PENANAMAN LEGOWO 2:1 Dasar pemikiran mengapa istilah legowo diterapkan pada cara tanam padi adalah pertumbuhan dan hasil padi berada dipinggir selalu lebih daripada yang terletak di bagian tengah dan memudahkan petani dalam pemeliharaan terutama pada saat aplikasi pupuk. Teknik Pemeliharaan Tanaman Pemupukan dilakukan secara alur pada tempat yang berjarak 20 cm dan posisi yang memupuk pada tempat yang berjarak 40 cm. Dengan cara ini pupuk lebih dekat denga perakaran sehingga dapat dimamfaatkan oleh tanaman secara maksimal. Untuk penyiangan sebaiknya dilakukan dengan menggunakan landak/osrok cukup satu arah yaitu searah dalam barisan dan tidak perlu dipotong sepertimpada cara tanam bujur sangkar (2 arah). Adanya lorong-lorong yang berjarak 50 cm, sinar matahari dan sirkulasi udara dapat berjalan optimal sehingga perkembangan hama/penyakit dapat diminimalisir. Kelebihan dan Kelemahan Legowo Manfaatnya yaitu : Menambah jumlah tanaman sehingga akan meningkatkan produksi Mengurangi tingkat serangan hama dan penyakit Mempermudah dalam perawatan tanaman Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian dalam baris tanaman Kelemahannya yaitu : Membutuhkan tenaga tanam yang lebih banyak dan waktu tanam yang lebih lama pula Membutuhkan benih yang lebih banyak dengan semakin banyaknya populasi. Biasanya pada legowonya akan lebih banyak ditumbuhi rumput Pada saat ini sistem tanam legowo 2:1 di Desa Rappoa sudah dilaksanakan oleh petani. Namun yang perlu di perhatikan oleh petani yang ada di desa rappoa dalam melakukan sistem tanam legowo 2:1 sehingga dapat menunjang peningkatan produktivitas yaitu antara lain: 1) jumlah populasi tanaman harus sesuai dengan anjuran, 2) menambah takaran penggunaan pupuk. Ditulis oleh : ANDI IRMA, SP Penyuluh Kontrak Daerah Kabupaten Bantaeng