Sistem jajar legowo pada umumnya adalah sistem menanam yang diterapkan pada tanaman padi dan ternyata bisa juga diaplikasikan pada tanaman jagung.Berbeda dengan padi, tanaman jagung tidak membentuk anakan sehingga penerapan sistem jajar legowo pada tanaman jagung lebih diarahkan pada:1. Meningkatkan penerimaan intensitas cahaya matahari pada daun dan diharapkan hasil asimilat meningkat sehingga pengisian biji dapat optimal.2. Memudahkan perawatan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan serta pemberian air.3. Memudahkan penanaman untuk pertanaman II dengan sistem tanam sisip yang dilakukan 2 minggu sebelum pertanaman I dipanen (khusus untuk wilayah potensial penanaman jagung 2 kali berturut-turut) sehingga menghemat periode pertumbuhan tanaman di lapangan.Anjuran populasi tanaman untuk jagung adalah berkisar 66.000-7l.000 tanaman/Ha. Untuk itu, jarak tanam biasa yang diterapkan adalah 75cm x 20cm (l tanaman /lubang) atau 70cm x 40cm (2 tanaman/lubang) atau 70 cm x 40 cm (2 tanaman/lubang). Jika penanaman dilakukan dengan cara tanam legowo, agar populasi tanaman berkisar antara 66.000 – 7l.000 tanaman/Ha, maka jarak tanam yang diterapkan adalah :1. Jarak tanam 20cm x (50 cm – l00 cm) l tanaman/lubang atau 40 cm x (50 cm – l00 cm) 2 tanaman/ lubang (populasi 66.000 tanaman / Ha. Diterapkan jika tanaman mempunyai tipe tinggi dan helai daun terkulai 2. Jarak tanam 20 cm x ( 40 cm – l00 cm ) l tanaman/ lubang atau 40 cm x (40 cm – l00 cm) 2 tanaman/lubang (populasi 7l.000 tanaman/Ha). Diterapkan jika tanaman mempunyai tipe tumbuh pendek dan helai daun tegak. OLEH : SERVASIUS BANO,SST WKPP BORONUBAEN, BPP BIBOKI UTARA KAB. TTU