Loading...

Penanaman Kentang di Lahan Miring di Desa Tondok Bakaru Kec Mamasa Kab Mamasa

Penanaman Kentang di Lahan Miring di Desa Tondok Bakaru Kec Mamasa Kab Mamasa
ekomendasi pengelolaan konservasi lahan untuk tanaman kentang Budidaya pertanian di lahan pegunungan dihadapkan kepada faktor pembatas biofisik seperti lereng yang relatif curam, kepekaan tanah terhadap longsor dan erosi, curah hujan yang relatif tinggi, dan lain-lain. Kesalahan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya lahan di daerah pegunungan dapat menimbulkan kerusakan atau cekaman biofisik berupa degradasi kesuburan tanah dan ketersediaan air yang dampaknya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di lahan pegunungan, tetapi juga di dataran rendah. Oleh karena itu diperlukan pedoman budidaya pertanian di Lahan Pegunungan yang dapat dijadikan dasar dalam penyusunan petunjuk teknis oleh instansi terkait di daerah. Pedoman yang dimaksud sudah dirumuskan dalam bentuk Peraturan Menteri Pertanian No. 47/OT.140/10/2006. Permentan ini mengatur budidaya secara umum, sehingga untuk pertanaman kentangpun dapat mengadopsi kondisi ini disesuikan dengan sifat fisik tanahnya. Arah bedeng terbaik adalah memotong lereng, dan air yang tertampung diantara bedeng diarahkan ke posisi terendah dan diberi tempat untuk penampungan bila memungkinkan, 2) alternatif kedua adalah guludan dibuat miring 45o dari arah tegak searah lereng dan diujung bedengan dibuat jalan air/penampungan air. Tujuannya agar memberi kesempatan air untuk mengalir dan terkumpul aliran penampungan pada masing-masing teras sehingga ada kesempatan air terserap ke dalam tanah ataupun mendeposisikan tanah yang terbawa air.