Untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal, sejak awal selain memperhatikan Penanganan Telur Tetas dan Penetasannya serta Pakan dan Obat Hewan, salah satunya juga harus betul-betul memperhatikan Penanganan DOC dan Pasca Penanganan DOC ayam lokal secara baik. Usaha peternakan merupakan salah satu usaha yang menjanjikan dan dapat diandalkan sebagai penopang sumber ekonomi keluarga. Berbagai upaya pun telah dilakukan para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta agar usahaternak ini semakin berkembang baik dalam sistem maupun pembibitannya. Untuk pengembangan sistem dan usaha pembibitan ternak, secara umum diarahkan guna memenuhi kebutuhan dalam jumlah dan mutu yang sesuai dengan permintaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan perkembangan ototonomi daerah dapat dijadikan upaya pemanfaatan ayam lokal secara nasional. Adapun yang dimaksud ayam lokal adalah ayam asli Indonesia yang berasal dari ayam-ayam yang telah didomestikasi seperti ayam kampung (sayur) dan ayam lokal daerah seperti ayam Kedu Hitam, Pelung, Merawang, Sentul, Kokok Balengggek dan ayam lokal lain. Sedangkan yang dimaksud Day Old Chick (DOC) adalah anak ayam yang berumur 1 hari. Untuk mendapatkan DOC yang baik sesuai keinginan, juga harus memperhatikan Penanganan Telur Tetas dan Penetasannya serta Pakan dan Obat Hewan. Penanganan Telur Tetas dan Penetasannya pada pembibitan ayam lokal yang baik dilakukan sebagai berikut : 1) Telur yang akan ditetaskan hendaknya diperoleh dari induk dengan mutu produksi yang baik; 2) Sebelum ditetaskan, telur diseleksi sesuai persyaratan untuk telur tetas berdasarkan bobot minal 37 gram/butir, bentuk telur oval, dan kondisi fisik kerabang halus dan tidak retak, kemudian disimpan pada suhu ruangan 22 – 25 °C paling lama 7 hari; 3) Penetasan dilakukan dengan mesin tetas yang kapasitasnya disesuaikan dengan kebutuhan.Sebelum dilakukan Penanganan DOC dan Pasca Penanganan DOC ayam lokal, sebaiknya harus memahami tentang Pakan dan Obat Hewan. Pakan dan Obat Hewan untuk ayam Lokal yang harus diperhatikan, antara lain : 1) Pakan yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan minimal gizi untuk ayam lokal; 2) Pakan yang dibuat atau yang telah dimasukkan ke lokasi pembibitan dilarang untuk dikeluarkan kembali dari lokasi pembibitan; 3) Obat Hewan yang dipergunakan untuk ayam lokal, seperti biologik, premik, farmasitik adalah obat hewan yang telah terdaftar dan memiliki nomor pendaftaran obat hewan; 4) Penggunaan Obat Hewan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal, sejak awal selain memperhatikan Penanganan Telur Tetas dan Penetasannya serta Pakan dan Obat Hewan, salah satunya juga harus betul-betul memperhatikan Penanganan DOC dan Pasca Penanganan DOC ayam lokal secara baik. Adapun Penanganan DOC dan Pasca Penanganan DOC ayam lokal secara baik seperti berikut:Penanganan DOC. Pada pembibitan ayam lokal yang baik perlu adanya Penanganan DOC, yaitu : 1) Anak ayam yang dikeluarkan dari mesin tetas setelah bulu kering; 2) Anak ayam yang tidak memenuhi persyaratan kualitas disingkirkan; 3) Pemisahan jantan dan betina dilakukan melalui metode seksing (cloaka, suara dan warna bulu); 4) Anak ayam yang untuk dijual/dikeluarkan dari tempat pembibitan harus sudah divaksin mareks; 5) Pengeluaran bibit DOC harus disertai dengan cacatan program vaksin yang telah dan seharusnya dilakukan kemudian.Penanganan Pasca DOC. Pada pembibitan ayam lokal yang baik perlu dilakukan Penangan Pasca DOC, sebagai berikut : 1) Penjualan anak ayam lebih memungkinkan untuk mendapatkan betina dan jantan saja, karena pada umur 6 minggu perbedaan sex sudah terlihat; 2) Segera setelah menetas anak ayam dipelihara dalam indukan dengan fasilitas cukup ruang, suhu, pakan dan air minum pada umur 3 hari dilakukan vaksinasi ND, yang diulang pada umur 3 minggu; 3) penanganan Bibit Pasca DOC harus disertai dengan catatan program vaksinasi yang telah dan seharusnya dilakukan kemudian (Inang Sariati). Sumber : 1) Lampiran Permentan No. 49/Permentan/OT.140/10/2006 "Pedoman Pembibitan Ayam Lokal Yang Baik (Good Native Breeding Practice).2) https://www.google.co.id/search?newwindow=1&safe=active&biw=1024&bih=677&tbm=isch&sa=1&q=DOC+AYAM+LOKAL&oq=DOC+AYAM+LOKAL