Pelaksanaan penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi hari agar benih tidaklangsung terkena sinar matahari yang berlebihan dan dilakukan pada musim penghujan sehingga kebutuhan air untuk pertumbuhan tercukupi. Sebelum benih ditanam sebaiknya direndam dalam air yang diberi POC NASA dengan dosis 2-4 cc/liter air selama semalam . Dengan alat tugal tanam benih dimasukkan kedalam lubang dengan 2 biji setiap lubang tanaman dengan kedalaman antara 4-5 cm kemudian tutup dengan tanah yang gembur/abu dapur, jarak tanam yaitu 80 x 20 cm atau 75 x 25 cm untuk varietas yang berumur dalam dan 50 x 20 cm atau 50 x 10 cm untuk varietas yang berumur genjah. Benih jagung manis berbeda dengan benih jagung biasa, jagung manis berbentuk tipis dan ringan 1 kg benih berisi antara 8.000 sampai 9.000 butir. Sedangkan benih jagung biasa berisi antara 2.500 sampai dengan 2.700 butir.Pilih benih bermutu tinggi ( berdaya kecambah diatas 80 %, adaptasi dengan lingkungan baik, mempunyai vigor yang baik,murni serta bersih dan sehat ). Periksa benih yang akan ditanam dan harus diseleksi terlebih dahulu, rendam benih kedalam aiar dan gunakan benih yang tenggelam didalam air dan mempunyai ukuran seragam. Sebelum ditanam benih dicampur dengan fungisida metalaksil ( bahan aktif ) dengan takaran 2 gram setiap kilogram benih, agar dapat tercampur merata dengan benih metalaksil dibasahi lebih dahulu dengan air sebanyak 10 ml untuk setiap 2 gram.Kebutuhan benih untuk tanaman jagung berkisar antara 15 – 20 kg untuk setiap hektarnya, populasi tanaman sekitar 66.000 – 75.000 tanaman setiap hektarnya. Untuk benih yang mempunyai daya tumbuh lebih dari 95% akan dapat memenuhi jumlah populasi dimaksud, sedangkan jarak tanam yang teratur mengoptimalkan jumlah populasi tanaman. Untuk wilayah yang mempunyai periode hujan singkat dan berpeluang mengalami kekeringan dianjurkan menanam varietas jenis komposit seperti Lamuru,Gumarang, Kresna atau Lagaligo. Lahan kering masam selain jenis hibrida dianjurkan pula menanam jenis komposit unggul seperti varietas Sukmaraga. Untuk wilayah yang mempunyai curah hujan cukup atau periode hujan panjang dianjurkan menanam jagung jenis hibrida atau komposit unggul yang sesuai dengan preferensi konsumen. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno, MSBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi PertanianJl. Tentara Pelajar No.10 Bogor, 16114Email : ksoehardi@yahoo.comSumber : Bercocok tanam Jagung Manis,2010 Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung,2012