PENANAMAN KEDELAI TANPA OLAH TANAH (TOT) PADA KEGIATAN SEKOLAH LAPANG DI BPP PEUNARON KABUPATEN ACEH TIMUR
Tanaman kedelai merupakan tanaman unggulan dan menjadi tanaman strategis nasional di Indonesia. Di negara maju teknik budidaya kedelai sudah sangat maju dan modern salah satunya pada sistem penanaman Tanpa Olah Tanah (TOT) biasanya menggunakan alat planter. Sedangkan di Indonesia biasanya cukup menggunakan tugal. Tugal diperlukan untuk melubangi permukaan tanah tempat benih ditanam. Perlu diketahui cara menanam kedelai tanpa olah tanah ini tidak bisa diterapkan di semua jenis lahan. Hanya lahan yang memiliki tingkat kegemburan tertentu yang cocok untuk metode ini. Tanah yang keras tidak bisa menerapkan metode Tanpa Olah Tanah (TOT). Biasanya metode tanpa olah tanah cocok diterapkan di lahan sawah dan wilayah yang banyak memiliki lereng gunung. Sekolah Lapang yang dilakukan di Desa Buket Tiga/WKPP Peunaron VI dalam kegiatan kursus tentang cara penanaman benih kedelai tanpa olah tanah suatu hal yang sangat diharapkan oleh petani dikarenakan keadaan wilayah di BPP Peunaron memiliki banyak lereng gunung, dengan adanya kegiatan kursus tani diharapkan dapat meningkatkan budidaya dan produksi tanaman kedelai. Kegiatan kursus dilaksanakan oleh Supriadi Agus tanggal 8 September 2017 dan dibantu (Kepala BBP Serbajadi, BABINSA, penyuluh PNS, dan Penyuluh THLTB). Penanaman kedelai Tanpa Olah Tanah (TOT) memiliki kelebihan dan kekurangan antara lian:1. Menyingkat waktu budidaya karena petani tidak perlu melakukan pengolahan tanah terlebih dahulu.2. Menghemat ongkos tenaga kerja.3. Menghindari kerusakan tanah, karena tanah yang terlalu sering dibalik dan digemburkan akan mengalami pengerasan dalam jangka panjang. Selain itu tanah yang dibajak atau digemburkan akan terbuka, sehingga ada potensi hilangnya mineral tanah.4. Mengurangi erosi lapisan hara tanah bagian atas karena proses pengolahan.Sementara itu kekurangan metode tanpa olah tanah antara lain:1. Ada kemungkinan tanah telah ditumbuhi gulma yang bisa mengganggu pertumbuhan tanaman.2. tanah tidak dibuka ada kemungkinan sisa-sisa hama yang masih berkembang biak di atas lahan, dan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman berikutnya. Dari kelebihan penanaman kedelai tanpa olah tanah sangat sesuai dengan keadaan wilayah BPP Peunaron yang berlereng, akan tetapi harus dibarengi oleh teknik budidaya yang baik dan benar. Pada penanaman kedelai Tanpa Olah Tanah (TOT) sebelumnya harus dilakukan pembersihan gulma pada lahan dan pada lobang tanam sebaik nya diberikan furadan atau kurater agar benih jagung tidak diserang oleh semut. Kegiatan kursus di Desa Buket Tiga berjalan lancar, hal ini tidak telepas dari peran Banjar, SP (Kepala BPP Serbajadi) dalam memonitoring dan mengevaluasi kegiatan Sekolah Lapang (SL) dan koordinasi antara penyuluh dengan patani pada kegiatan kursus dilapangan. Penulis: Supriadi Agus, Admin Cyber Extantion.