Penanganan Panen Cabe Rawit Di Kelompok Tani Catur Amerta Sari, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kab. Karangasem Bali
Cabe rawit merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai jual yang tinggi.karena Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, Ketersediaan cabai dirasakan belum dapat memenuhi kebutuhan seiring dengan makin bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya ekonomi masyarakat. Cabai merah memiliki sifat yang mudah rusak. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar air yang terkandung di dalam buah cabai, yaitu sekitar 90 %. Tingginya kadar air ini menyebabkan buah cabai cepat membusuk yang apabila tidak ditangani secara baik dan benar akan menimbulkan kerugian yang besar bagi pelaku utama maupun pelaku usaha. Karena sifat buah cabai merah yang cepat membusuk, penanganan panen dan pasca panen yang baik dan benar menjadi hal yang penting dilakukan. Memanen cabai rawit yang telah siap panen sesuai persyaratan yang telah ditentukan untuk memperoleh hasil sesuai dengan persyaratan yang diminta pasar. Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kegiatan panen yaitu : Pemanenan dilakukan pada umur panen yang tepat untuk menghasilkan mutu yang baik. Pemanenan dilakukan dengan cara yang tidak menurunkan hasil; Hasil panen dilakukan secara hati-hati; Alat dan wadah yang digunakan untuk panen dalam keadaan baik, bersih, bebas kontaminasi serta bukan bekas pestisida/ pupuk/ serta mudah dibersihkan; Hasil panen cabai rawit tidak boleh dicampur dengan cabai yang busuk atau terkena penyakit Pada saat panen, buah cabai rawit yang rusak sebaiknya disingkirkan, kemudian cabai rawit yang baik dimasukkan ke dalam karung jala apabila akan disimpan dapat diletakkan di tempat kering, sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Agar memberikan hasil yang terbaik Perlu diketahui waktu panen, sebaiknya panen dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 – 10.00 atau sore hari karena cahaya sinar matahari tidak terlalu panas. Waktu panen juga tergantung dari lamanya tanaman terkena sinar matahari, semakin lama tanaman terkena terik sinar matahari maka semakin cepat waktu panennya. Demikian pula lamanya musim penghujan, dapat memperlambat waktu panen. Dan kekurangan unsur hara juga akan memperlambat waktu panen tiba. Pada umumnya waktu panen rata-rata setelah berumur 2,5 bulan sampai 3 bulan sesudah disemai Panenan berikutnya dapat dilakukan 1 – 2 minggu tergantung dari kesehatan dan kesuburan tanaman. Cabai rawit bila dirawat dapat mencapai umur 1-2 tahun, apabila selalu diadakan pemangkasan dan pemupukan kembali setelah tanaman dipanen. Pemupukan kembali dapat memberikan pupuk organik seperti kompos maupun pupuk kandang yang sudah menjadi tanah Cara Penetuan Waktu Panen Antara Lain Sebagai Berikut Panen dilakukan pada buah yang tingkat kemasakanya sudah mencapai antara 80 -90%, kecuali panen saat muda untuk produk cabe hijau tentu dilakukan pada saat kemasakan antara 50-60 % dan dilakukan pada pagi hari setelah embunnya mengering. Sortasi dilakukan sekaligus dilahan, pisahkan yang rusak / cacat/ bekas terkena serangan OPT Panen kedua dan seterusnya dilakukan 2-3 hari sesudahnya Alat panen yang dipergunakan pada umumnya menggunakan pisau atau gunting kecil untuk memotong bagian tangkai cabai rawit. Kemudian sebagai wadah dapat digunakan keranjang kayu, rotan, maupun karung jala yang terlebih dahulu diberi alas dan diletakkan ditempat yang teduh. Oleh : I Made Supardika Putra, SP