Loading...

PENANAMAN PADI DENGAN MENGGUNAKAN MESIN TANAM PADI (RICE TRANSPLANTER) PADA KEGIATAN SL-UPSUS PADI DI DESA SIDOBINANGUN

PENANAMAN PADI DENGAN MENGGUNAKAN MESIN TANAM PADI (RICE TRANSPLANTER) PADA KEGIATAN SL-UPSUS PADI DI DESA SIDOBINANGUN
Rice transplanter adalah jenis mesin penanam padi yang dipergunakan untuk menanam bibit padi yang telah disemaikan pada areal khusus dengan umur tertentu, pada areal tanah sawah kondisi siap tanam, mesin dirancang untuk bekerja pada lahan berlumpur (puddle). Oeh karena itu mesin ini dirancang ringan dan dilengkapi dengan alat pengapung. Tanam dengan Transplanter Padi merupakan teknik penanaman bibit padi dengan menggunakan alat modern dengan diharapkan proses penanaman bisa menjadi lebih cepat dan efisien, sedangkan tanam atau penanaman dengan metode tandur (konvensional) merupakan metode tanam bibit padi dari kebiasaan para petani pada umumnya dengan tanpa menggunakan alat. Kelebihan Alat Transplanter Padi 1. Tanam lebih cepat 2. Bisa menjangkau area tanam lebih luas 3. Hari orang kerja (HOK) Hanya 1 orang 4. Mudah di operasikan 5. Jarak tanam bisa di stel atau di setting 6. Tanam tepat waktu dan sesuai jadwal 7. Tanpa batasan waktu (siang/malam) kapanpun bisa Kekurangan menggunakan Alat Transplanter Padi 1. Petani belum terbiasa 2. Harga alat masih tinggi Cara Persemaian : Untuk cara ini dapat disiapkan bedeng tempat persemaian benih padi dengan ukuran panjang 4.000 cm x 60 cm. Kemudian disiram air secukupnya sampai lembab. Setelah itu taburkan benih padi yang terpilih 3 kg benih per bedeng, sehingga dalam 1 ha membutuhkan benih sekitar 40 kg. Selanjutnya benih ditutup kembali dengan tanah secara merata setebal 0,3-0,5 cm. Untuk lahan 1 ha diperlukan sekitar 14bedeng. Pemeliharaan persemaian Penyiraman dilakukan sejak bibit berumur 4 hari sampai bibit siap tanam. Penyiraman dilakukan secara merata, terutama pada bagian pinggir bedeng setiap 1 - 2 hari sekali pada waktu pagi. Penyiraman dilakukan sampai air menembus pada bagian bawah bedeng. Bibit padi dapat dipindahtanamkan saat berumur 12 hari dan paling akhir adalah 18 hari setelah semai. Pengambilan bibit dapat langsung diirid dan digulung. Oleh : Niluh Sulviyani, SP Penyuluh WKPP Desa Sidobinangun Kec. Tanalili Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tanalili