PENANGANAN PASCA PANEN BAWANG MERAH DI KABUPATEN BARITO TIMUR (LUKMANUL CHAKIM)
Beberapa Kelompok tani di Kabupaten barito Timur kalimantan Tengah telah membudidayakan bawang merah sebagai komoditi unggulan dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, disamping budidaya terdapat hal - hal lain yang perlu diperhatikan dalam budidaya bawang merah terutama penanganan panen dan pasca panen bawang merah agar nilai ekonomis bawang merah tidak menurun serta kualitas bawang merah tidak menurun, untuk itu perlu penanganan pasca panen yang sesuai dengan kaidah Good Handling Practice (GHP) / penanganan pasca panen yang baik. Komoditas bawang merah bisa disimpan di tempat tertentu agar bisa tahan lama. Dengan begitu, bisa lebih menguntungkan ketika panen raya dan mencegah harga jatuh. Bawang merah dengan penanganan pasca panen yang baik sebetulnya bisa disimpan sampai enam bulan.Rumah bawang' bisa dibangun di tengah sawah dan bisa menyimpan bawang merah selama 6 bulan. Setelah dipanen, bawang merah perlu dikering dan dianginkan di bawah sinar matahari selama 7-9 hari untuk mencegah busuk. Namun repotnya, cara ini sulit dilakukan jika matahari ternyata tidak muncul. 'Rumah bawang' dibangun dengan menerapkan sistem pengeringan-penyimpanan atau instore drying. Ruang dapat diatur sesuai kondisi optimum untuk proses pengeringan dan penyimpanan bawang merah. "Bawang merah teknik penyimpanannya supaya bisa tahan 6 bulan yaitu dengan instore dryer. . Bangunan itu tidak perlu energi listrik karena pakai panas matahari. Sebab yang diperlukan bawang merah itu hanya sirkulasi udara dan matahari sajabangunan tersebut bisa menampung 5-10 ton bawang merah dengan ukuran 6x6 meter dengan tinggi 3 meter. "Kapasitas 5-10 ton. Atap bangunan terbuat dari fibre glass transparan yang dilengkapi dengan aerasi. Dinding dari fibre glass atau plastik juga bisa. Rangka dari besi atau kayu. 'Rumah bawang' ini, sudah direplikasi dengan bantuan biaya dari Bank Indonesia. Sudah direplikasi, di Kalteng sudah ada. Itu sudah dipakai petani terbukti bisa menyimpan bawang merah selama 6 bulan Rencananya, dryer ini akan dibangun di daerah sentra-sentra bawang merah. Bawang yang sudah dipanen, setelah disortir, bisa disimpan di dalam bangunan tersebut. 'Rumah bawang' tidak perlu listrik. "Pakai tenaga matahari dan windblower untuk memutar udara. Kalau di dalam panas, akan mengeluarkan suhu dari dalam. Kalau matahari terlalu terik, lapisan terpal di atas akan digulung. Kalau panas sedang, bisa dibuka. Ini praktis sekali. Bawang merah yang dikeringkan dalam bangunan ini hanya butuh waktu 3 hari. Jika dibanding teknik penjemuran di lahan sawah atau bahu jalan, membutuhkan waktu 9 hari dan risiko terkena hujan. Keuntungan lainnya, , risiko susut pun berkurang. Sudah dicoba oleh petani bisa bertahan enam bulan dengan penyusutan hanya 4-5%. Sangat sederhana bentuknya dan sangat sesuai karena bisa dibangun di dekat sawah petani bawang merah.(LUKMANUL CHAKIM / PP.MUDA BARTIM KALTENG / lukman23son@gmail.com) DAFTAR PUSTAKA Nugraha, S. 2007. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen. Kementerian Pertanian.