penanganan panen dan pasca panen untuk meningkatkan mutu jagung
penanganan pasca panen yang tepat diperlukan untuk mendapatkan jagung yang bermutu tinggi dan menekan kehilangan hasil. penanganan yang kurang baik akan menyebabkan kerusakan biji sehingga menurunkan mutu dan harga jagung. tahapan panen dan pasca panen jagung panen jagung mutu hasil panen jagung akan baik bila jagung dipanen pada tingkat kematangan yang tepat (matang optimal). sebagai tanda jagung siap panen/ matang optimal antara lain : bila kelobot telah berwarna kuning, biji telah keras dan warna biji mengkilap, jika ditekan dengan ibu jari tidak lagi ditemukan bekas tekanan pada biji tersebut, pada keadaan seperti ini kadar air sudah mencapai sekitar 35%. pengeringan pengeringan adalah proses penurunan kadar air sampai mencapai nilai tertentu sehingga siap untuk diproses selanjutnya dan aman untuk disimpan dan mutu produk yang dihasilkan tinggi. disamping itu tujuan pengeringan adalah memenuhi persyaratan mutu yang akan dipasarkan, kadar air jagung yang memenuhi standar mutu perdagangan adalah 14%. untuk biji yang akan disimpan kadar air sebaiknya 13%, dimana jamur tidak tumbuh dan respirasi biji rendah. pengeringan jagung idealnya dalam dua tahap. pengeringan awal dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah pekerjaan pemipilan jagung. pengeringan awal ini dilakukan sampai kadar air sekitar 17-18%. pada keadaan ini jagung akan mudah dipipil dan tidak menimbulkan kerusakan. bila jagung sudah berupa jagung pipilan dapat dikeringkan sampai kadar air 13% sehingga tahan untuk disimpan. pemipilan pemipilan adalah pemisahan biji jagung dari tongkolnya. pemipilan dapat dilakukan bila tongkol sudah kering dan kadar air biji tidak lebih dari 18%, yaitu bila dipipil dengan tangan lembaga tidak tertinggal pada janggel. pipilan jagung pada kadar air tersebut lebih mudah dan kerusakan mekanis dapat ditekan. penyimpanan jagung pipilan dapat disimpan dalam karung plastik, kantong plastik, kaleng, jirigen dan sebagainya. penyimpanan jagung dengan cara tersebut pada kadar air maksimum 14%. kadar air jagung diatas 14% merupakan kondisi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan cendawan, yang dapat memproduksi bermacam-macam toksin antara lain aflatoksin serta hama yang senantiasa menyebabkan kerusakan. mutu dan standar mutu jagung mutu adalah sejumlah sifat karakteristik dari suatu komoditi yang membedakan suatu produk dan mempunyai nilai pasti dan mencerminkan tingkat penerimaan konsumen. pada prinsipnya ada dua persyaratan faktor-faktor penentu mutu yaitu: persyaratan kualitatif dan persyaratan kuantitatif sumber: http://sulut.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-teknologi/pangan/106-infoteknologi4/810-penanganan-panen-dan-pasca-panen-jagung-untuk-tingkat-mutu-jagung (penulis :ibnu rusli, penyuluh pertanian bpp kec. way jepara kabupaten lam-tim)