Batang BawahBatang bawah sebagai benih diambil dari buah yang sehat dan dipanen dari pohon karena buah yang jatuh dari pohon biasanya terinfeksi oleh penyakit yang penularannya melalui tanah seperti Tubercularia sp, Phomopsia sp, Diplodia sp, Penicillium sp, Aspergilus sp, Meliola sp, Rhizoatonia sp, Mucor sp, dan Monitea sp. Peranan batang bawah yang digunakan untuk bibit jeruk adalah kemampuan batang bawah mengeksploitasi kondisi lahan yang tidak menguntungkan dan toleransinya terhadap faktor lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti tanah yang ber pH tinggi, tanah pasang surut, tanah kering serta toleransinya terhadap beberapa penyakit. Beberapa jenis jeruk yang biasa digunakan sebagai batang bawah adalah:• Rough Lemon (RL)Batang bawah ini menghasilkan pohon vigor dengan ukuran buah besar dan mutu buah kurang memuasakan. Rough Lemon toleran terhadap Tristeza, tanah dengan pH tinggi dan tahan kekeringan. RL peka terhadap Phhtopthora sp. • Japansche Citroen (Rangpur Lime)Pohon di atas batang bawah Japansche Citroen (JC) cenderung vigor dan ukuran buah besar serta mutu buah memuaskan. JC toleran terhadap sanitasi tinggi, kekeringan, dan penyakit Triteza. JC peka terhadap Phyhopthora sp. • Cleopatra Mandarin Batang bawah ini menghasilkan pohon yang berukuran baik, produksi rendah dengan ukuran buah relatif kecil tetapi mutu buahnya memuaskan. Varietas batang bawah Cleopatra Mandarin, toleran terhadap Triteza, salinitas tinggi dan agak toleran terhadap Phyhopthora sp. Cleopatra Mandarin agak peka terhadap kondisi kelebihan air. • Swingle CitromeloBatang bawah ini memberikan pertumbuhan relatif vigor dengan produksi dan mutu buah yang memuaskan. Swingle Citromelo toleran terhadap Triteza, Phyhopthora sp dan kelebihan air (genangan) tetapi tidak cocok untuk lahan berliat, berkapur, dan ber pH tinggi. Jarak TanamJarak tanam menentukan jumlah populasi per hektar. Jarak tanam jeruk tergantung jenis/kultivar jeruk yang ditanam, yaitu:• Jeruk Keprok: 3 m x 4 m sehingga jumlah populasi/ha 833 pohon• Jeruk Manis 3 m x 4 m atau 6 m x 4 m sehingga jumlah populasi/ha 833 atau 416 pohon• Jeruk besar 7 m x 7 m sehingga jumlah populasi/ha 204 pohon. Pada pertanaman jeruk secara komersial, pengaturan jarak tanam menjadi meningkat kepentingannya. Para investor akan menghendaki net return secepatnya pada investasi kebunnya dengan memaximalkan umur pertanamannya. Pola Penanaman1. Monokultur Pertanaman jeruk di lahan tanpa ada tanaman lain. Umumnya monokultur ditanam di perkebunan milik swasta atau pada kebun jeruk yang ditanam dengan populasi tinggi. 2. Multikultur/tumpang sari Tanaman tumpang sari ditanam di antara sela-sela pohon jeruk untuk mengisi/memanfaatkan ruangan atau sela-sela tanaman utama selama tajuk tanaman jeruk belum saling menutupi (selama 4-5 tahun sejak awal penanaman jeruk). Tanaman ini dimaksudkan untuk menambah pendapatan petani selama jeruk belum berproduksi. Tanaman yang ditanam yaitu tanaman yang tidak menjadi saingan pohon utama (jeruk) dan yang tidak berperan sebagai sumber hama/penyakit tanaman jeruk. Jenis tanaman tumpang sari antara lain (a) tanaman pangan (padi gogo, jagung, kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau); (b) tanaman hortikultura (pisang, nenas, cabai, terong, kacang panjang); (c) bahan tanaman obat (jahe). Setelah tanaman jeruk berumur 5 tahun, penanaman tumpang sari masih dapat dilakukan akan tetapi dipilih tanaman yang tahan terhadap naungan seperti jahe, vanili, dan kapulaga. Penulis: Mariati Tamba (Penyuluh Pertanian Pusat) Sumber: Direktorat Jenderal Hortikultura Kemeterian Pertanian