Loading...

PENANGANAN PANEN PADI GOGO

PENANGANAN PANEN PADI GOGO
Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan, dulu merupakan daerah sentra padi gogo/ladang, namun sekarang komoditas tersebut sudah bergeser menjadi tanaman hortikultura. Dengan areal yang tinggal sedikit masih kita pertahankan utamanya dalam segi mutu beras yang dihasilkan, dengan cara perlakuan panen dan pasca panen yang baik dan benar. Sebelum panen dilakukan sebaiknya dalam kondisi kering agar kwalitas gabah lebih baik, panen dilakukan bila 90-95 butir padi pada setiap malai telah menguning. Panen dilakukan secara berkelompok dan dikumpulkan setelah disabit, beri alas berupa plastik atau terpal. Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan, dulu merupakan daerah sentra padi gogo/ladang, namun sekarang komoditas tersebut sudah bergeser menjadi tanaman hortikultura. Dengan areal yang tinggal sedikit masih kita pertahankan utamanya dalam segi mutu beras yang dihasilkan, dengan cara perlakuan panen dan pasca panen yang baik dan benar. Sebelum panen dilakukan sebaiknya dalam kondisi kering agar kwalitas gabah lebih baik, panen dilakukan bila 90-95 butir padi pada setiap malai telah menguning. Panen dilakukan secara berkelompok dan dikumpulkan setelah disabit, beri alas berupa plastik atau terpal. Perontokan Perontokan menggunakan menggunakan mesin perontok minimal memakai pedal tresher sederhana agar dapat menekan kehilangan hasil. Saat perontokan diberi alas agar dapat menekan kehilangan hasil. Perontokan segara dilakukan, apabila sampai menumpuk 2 hari akan merusakan beras Pengeringan Segera dikeringkan agar diperoleh rendeman dan mutu beras yang baik. Pengeringan dilantai dengan ketebalan 5-7 Cm, atau menggunakan alas terpal, setiap 2 jam sekali gabah dibolak-balik agar keringnya merata. Apabila menggunakan alat pengering pertahankan suhu 50 derajat Celsius Untuk gabah kunsumsi dan 42 derajat Celsius untuk gabah benih. Untuk menekan kehilangan hasil dalam pengangkutan perlu wadah yang memadahi. Penyimpanan dan penggilingan Gabah disimpan pada kadar air kurang lebih 12-14 % (bila digigit terasa keras dan berbunyi) untuk konsumsi dan 10-12% untuk gabah benih, dengan menggunakan wadah yang bersih dan bebas dari hama. Untuk mendapatkan mutu giling dan rendemen beras yang baik, gabah harus seragam dan bersih gabah, setelah di jemur anginkan agar tidak terjadi pecah berasnya, atau apabila setelah disimpan sebelum digiling harus dijemur sebentar untuk menyeragamkan kadar air gabah.