Loading...

Penambahan Pupuk Kalium (K) Untuk Menekan Serangan Penyakit Blas

Penambahan Pupuk Kalium (K) Untuk Menekan Serangan Penyakit Blas
Penambahan Pupuk Kalium (K) untuk menekan serangan penyakit blas Penyakit blas disebabkan oleh jamur Pyricularia orizae. Awalnya penyakit ini berkembang di pertanaman padi gogo, tetapi akhir-akhir ini sudah menyebar di lahan sawah irigasi. Jamur P. orizae dapat menginfeksi mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Pada fase bibit dan pertumbuhan vegetatif tanaman padi, Pyricularia orizae menginfeksi bagian daun dan menimbulkan gejala penyakit yang berupa bercak coklat berbentuk belah ketupat yang disebut blas daun. Pada fase pertumbuhan generatif tanaman padi, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai/leher malai disebut blas leher. Penyebaran penyakit ini dapat melalui 3 media, yaitu air, angin dan sentuhan (manusia). Air hujan yang turun pada tanaman padi yang terinfeksi penyakit blas menjadi media yang baik bagi penyebaran penyakit ini, demikian pula hembusan angin dan sentuhan buruh tani saat penyiangan akan membantu penyebaran penyakit ini menjadi lebih mudah.Salah satu cara pengendalian penyakit blas adalah dengan cara penambahan unsur hara kalium pada tanaman padi, hal ini berfungsi untuk membantu kekebalan dan ketahanan tanaman dari serangan penyakit, Unsur hara kalium banyak terdapat pada pupuk KCl (Kalium Klorida), ZK (Kalium Sulfat) dan KNO3 (Kalium Nitrat).Adapun fungsi dari pupuk berunsur hara kalium adalah sebagai berikut :1. Mempercepat proses pembungaan dan pembuahan2. Berperan memperkuat organ tanaman, daun, bunga dan buah agar tidak mudah rontok3. Meningkatkan ketahanan tanaman dari kondisi cekaman lingkungan baik itu lingkungan atau dari serangan penyakit4. Meningkatkan kualitas, baik rasa, warna dan bobot panen5. Meningkatkan daya simpan dan tidak mudah busuk.Banyak bahan-bahan organik disekitar kita yang mempunyai kandungan kalium relatif tinggi diantaranya adalah : rebung, air kelapa, jerami dan sabut kelapa. Bahan-bahan ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalium dengan cara difermentasi terlebih dahulu. MIRDIAN ANDREAS, SP BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN WELERI KABUPATEN KENDAL