Seperti produk hortikultura lainnya, cabe merah merupakan komoditas yang mudah rusak, sehingga dalam hal ini penenganan pasca panen berperan sebagai mata rantai yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan produksi. Keberhasilan pasca panen cabe merah dimulai sejak pemilihan benih, pertanaman, panen, pengemasan penyimpanan, pengangkutan hingga pengolahan hasil. Semua tahapan yang dilaksanakan secara benar dan sesuai, akan saling mendukung dan memberikan hasil yang maksimal. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan cabe merah setelah panen diantaranya :1. Jenis kerusakan yang disebabkan oleh hama dan penyakit dan biasanya terbawa dari lapangan.2. Jenis kerusakan mekanis, biasanya terjadi selama pengangkutan dan jenis kerusakan ini diperkirakan lebih besar dibandingkan kerusakan Fisiologis dan fisik.3. Jenis kerusakan fisik, disebabkan oleh tingginya kelembaban nisbi (diatas 90%) dan suhu tropis yang dapat menyebabkan cabe merah segar menjadi lunak dan membengkak lalu akhirnya menjadi busuk. Sealin itu, jika kelembaban nisbi lebih rendah dari 80% akan terjadi pengeriputan buah cabe.4. Jenis kerusakan fisiologis, disababkan karena terjadi proses kehidupan yang berlangsung pada cabe merah setelah panen. Setiap kenaikan 10? suhu lingkungn daerah tropis akan memacu laju penguapan (respirasi) 2-3 kali dari semula dan buah akan cepat mencapai tingkat kematangan, akibatnya kerusakan akan semakin cepat. Tahapan-tahapan penanganan pasca panen : a. SortasiBiasanya sortasi dan grading dilakukan oleh pedagang dan jarang dilakukan oleg petani. Sortasi dilakukan untuk memisahkan buah cabe merah yang sehat, bentuk normal dan baik. Penundaan sortasi akan memperbesar kebusukan, sedangkan grading untuk kepentingan pasar local, cukup dipisahkan antara golongan kualitas A1 (ukuran>10cm) dengan cabe kualitas B(ukuran<10cm) panjangnya. Berdasarkan hasil penelitian tentang preferensi konsumen rumah tangga menyukai kulit cabe yang merah tua. Hal ini sangat erat kaitannya dengan masakan yang akan dihasilkannya, yaitu berwarna merah dan lebih menarik selera.b. CuringCuring bertujuan untuk memeksimalkan pembentukan dan penstabilan cabe merah sebelum dikeringkan. Sedangkan curing pada penyimpanan cabe merah segar dimaksudkan untuk membuang panas lapang. Untuk mengurangi beban refrigerator biasanya petani cabe merah sering menghamparkan hasil panen didalam rumah atau di tempat teduh sebelum dijual. Cara tersebut dimaksudkan untuk mencegah kebusukan sebelum dijual. Cara ini termasuk curing karena menyesuaikan kondisi mutu sesuai dengan keinginan pasar.c. PenyimpananPada umumnya cade merah dijual dalam bentuk segar, oleh karena itu perlu penguasaan teknologi penanganan cabe merah segar, karena dapat meningkatkan daya simpan dengan mutu yang bisa diterima oleh konsumen, mengurangi kerusakan dan harganya tetap terjangkau. Seperti sayuran lainnya, seteleh dipanen cabe merah, secara fisiologis masih terus melakukan proses kehidupan. Sehingga perlu diusahakan agar proses ini tidak dibiarkan berlangsung cepat. Sampai saat ini, pendinginan masih diakui sebagai cara yang terbaik dipakai untuk menyimpan cabe segar, walaupun hanya menghasilkan masa simpan yang terbatas. Pendinginan pada dasarnya berprinsip bahwa mikroorganisme tidak dapat berkembang dan sebagian besar perubahan secara biokimia dapat dicegah. Penyimpanan pada suhu dingin dengan menggunakan refrigerator dinilai lebih mudah dibandingkan dengan cara pendinginlainnya.d. PengemasanPengemasan adalah suatu fasilitas perlakuan sebelum pemasaran dan dapat mencegah kerusakan. Pengemasan yang baik dapat mencegah kehulangan hasil, memelihara mutu dan penampilan akan tetap baik. Pengguanaan kemasan pada cabe merah dewasa ini sudah banyak dilakukan namun jenis dan desain yang baik belu begitu diperhatikan. Kemasan yang baik adalah mudah diangkat, aman, ekonomis, kebersihan terjamin, tahan benturan, berpentilasi sehingga memudahkan pertukaran udara yang bisa mengurangi penguapan.e. PengangkutanPengangkutan merupakan mata rantai penting dalam penanganan, penyimpanan dan distribusi sayuran. Hampir seluruh hasil produksi cabe merah menglami proses pengangkutan dari tempat cabe merah dipanen sampai ke konsumen, pasar atau pusat-pusat perdagangan lainnya. Selama pengangkutan, hasil panen mengalami kerusakan, baik kerusakan fisik, mekanis maupun biologis. Kerusakan mekanis terjadi akibat benturan, gesekan, dan memar selama pengangkutan. Sedangkan kerusakan biologis terjadi akibat adanya respirasi bahkan dalam wadah tertutup. Respirasi menyebabkan naiknya suhu, sehingga cabe mudah rusak. Salah satu cara untuk mengurangi resiko ini, cabe merah harus dikemas dalam wadah yang berpentilasi seperti keranjang bambu dengan kapasitas 20 kg atau karton/kardus yang digabungkan penggunaannya dengan keranjang jalayang dimasukan kedalam kardus berpentilasi.f. PemasaranPemasaran buah cabe merah yang sudah dipanen tidak menjadi masalah karena peluang pasarnya masih sangat luas, baik untuk diekspor maupun untuk pasar lokal. Terdapat banyak cara yang disa dilakukan oleh petani dalam menjual hasil panennya. Cara tersebut antara lain:Petani menjual hasil panennya secara langsung kepada tengkulak atau pedagang yang mendatangi langsung petani dilahan usaha taninya. Apabila telah terjadi kesepakatan harga maka cabe segera diangkut. Bagi petani ynag memiliki lahan cabe luas akan lebih menguntungkan bila langsung dijual kepada pedagang besar. Pemasaran hasil cabe dengan jalur tata niaga pendek akan lebih memberikan keuntungan Karena tidak banyak melibatkan berbagai pemasaran. Pasca Panen Bertujuan :1. Mengurangi susut (jumlah dan mutu)2. Mempertahankan Mutu3. Memperpanjang masa simpan Disusun oleh : Ai Yoyoh Siti Waliah, A.Md.THL-TBPPD BPP Kec. MalangbongSumber bacaan : Balitbangtan 2001, Penanganan Pasca Panen Cabe Merah