Loading...

PENANAMAN PADI SAWAH SISTEM JAJAR LEGOWO

PENANAMAN PADI SAWAH SISTEM JAJAR LEGOWO
1). Pengertian Jajar LegowoSistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata "lego" berarti luas dan "dowo" berarti memanjang. Legowo di artikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong. Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1, dan seterusnya2). Prinsip Jajar Legowo. Sistem tanam ini juga memanipulasi tata letak tanaman, sehingga rumpun tanaman sebagian besar menjadi tanaman pinggir. Tanaman padi yang berada di pinggir akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak, sehingga menghasilkan gabah lebih tinggi dengan kualitas yang lebih baik. Pada cara tanam legowo 2:1, setiap dua baris tanaman diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak barisan, namun jarak tanam dalam barisan dipersempit menjadi setengah jarak tanam aslinya. Pengaturan sistem tanam menentukan kuantitas dan kualitas rumpun tanaman padi, yang kemudian bersama populasi/jumlah rumpun tanaman per satuan luas berpengaruh terhadap hasil tanaman. Namun, beberapa faktor juga mempengaruhi diterapkannya suatu jarak tanam oleh petani di suatu wilayah adalah: (1) ketersediaan tenaga kerja, (2) ketersediaan benih, (3) kemudahan operasional di lapang (ada/tidak ada lorong), (4) penyuluhan tentang jarak tanam, dan (5) kondisi wilayah (keadaan drainase, endemik keong mas, dll)3). Keuntungan Sistem Jajar Legowo.Menurut Sembiring (2001) dalam Abdulrahman, dkk (2013), sistem tanam legowo merupakan salah satu komponen PTT pada padi sawah yang apabila dibandingkan dengan sistem tanam lainnya memiliki keuntungan sebagai berikut: Terdapat ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua kelompok barisan tanaman yang akan memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap rumpun tanaman padi sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman. : 1. Sistem tanaman berbaris ini memberi kemudahan petani dalam pengelolaan usahataninya seperti: pemupukan susulan, penyiangan, pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit (penyemprotan). disamping itu juga lebih mudah dalam mengendalikan hama tikus.2. Meningkatkan jumlah tanaman pada kedua bagian pinggir untuk setiap set legowo, sehingga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas tanaman akibat peningkatan populasi.3. Sistem tanaman berbaris ini juga berpeluang bagi pengembangan sistem produksi padi-ikan (mina padi) atau parlebek (kombinasi padi, ikan, dan bebek).4. Meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10-15%.Laporan hasil penerapan sistem jajar Legowo di Klptani Tri Anggolasi Desa Wado Kecamatan Kedungtuban pada Musim Tanam Juni 2018 s/d September 2018 pada sawah . 4). Teknik Penerapan Sistem Jajar Legowo4.1 Pengolahan tanah. Pengolahan tanah dilakukan 2 kali bajak dan ratakan, agar terdapat media tumbuh baik untuk pertumbuhan akar. Antara pengolahan tanah pertama dan kedua diberi waktu yang cukup agar rumput dan bijinya mati. Tanah harus rata dan dibuat parit keliling dan tengah agar pertukaran air dan udara tanah teratur.4.2 Benih. Gunakan benih unggul bermutu dan bersertifikat. Benih varietas unggul adalah benih yang mampu beradaptasi dengan lingkungan, pertumbuhan baik produksi tinggi kualitas baik rasa nasi diterima pasar dan tahan hama penyakit. Benih bermutu adalah benih dengan daya tumbuh tinggi dan Uji Mutu benih bertujuan untuk melihat kualitas benih dengan memakai air bersih campur garam. Garam dimasukkan dalam air sampai butir telur ayam mengapung. Benih yang tenggelam adalah benih yang baik, selanjutnya benih direndam dalam air bersih selama 24 jam ,kemudian diperam dalam karung basah selama 24 jam lalu disemaikan.4.3 Pesemaian Benih Pesemaian dapat langsung disawah atau menggunakan baki /tampah plastic atau triplek. Kebutuhan benih 25 – 30 kg/hektar disemaikan pada areal seluas 400-500 m2.4.4 Penanaman. Penanaman dilakukan dengan menanam 1 – 3tanaman perrumpun atau tegakan, penanaman dilakukan pada bibit umur 15 s/d 20 hari dengan system jajar legowo 2:1 ( 40x20x10 cm) atau legowo 4:1 ( 40x25x12). Sesudah dicabut bibit segera ditanam . admin-blora: Slamet Mua`rifin(BP3K Kedungtuban); Sri Endah M, SP.