Loading...

PENANGANAN PASACAPANEN BUAH JERUK

PENANGANAN PASACAPANEN BUAH JERUK
Salah satu permasalahan dalam agribisnis jeruk Indonesia adalah rendahnya mutu buah yang dihasilkan. Indikator rendahnya mutu antara lain terlihat dari penampilan buahnya yang kurang menarik, burik dan kusam pada kulit buah, ukuran dan tingkat kematangan buah jeruk yang tidak seragam sehingga menjadi kalah bersaing terhadap penampilan jeruk impor yang umumnya memiliki penampilan menarik, berkulit mengkilap, berwarna cerah dan ikuran seragam dengan citra rasa yang disenangi konsumen. Hal ini disebabkan cara budidaya dan pascapanen yang diterapkan petani masih belum sepenuhnya sesuai dengan cara budidaya yang baik (Good Agricultural Practices) dan cara penanganan pascapanen yang baik (Good Handling Practices). Secara sederhana, konsumen menilai mutu buah jeruk berdasarkan 3 aspek utama yang mencakup harga, penampilan dan rasa. Harga yang kompetitif dapat dicapai melalui efisiensi produksi dan pengurangan kehilangan hasil. Penampilan sendiri dinilai dari keseragaman terhadap warna buah, kecerahan dan kebersihan kulit buah, dan bentuk serta ukuran buah jeruk yang akan dibeli. Komponen penilai berikutnya adalah rasa serta kandungan air dari buah jeruk itu sendiri. Memperhatikan kondisi tersebut, maka diperlukan upaya penerapan GHP secara simultan agar buah jeruk dapat memenuhi keinginan konsumen sehingga memiliki daya saing jual yang lebih menjanjikan. Penanganan GHP buah meliputi panen, sortasi, pembersihan buah, perlakuan tambahan, grading, pengemasan, penyimpanan sementara dan pengangkutan.A. Panen Pemanenan buah sangat berpengaruh terhadap mutu buah yang dihasilkan sehingga buah jeruk harus dipanen pada saat kematangan yang tepat. Ciri-ciri buah jeruk matang yaitu warna kulit buah hijau kekuning-kuningan dan bagian bawah bila ditekan terasa agak empuk dan berongga. Proses kematangan buah jeruk ditandai oleh perubahan warna kulit, rasa menjadi lebih manis, rasa asam/hambar berkurang, dan kadar jusnya meningkat maksimum kemudian menurun lagi. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan panen jeruk antara lain (1) melihat catatan umur buah dan penggunaan pestisida terakhir, (2) alat panen harus dalam keadaan bersih, (3) tidak memanen pada saat hujan/udara masih berembun, (4) sisakan tangkai buah sesedikit mungkin (rata dengan buah) agar tidak melukai buah lain, (5) gunakan keranjang panen sesuai kapasitas agar terhindar dari kerusakan mekanis. B. Pascapanen1. Pengangkutan dari kebun ke bangsal pascapanen.Pengangkutan hasil panen hendaknya dilakukan dengan memanfaatkan alat angkut yang tepat baik secara manual maupun dengan kendaraan bermotor.Titik kritis dari kegiatan ini adalah kecepatan pemindahan, beban angkut, perubahan suhu, paparan sinar matahari dari resiko bentutan antar buah. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengangkutan hasil panen adalah (1) alat angkut dalam keadaan bersih dan dapat melindungi produk, (2) keranjang/wadah tidak diisi berlebihan, (3) keranjang/wadah yang berisi jeruk hasil panen tidak ditumpuk, (4) selama pengangkutan buah ternaungi dan terdapat aliran udara lancar, (4) pemindahan dilakukan dengan prosedur yang tepat.2. SortasiSortasi pertama kali dilakukan saat pemananen buah yaitu buah yang matang dengan yang terlalu muda/tua atau terkena serangan hama penyakit. Sortasi juga dilakukan di bangsal pascapanen saat awal perlakuan dan pada tahap akhir sebagai bagian dari quality control. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan sortasi, antara lain (1) pisahkan buah yang muda dari buah yang matang atau terlalu terlalu matang, (2) pisahkan buah yang baik dari yang rusak/busuk, bentuk abnormal maupun luka, (3) pilih buah yang mulus, tidak luka, tidak terserang penyakit pascapanen, tidak ada cacat fisik dan mikrobiologis.3. Pembersihan buahPembersihan buah jeruk dapat dilakukan secara mekanik dengan menggunakan mesin pembersih jeruk atau secara manual dengan kain pembersih. Sedangkan pembersihan dengan air perlu dilanjutkan dengan pengeringan. Air pencucian dapat ditambahkan klorin dan air sabun dengan dosis klorin adalah 100- 150 ppm. Pencucian buah jeruk dengan