Loading...

PENAMBAHAN APLIKASI PUPUK PHOSPATE DAN KALIUM DISAAT PADI FASE BUNTING DAN MASAK SUSU

PENAMBAHAN APLIKASI PUPUK PHOSPATE DAN KALIUM DISAAT PADI FASE BUNTING DAN MASAK SUSU
Salah satu upaya untuk mengoptimalkan hasil panen tanaman Padi sawah adalah dengan pemupukan yang tepat dan berimbang. Pemupukan yang tepat dan berimbang adalah yang sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap fase pertumbuhan tanaman Padi, dan berdasarkan kandungan hara tanah sawah. Dalam hal ini umumnya petani sudah menghentikan pemupukan unsur makro (unsur N, P, K) disaat memasuki fase generative. Hal ini sangat disayangkan mengingat pada saat fase generative tanaman padi masih membutuhkan unsur hara makro untuk menunjang pembentukan dan pengisian bakal buah. Salah satunya yakni dengan menggunakan pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate). Dimana unsur hara yang dikandung oleh pupuk MKP yaitu unsur hara Phosphate (P) sebanyak 52% dan Kalium (K) sebanyak 34%. Secara fisik, pupuk MKP biasanya berbentuk Kristal dan tepung berwarna putih. Untuk tanaman padi pupuk MKP ini diaplikasikan dengan cara disemprotkan ke daun dan batang tanaman disaat padi mengalami fase bunting dengan dosis 3 gram/ liter air dan masak susu dengan dosis 3 gram/ liter air. Untuk itu, petani harus memahami apa fungsi diaplikasikannya pupuk MKP :a. Merangsang pertumbuhan akar,b. Merangsang pembungaan,c. Merangsang buah,d. Mencegah bunga dan buah rontok,e. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit,f. Meningkatkan kualitas buah. Pupuk MKP ini merupakan produk impor. Di pasaran, pupuk MKP ini dikemas oleh berbagai distributor pupuk, antara lain dengan merk MKP Yara, MKP Pak Tani, MKP cap Kapal terbang, dll. Namun pada prinsipnya kandungan unsur hara P dan K nya sama. Disusun oleh : Widya Sena B, SP.BPP Maospati, Kec Maospati, Kab Magetan