Loading...

PENANGANAN PANEN PADA PADI SAWAH

PENANGANAN PANEN PADA PADI SAWAH
PENANGANAN PANEN PADA PADI SAWAH Panen merupakan kegiatan pengambilan gabah ditingkat lapangan disaat gabah telah matang optimal yang bertujuan untuk mengurangi kehilangan hasil seminimal mungkin. Pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat. Cara panen yang tidak baik akan menurunkan kehilangan hasil secara kuantitatif, sedang saat panen yang tepat akan menentukan kualitas gabah dan beras. Panen harus dilakukan bila bulir padi sudah cukup dianggap masak. Panen yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas dari gabah maupun beras. A. Tanda-tanda padi yang telah siap untuk dipanen.1. 95 % gabah sudah menguning dan daun bendera telah mengering2. Umur optimal malai 30 – 35 hari terhitung sejak hari sesudah berbunga (HSB)3. Kadar air berkisar 21 – 26 %4. Kerontokan gabah sekitar 16 – 30 % (Cara mengukurnya dengan meremas malai dengan tangan). B. Peralatan Panen pada padiAlat panen dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :1. Alat panen tradisional berupa ani-ani, sabit bergerigi, sabit biasa, tong, terpal, kipas, karung, tali 2. Alat panen modern padi mower, reaper, power tresher dan power combine. C. Tahapan Panen Pada Padi 1. Pemotongan menggunakan ani-ani, sabit, padi mower, reaper pemotongan sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan alat perontok yang akan digunakan. Apabila alat yang digunakan berupa tong maka dilakukan pemotongan bawah dan apabila perontokan dilakukan menggunakan power tresher maka dilakukan potong tengah atau potong tangkai malai.2. Pengumpulan padi dilakukan berpedoman kepada alat perontok yang digunakan apabila dengan tong maka upaya pengumpulan tidak dilakukan karena langsung dirontok di dekat tanaman yang sudah dipotong, tetapi apabila menggunakan power tresher maka padi yang telah dipotong harus dikumpulkan untuk mempermudah proses perontokan.3. Perontokan dilakukan mengunakan alat perontok seperti tong, power tresher dan alat mesin panen padi kombinasi ( power combine ). Kehilangan hasil panen pada proses perontokan masih menjadi penyebab yang tinggi. Penggunaan tong rontok yang dapat menghilangkan hasil panen mencapai 4,5% s/d 5 % sebaiknya ditinggalkan diganti menggunakan Power tresher yang hannya menghilangkan hasil sebanyak 0,85 % s/d 1,5 % dan saat ini penggunaan mesin panen modern kombinasi ( potong, rontok dan kipas ) atau Power kombine telah banyak dilakukan dan terbukti hannya menghilangkan hasil kurang dari 1 % serta mempermudah pekerjaan, mempercepat waktu dan meringankan biaya panen.4. Pembersihan gabah dari kotoran, bagian tanaman serta benda asing lainnya menggunakan kipas atau alat sejenis.5. Pengangkutan ke tempat penjemuran atau rumah petani.Ditulis oleh : Marlina, SPPP WKPP Pematang Panjang 2 UPTD-BPP Sijunjung