air sabun dapat dengan merendam buah jeruk dalam air yang dicampur deterjen atau cairan pembersih 0,5-1 %, digosok pelan-pelan menggunakan lap halus atau sikat halus sehingga kulit tidak rusak. Buah dibilas dengan air bersih, dikeringkan secara manual dengan kain halus dan bersih.4. Perlakuan TambahanKegiatan tambahan dalam pascapanen buah jeruk yaitu pelapisan lilin dan penguningan buah jeruk (degreening). Pelapisan lilin pada buah jeruk bermanfaat memperbaiki penampilan agar lebih menarik serta memperpanjang daya simpan dari jeruk. Buah jeruk memiliki lapisan lilin alami tetapi dapat terganggu pada saat dibersihkan atau dicuci. Rusaknya lapisan lilin alami dapat berakibat kehilangan air dalam buah jeruk. Pelilinan berdasarkan SNI 01-3165-2009, tetap memperhatikan persyaratan keamanan pangan. Pelilinan dilakukan dengan cara penyemprotan, pencelupan atau pengolesan buah jeruk dengan lilin. Sedangkan kegiatan penguningan adalah proses pemecahan klorofil (pigmen hijau pada kulit buah) untuk memunculkan warna kuning jingga. Penguningan ini dapat digunakan pelaku usaha untuk meningkatkan daya tarik buah jeruk. Buah jeruk berwarna hijau kekuningan menggunakan teknologi ini sehingga dapat memperbaiki penampilan kulit buah. Penguningan umumnya menggunakan zat perangsang metabolik seperti etilen, asetilen dan ethrel dengan konsentrasi etilen yang digunakan adalah antara 1-6 ppm.5. PelabelanPelabelan dilakukan pada buah atau kemasan, dapat pula pada kemasan buah atau pada dokumen yang menyertai buah jika dijual curah.6. PengkelasanPengkelasan/grading bertujuan untuk memisahkan buah berdasarkan ukuran, besaran, diameter buah atau parameter pengelompokkan lainnya agar memudahkan pengepakan, pemasaran dan penentuan harga jual. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat grading yaitu (1) kebersihan bangsal tempat pelaksanaan pengkelasan, (2) buah dapat dipilah berdasarkan ukuran fisik atau tingkat mutu penampilan buah ke dalam beberapa kelas berbeda, (3) buah yang sudah dipilah berdasarkan kelas dikumpulkan pada wadah yang berbeda. Pengkelasan buah jeruk keprok berdasarkan SNI 01-3165-2009 menggolongkan dalam 3 kelas mutu yaitu kelas super (mutu paling baik, tipe komersial, bebas kerusakan), kelas A (ada sedikit kerusakan kecil) dan kelas B (cacat maksimum 15 %). Sedangkan pengelompokkan berdasarkan kode ukuran diameter yaitu kode ukuran 1 (> 71 mm), kode ukuran 2 (61-70), kode ukuran 3 (51-50 mm) dan kode ukuran 4 (40-50 mm). Pengkelasan/grade berdasarkan jumlah per kg meliputi grade A ( 5-6 buah/kg ), grade B ( 7-8 buah/kg ), grade C ( 9-11 buah /kg ) dan grade C ( 12-20 buah/kg ).7. PenyimpananPenyimpanan diperlukan apabila buah jeruk tidak langsung dijual. Tempat penyimpanan jeruk hendaknya bersih, sejuk dengan sirkulasi udara yang baik serta perlu memiliki sanitasi dan higienis yang baik. Penyimpanan jeruk dilakukan dengan cara (1) penyimpanan pada suhu rendah dan sistem First In First Out, (2) penyimpanan dengan ventilasi alami (Natural ventilation storage). Suhu penyimpanan yang baik untuk buah adalah 15-25 C.8. PengemasanBahan kemasan harus bersih serta memiliki mutu yang cukup untuk mencegah kerusakan eksternal maupun internal serta dapat memberikan daya tarik/nilai estetika untuk konsumen, bersih, ventilasi, bebas dari benda serta aroma asing. Jenis kemas berupa keranjang plastik (untuk transportasi jarak pendek antar kota), peti kayu (untuk transportasi jarak jauh antar pulau antar provinsi) atau kotak karton (untuk transportasi jarak menengah dan jauh, pasar modern).9. PengangkutanPengangkutan buah jeruk umumnya menggunakan angkutan darat. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengangkutan/distribusi (1) pencatatan jumlah dan waktu distribusi, (2) kebersihan sarana transportasi yang digunakan, (3) gunakan sarana transportasi sesuai tujuan pasar dan jarak tempuh, (4) hindari sinar matahari atau hujan (dilakukan pada malam hari), (5) tumpukan kemasan dri karton maksimal 3 tumpuk, peti/keranjang plastik maksimal 4 tumpuk.Disarikan oleh : Lasarus, PusluhtanSumber : Direktorat Budidaya dan Pascapanen Buah, Ditjen Hortikultura, 2013. Buku Panduan Pascapanen Buah Perdu, Seri Jeruk.