan unsur hara yang banyak dibutuhkan tanaman adalah nitrogen (N), phospor (P), kalium K), kalsium (Ca), magnesium (Mg) dan sulfur (S). Suatu ciri dari unsur hara makro yaitu apabila tersedianya sangat kurang akan menunjukkan gejala kelaparan dan menurunkan hasil, sedangkan dalam keadaan berlebihan tidak akan meracuni tanaman atau mengurangi hasil.Makanan atau unsur hara tanaman C, H dan O diperoleh dari udara, sedangkan N, P, K, Ca, Mg, dan S serta unsur hara mikro lainnya diperoleh dari tanah. Aktivitas produksi pertanian intensif pada suatu bidang tanah tertentu telah mengakibatkan penurunan kandungan hara pada tanah yang bersangkutan. Untuk mendukung produksi pertanian yang relatif tetap tinggi dibutuhkan penambahan hara tersebut melalui "pemupukan". Pemupukan merupakan upaya penambahan kekurangan hara tanah dalam jumlah, waktu, dan cara yang tepat.Pentingnya Pemupukan Secara BerimbangPemupukan secara berimbang utamanya keseimbangan antara Urea, SP – 36/TSP dan KCI yang harus diberikan tergantung pada keadaan tanah. Unsur utama yang terkandung dalam pupuk ini bila digunakan secara tepat tidak saja mengendalikan, mengimbangi, mendukung dan saling mengisi satu, sama lain diantara ketiga. jenis pupuk ini, akan tetapi juga dengan unsur-unsur lainnya. Hal ini sangat penting karena ada keterkaitan ekonomi dan efektivitas pemupukan. Pupuk yang diberikan merupakan tambahan bagi unsur yang sudah ada dalam tanah, sehingga jumlah nitrogen, posfor dan kalium yang tersedia bagi tanaman berada dalam perbandingan yang tepat.Pada waktu bersamaan ketersediaan unsur penting (esensial) lainnya juga harus dalam keadaan optimal. Sebagai contoh apabila pemupukan padi hanya dipupuk dengan urea saja, kelihatannya sangat cepat dan rimbun akan tetapi sangat lemah sehingga mudah rebate dan tidak tahan, terhadap serangan hama dan penyakit. Demikian pula sebaliknya apabila hanya dipupuk TSP/SP-36 atau KCI saja pupuk ini tidak akan berpengaruh optimal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman. Pada prinsipnya keseimbangan hara atau kesuburan secara menyeluruh harus sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yang lebat dan normal.Waktu Pemberian Pupuk N, P dan KWaktu pemberian pupuk disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan tanaman dan jenis pupuk yang akan menjamin untuk optimalnya penyerapan unsur pupuk tersebut oleh tanaman. Pemberian pupuk TSP / SP-36 umumnya diberikan bersamaan tanam, sedangkan Urea diberikan dua kali yaitu ½ dosis saat tanam (satu minggu setelah tanam) ½ dosis 35 hari setelah tanam (saat tanaman aktif). Pemberian pupuk KCL, pada prinsipnya pemberian lebih sedikit tetapi lebih sering, itu lebih baik, dibandingkan dengan pemberian dalam jumlah banyak tapi diberikan sekaligus.Untuk menjamin efektifnya penyerapan unsur hara dari pupuk KCL, maka pemberiannya disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan tanaman padi yaitu 1/3 dosis 1 minggu setelah tanam, 1/3 dosis 35 hari setelah tanam (saat anakan aktif) dan 1/3 dosis 55 hari setelah tanam saat primordia).Cara Aplikasi PupukPemupukan dilakukan secara manual dengan sebar atau hambur merata pada areal tanaman. Untuk aplikasi pupuk urea dan KCL pada waktu yang bersamaan dapat di campur secara merata sebelum diaplikasikan dan setelah di campur harus segera ditabur, tidak boleh di simpan terlalu lama karena dikhawatirkan dapat terkontaminasi senyawa lain yang tidak diinginkan.Selain ditebarkan atau dihamburkan,bisa juga dengan penyemprotan. Namun bila disemprotkan, petani harus mengganti dengan pupuk cair dan penyediaan alat semprot yang tentunya menambah lagi ongkos produksi.Ditulis Kembali Oleh : Harnati Rafiastuti, SP (Penyuluh BBP2TP)Alamat Email : harnati_r@yahoo.comSumber Bacaan :1. http://id.wikipedia.org/wiki/Bercocok tanam padi2. Alfiyan Arif. 2010. Budidaya Tanaman Padi. Oyizone Blog Mahasiswa Universitas Brawijaya.