Loading...

Penanganan Pasca Panen Pada Padi

Penanganan Pasca Panen Pada Padi
PENANGANAN PASCA PANEN PADA PADI Penanganan pasca panen merupakan tindak lanjut dari penanganan panen pada padi yang bertujuan untuk pengelolaan hasil panen dengan tujuan akhir sampai ke konsumen. Proses ini sangat menentukan dalam menjaga kualitas maupun kuantitas gabah yang akan diperoleh untuk nantinya dipasarkan. Oleh sebab itu penanganan pasca panen pada padi / gabah harus dilakukan dengan sebaik-baiknya ditingkat produsen/ petani di lapangan. Tahapan penanganan pasca panen meliputi : A. Pengeringan gabah Tujuan pengeringan adalah agar gabah tidak mudah rusak sewaktu disimpan, rendeman giling dan mutu tetap baik. Kegiatan pengeringan merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam usaha mempertahankan mutu gabah. Kadar air gabah yang baru dipanen berkisar antara 20 – 25 %, sehingga perlu diturunkan kadar airnya dengan cara pengeringan sampai gabah mencapai kadar air maksimum 14 %.Untuk mencapai tujuan tersebut sebaiknya pengeringan dilakukan segera setelah pemanenan dan perontokan untuk mencegah butir kuning.Pengeringan gabah umumnya dilakukan dengan memanfaatkan panas sinar matahari, tetapi jika panen terjadi musim hujan disarankan menggunakan alat pengering buatan seperti mesin pengering (drayer) atau silo pengering.1. Penjemuran dilakukan ditempat yang leluasa menerima sinar matahari, bebas dari genangan air, terlindung dari gangguan unggas dan binatang lainnya.2. Membuat lantai jemur dengan permukaan dari semen dan dibuat gelombang.3. Jika terjadi cuaca cerah penjemuran gabah sebaiknya dengan ketebalan 5 – 7 cm dan dibolak balik 1 – 2 jam sekali dengan menggunakan alat yang terbuat dari kayu atau bambu. Bila menggunakan alas jemur, jangan menggunakan terpal berbahan plastik karena dapat mempengaruhi peningkatan kadar air. 4. Waktu penjemuran dianjurkan mulai pukul 08.00 pagi sampai jam 16.00 5. Jika pengeringan gabah dalam jumlah besar maka pada malam hari tetap dibiarkan diatas jemuran dengan cara digundukkan dan ditutupi dengan plastic, terpal, untuk menghindari hujan dan embun. Jika gabah-gabah yang dikeringkan dalam jumlah kecil, sebaiknya gabah diusahakan dalam ruangan dengan memakai alas tikar atau plastic.6. Penjemuran gabah sebaiknya dilakukan selama 2 -3 hari ( apabila panas matahari baik ), penjemuran yang terlalu lama dapat mengakibatkan gabah mudah patah disaat penggilingan.7. Gabah yang telah dijemur dapat di masukkan ke karung kemudian di giling di rice milling untuk diperoleh berasnya atau disimpan.Sebelum melakukan penjemuran dengan sinar matahari perlu diperhatikan bahwa tempat penjemuran bebas dari genangan air, terlindung dari gangguan unggas dan binatang lainnya. B. Penyimpanan GabahTujuan penyimpanan adalah untuk memperpanjang masa penyediaan bahan pangan.Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan adalah:1. Gabah yang disimpan dengan kadar air maksimum 14 % bersih dari kotoran, gabah hampa maksimal 3 %.2. Menggunakan wadah karung yang bersih dan bebas hama.3. Gudang atau lumbung penyimpanan diusahakan agar dibangun memanjang dari arah timur ke barat. Untuk menghindari luasnya dinding yang terkena sinar matahari terlalu lama, sehingga gudang cukup sejuk.4. Gudang tempat penyimpanan sebaiknya berlantai semen, kering serta diberi alas kayu dengan ketinggian kira-kira 15 cm.5. Gudang atau lumbung harus dibersihkan dari hama gudang dan disemprot dengan insektisida yang telah dianjurkan, termasuk dari serangan tikus.6. Sirkulasi udara cukup baik guna menjaga kelembaban dan suhu yang seragam.7. Untuk penyimpanan gabah yang lebih lama perlu dilakukan penurunan kadar air menjadi 11 % dengan cara menjemurnya kembali selama 1- 2 hari.8. Lama penyimpanan gabah yang ideal agar tidak mempengaruhi mutu beras yang dihasilkan sebaiknya hannya 1 tahun. Penulis : MARLINA,SPPP WKPP Pematang Panjang 2 UPTD-BPP Sijunjung