Padi merupakan salah satu jenis tanaman pangan paling penting di dunia, meskipun produksi padi dunia berada pada urutan ketiga setelah jagung dan gandum, namun padi merupakan makanan pokok sumber karbohidrat utama bagi sebagian besar masyarakat dunia. Di Indonesia sendiri padi menempati urutan pertama sebagai bahan makanan pokok sebagian besar masyarakat. Namun sayangnya sampai saat ini produksi padi nasional belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat kita, dengan kata lain di Indonesia belum mampu berswasembada padi. Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) mencanangkan peningkatan produksi beras sebesar 5%. Hal ini bisa di tempuh dengan berbagai cara yaitu dengan perluasan areal penanaman padi dan dengan intensifikasi. Intensifikasi dapat ditempuh dengan penerapan PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) yang diawali dengan pemilihan benih, cara persemaian cara tanam. Mengetahui dan memahami pemilihan benih, penyiapan persemaian pengolahan tanah, cara semai dan cara tanam padi sawah akan mendapatkan tanaman yang sehat, produktifitas yang tinggi dengan masukan biaya yang rendah bibit padi dapat dianjurkan ditanam semuda mungkin. Di desa Kubu Raya Kecamatan Peusangan Siblah Krueng sebagian petani melakukan pindah tanam pada umur bibit 20 hari. Bibit ditanam 1-3 bibit per lubang tanaman dengan kedalaman tanam 2 cm dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm atau 25 cm x 25 cm.