Loading...

Penanaman Bawang Merah

Penanaman Bawang Merah
Bawang merah (Allium asclonicum) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Keberhasilan yang diperoleh dari budidaya bawang merah ini, tentu saja dihadapkan pada berbagai masalah (resiko) di lapangan. Diantaranya cara budidaya, serangan hama dan penyakit, kekurangan unsur mikro, dll yang menyebabkan produksi menurun. Meskipun kandungan terbesar yang dimiliki bawang merah adalah air, namun ada unsur lain yang perlu diperhatikan agar kita bisa menghasilkan umbi bawang merah dengan produksi tinggi dan berkualitas. Kuantitas bawang merah berkaitan erat dengan ukuran dan banyaknya umbi yang dihasilkan. Kualitas bawang merah ditentukan oleh aroma yang tajam serta warna kulit umbinya. Semakin besar dan banyak umbinya dengan aroma yang tajam, maka semakin tinggi pula harga jualnya. Penambahan bahan organik berupa pupuk kandang, kompos atau bahan hijauan segar lainnya dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan agregasi, meningkatkan daya memegang air serta memperkaya tanah dengan berbagai macam unsur hara hasil peruraian dari bahan organik yang dimasukkan ke dalam tanah (Hendrata et al, 2014). Tanaman bawang merah diduga berasal dari Asia. Sebagian literatur menyebutkan bahwa tanaman ini berasal dari Asia Tengah, terutama daerah Palestina dan India, tetapi sebagian lagi memperkirakan bahwa tanaman bawang merah berasal dari Asia tenggara dan Mediterania. Sumber lainnya menduga asal usul bawang merah berasal dari Negara Iran dan Pegunungan sebelah utara Pakistan. Gemburkan tanah dengan cara dicangkul dan biarkan tanah tersebut selama1 minggu agar racun tanah terbawa angin dan menguap tepapar sinar matahari. Apabila tanah tempat menanam bawang merah tersebut memiliki kadar keasaman kurang dari 6-7, berikan kapur dolomit dengan dosis 1 ton/ ha. Diamkan tanah tersebut selama 2 minggu sampai tanam tiba. Berikan jarak antar bedengan kira-kira setengah meter, jarak tersebut dapat juga difungsikan sebagai parit untuk jalan air hujan dengan kedalaman 30 cm. Kemudian cangkul dan gemburkan bedengan sedalam 20 cm, ratakan bentuk tidak melengkung seperti bentuk bedengan pada umumnya. Tambahkan pupuk kandang secukupnya, tebarkan diatas bedengan dan aduklah dengan tanah agar pupuk merata dan bercampur dengan tanah bedengan.Diamkan bedengan yang sudah diberi pupuk tersebut selama 1 minggu sebelum ditanami bibit bawang merah. Sebelumnya tanah dibasahi dulu lalu dibuat lubang yang sudah diatur jarak tanamnya.Bibit ditanam dalam keadaan berdiri.Jarak tanam untuk budidaya bawang merah pada saat musim kemarau dipadatkan hingga 15x15 cm, sedangkan pada musim hujan setidaknya dibuat hingga 20x20 cm. Penanaman sebaiknya jangan terlalu dalam, cukup ditutup tipis dengan tanah/pasi ( Ir. Aida )