Loading...

PENANAMAN PADI DENGAN POLA JAJAR LEGOWO 2 : 1

PENANAMAN PADI  DENGAN POLA JAJAR LEGOWO  2 : 1
PENDAHULUANKebutuhan beras Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagian besar masih diimport dari daerah lain, yang disebabkan lahan sawah yang tidak terlalu luas juga produktifitas lahan masih rendah. Oleh karena itu Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah adalah pendekatan untuk me-ningkatkan produktifitas lahan dan kwalitas beras dengan biaya produksi yang rendah, kelestarian lingkungan terjaga, teknologi yang diterapkan spesifik lokasi.TEKNOLOGI PTT PADI SAWAH 1. Tanaman varietas padi unggulVarietas yang sesuai lingkungan setempat seperti sudah beradaptasi, sesuai selera pasar, hasil tinggi, tahan hama/penyakit dan tahan rebah Dalam menentukan teknologi spesifik lokasi yang harus diperhatikan :a. Bila hasil padi menurun karena tanah ber-masalah sakit, komponen teknologi yang harus diperhatikan adalah : benih bermutu, bahan organik, pengairan berselang, pemupukan N,P,K sesuai kebutuhan padi dan ditambah unsur lain sulfur (S) dan seng (Zn) selain teknologi lain.b. Bila hasil padi normal, komponen teknologi yang harus diperhatikan adalah : varietas unggul, benih bermutu, bibit yang sehat, bibit muda (4 daun) selain teknologi lain.c. Bila tanaman padi sering diserang hama/ penyakit (tungro), komponen teknologi yang harus diperhatikan adalah : benih bermutu, kendalikan penyakit tungro secara terpadu seperti tanam varietas tahan tungro (Tukat undo, Kalimas, Bodoyudo), kendali-kan wereng hijau sebagai perantara, sanitasi, cabut rumpun yang terserang dan jauhkan dari petakan (kubur/bakar) selain komponen lain.d. Bila lahan sering kekurangan air, yang harus diperhatikan adalah pengolahan tanah kering, guna kan sistem tabela atau sistem gogo rancah dengan menggunakan varietas umur genjah (2. Persiapan lahan secara sempurna? Bersihan pematang untuk menghindari tempat bersarang-nya hama/penyakit? Lakukan olah tanah secara sempurna (dibajak, dihancurkan dan diratakan) hingga mencapai pelumpuran yang baik.? Bila menggunakan sistem tabela, lengkapi lahan dengan parit (kemalir) pada pinggir petakan.3. Persemaiaan : ? Yang harus diperhatikan untuk tempat per-semaian adalah : air mudah dikendalikan, luasnya 0,4 % dari luas lahan, pengolahan lahan persemaian sempurna bersamaan dengan peng olahan tanah pertama, tambahkan bahan organik, sekam padi sebanyak 2 kg/m² untuk menggemburkan tanah, memudahkan pencabut an bibit sehingga terhindar dari kerusakan bibit dan akar.? Taburkan benih yang telah direndam dan di peram pada pesemaian dengan kepadatan 2 kg/ m2 yang telah diberikan Urea 20-40 gr/m2 serta furadan secukupnya4. Cara dan tata tanam? Tanam pindah (tapin), Gunakan 2-3 bibit/rum-pun dengan umur 15-18 hari karena memiliki kelebihan bibit cepat kembali pulih, akar menjadi kuat dan dalam, anakan banyak, tahan rebah, tahan kekeringan.? Tanam pola Jajar Legowo 2 : 1, 3 : 1 atau 4 : 1 jarak tanam yang digunakan 20 x 10 x 40 cm atau 25 x 12.5 x 50 cm.Cara Tanam Pola Jajar LegowoCara Tanam Jarak Tanam Jumlah Populasi1 2 3Baris Biasa (Ubin) 20 x 20 250.000Baris Biasa (Ubin) 25 x 25 160.000Legowo 2 : 1 20 x 10 x 40 325.000KEUNTUNGAN TANAM DENGAN JAJAR LEGOWOKeuntungan jajar legowo : barisan pinggir meningkat yang memberi hasil tinggi; perawatan (pemberan-tasan hama/penyakit, pemupukan, penyiangan lebih mudah dan teliti. 5. Pemupukan? Pupuk N pertama 5 hst sebanyak 30 % dari dosis, selanjutnya sesuai BWD.? Pupuk P diberikan seluruh-nya pada pupuk dasar (ber-sama N Pertama)? Pupuk K 50% bersama pupuk dasar dan 50% menjelang premodial (35-40 hr)6. Pengaturan airPengairan berselang (setelah tanam 2-3 cm, biarkan sampai retak, lalu diairi 5 cm, biarkan sampai retak dst sampai masa premordial dan air dipertahankan 5 cm sampai masa pengisian polong penuh lalu dikeringkan)7. Pengendalian hama penyakit? Gunakan varietas bersertifikat yang tahan ter-hadap hama/penyakit ? Lakukan pola tanam, waktu tanam, kebersihan lahan, pengolahan dan pemupukan.yang tepat? Lakukan pengamatan secara berkala.? Pengendalian dengan mekanik (perang-kap, pagar) atau musuh alami ? Penggunaan pestisida bila diperlukan (insektisida, fungisida, molucasida)7. PenyianganLakukan penyiangan dengan mencabut langsung dengan tangan, menggunakan landak atau menggunakan herbisida9. Pupuk organikKembalikan jerami secara langsung atau dikompos-kan lebih dahulu atau menggunakan pupuk kandang, untuk menambah unsur hara dalam tanah juga memperbaiki sifat fisik tanah.10. Panen dan pasca panen.Lakukan panen menggunakan sabit bergerigi bila 95 % gabah telah menguning atau 30 – 35 hari setelah berbunga dan segera dirontok untuk menghindari kehilangan dan penurunan mutu hasil dan dilanjutkan penjemuran sampai kadar air. kering giling 14 % By Lazarus Tipa Djawa,SSTPenyuluh Kecamatan Kupang TengahKabupaten Kupang NTT