Loading...

PENANAMAN POKTAN KELTAPENIS PADA KEGIATAN DEKON UPSUS PAJALE T.A. 2017

PENANAMAN POKTAN KELTAPENIS PADA KEGIATAN DEKON UPSUS PAJALE T.A. 2017
Tanaman jagung merupakan komoditas pangan yang penting, untuk itu faktor-faktor cara budidaya yang dilakukan mempengaruhi hasil yang diperoleh. Salah satu faktor tersebut adalah cara & pola tanam. Cara tanam yang benar dan sesuai mempengaruhi kemampuan benih untuk tumbuh dan berkembang menjadi tanaman induk secara utuh. Melalui tahapan tersebut, tanaman bisa tumbuh dengan tepat dan sehat. Poktan Keltapenis Desa Tanjungmekar Kec. Jamanis melakukan penanaman jagung di kawasan demplot Jagung yang akan dilaksanakan. Syarat benih yang patut di pertimbangkan untuk di tanam sebaiknya bermutu, tinggi baik fisik, genetik maupun fisiologinya (benih hibrida). Daya tumbuh benih lebih dari 90 % dan tidak melampaui umur simpan benih/umur kedaluwarsa. Kebutuhan benih untuk 1 hektar lahan kurang lebih 15 s/d 20 kg. Secara umum pola tanam yang biasa dilaksanakan untuk tanaman jagung ada beberapa cara, diantaranya; tumpang sari (intercropping), tumpang gilir (multiple cropping) dan tumpang sisipan (relay cropping). Tumpang sari ialah melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (baik umur sama maupun berbeda). Contohnya tumpang sari sama umur antara jagung dengan kedelai, tumpang sari beda umur antara jagung dengan ketela pohon. Tumpang gilir ialah penanaman yang dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor lain agar mendapatkan keuntungan maksimum. Contonya jagung muda, padi gogo, kedelai, kacang tanah, dll. Sementara untuk tumpang sisipan ialah pola tanam dengan menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Contonhya jagung disisipkan dengan kacang tanah, ketika jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang. Cara tanam yang dilakukan petani di lingkungan UPT BPP Jamanis secara umum adalah dengan menugal (melubangi) tanah dengan kedalaman 3 s/d 5 cm, kemudian lubang tanam tadi di isi 1 s/d 2 butir benih. Jarak tanam biasanya disesuaikan dengan umur panen tanaman. Semakin panjang umurnya semakin lebar jarak tanamnya. Jagung berumur panen lebih dari 100 hari biasanya menggunakan jarak tanam 40 x 100 cm. Jagung yang berumur panen 80 s/d 100 hari jarak tanamnya 25 x 75 cm. Penyulaman hanya dilakukan apabila ada tanaman yang tumbuhnya kurang baik/mati. Tanaman yang kurang baik tumbuhnya dipotong dengan pisau atau gunting tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung sebaiknya tidak dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang dibiarkan tumbuh. Penyulaman dilakukan 7 s/d 10 hari setelah tanam. (admin)