Loading...

Penanaman Sayuran Kangkung Di Bedengan

Penanaman Sayuran Kangkung Di Bedengan
Penyuluh Pertanian Lapangan ( PPL ) Desa Pattinoang Kecamatan Galesong bersama kelompok tani Paraikatte Desa Pattinoang Kecamatan Galesong bersama - sama melakukan penanaman tanaman kangkung di bedengan pada tanggal 7 – 8 – 2019. Kegiatan kelompok tani Paraikatte di Desa Pattinoang selain menanam padi, jagung, petani juga menanam sayuran kangkung di bedengan hal ini di lakukan untuk menambah nilai tambah pendapatan, petani menanam sayuran berupa kangkung di bedengan dengan syarat tumbuh tipe tanah lempung sampai lempung berpasir, gembur dan mengandung bahan organic. Dengan persyaratan lain seperti lokasi terbuka dan memperoleh sinar matahari langsung. Untuk Penyiapan Lahan, anggota kelompok membersihkan rumput gulma dan sisa tanaman dari periode tanaman sebelumnya, kemudian anggota kelompok membajak atau mencangkul lahan dengan membalik dan memecah agregat tanah , setelah itu anggota kelompok tani membuat bedengan dengan lebar 110 cm dan tinggi 20 – 25 cm serta selokan selebar 40 cm, sebar pupuk kandang secara merata keseluruh permukaan bedengan, selanjutnya aduk aduk ke dalam tanah sambil menggemburkan permukaan bedengan, campur ketiga macam pupuk kimia ( Urea, SP-36 dan KCL). Tebar segera pupuk secara merata keseluruh permukaan bedengan. Lakukan sekali lagi pengadukan pupuk ke dalam tanah samai lebih menggemburkan agregat tanah. Ratakan permukaan bedengan menggunakan cangkul atau bilah bamboo. Penanaman di buatkan alur alur melintang di permukaan bedengan menggunakan sebilah bambu atau kayu yang di buat lancip di bagian ujungnya. Kedalaman alur 1,5 – 2,0 cm. jaraknya antar alur 15 – 17 cm, tanam benih di alur - alur yang sudah di buat, caranya tebar benih di lubang alur dengan kerapatan rata – rata 3 – 4 benih per 1 cm panjang alur. Timbun alur penanaman dengan tanah tipis ( 0,5 cm), idealnya, penimbunan alur penanaman menggunakan campuran tanah dan sekam padi dengan perbandingan 2 : 1. Sebelum benih tumbuh, lakukan pengairan lahan system leb ( pengairan lewat selokan) untuk sementara waktu. Jika pengairan dengan system leb tidak memungkinkan, siram lahan menggunakan gembor yang percikan airnya halus agar benih tidak berantakan. Pemeliharaan yang biasa di lakukan oleh anggota kelompok tani Paraikatte yaitu penjarangan, pendangiran, penyiangan dan pengairan dan untuk panen dan pascapanen di lakukan pembasahan terlebih dahulu untuk memudahkan pencabutan tanaman kangkung, pencabutan tanaman kangkung beserta akarnya untuk mempertahankan tingkat kesegaran tanaman dalam waktu yang relative lama, kumpulkan hasil panen di tempat pencucian cuci kangkung yang telah di panen terutama bagian akarnya dari bekas bekas tanah hinggah bersih, kemudian susun rapi kangkung yang telah di cuci di atas rak rak terbuka untuk di angin anginkan dan agar bekas air pencuci bias tiris, setelah di angin anginkan kangkung sudah dapat di ikat menggunakan tali dan siap untuk di pasarkan sesuai permintaan pasar. Penanaman tanaman kangkung yang di lakukan oleh petani kelompok tani paraikatte mempunyai tujuan untuk menambah nilai tambah pendapatan pada petani pada umumnya dan dapat memenuhi kebutuhan permintaan di pasar. Penulis : Mispawati Sumber : Kelompok Tani Paraikatte,Desa Pattinoang Kabupaten Takalar