Cukuh Balak: Hama wereng memang sangat membahayakan. Kegagalan panen bisa mencapai 100 persen jika penangannya tidak cepat dilakukan. Dalam perkembang biakan wereng digolongkan dalam makhluk r-strategi.� Menurut pakar biologi Mac Arthur dan Wilson 1967, jenis makhluk hidup dengan strategi hidup r adalah yang mengalami pertumbuhan populasi yang cepat dengan mengabaikan terlampaunya daya dukung lingkungannya. Artinya dengan kondisi sumberdaya alam yang tidak mendukung perkembangannya tetap "overdosis" istilah lain ledakan populasi. Sehingga wajar bila serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) ini bisa luar biasa bahkan menyebabkan gagal panen total. Dampak lain yang perlu diwaspadai dari serangan wereng adalah virus. Ya penyakit yang disebabkan oleh infeksi wereng. Wereng vektor dari berbagai penyakit. Dan umumnya para petani tidak paham bahkan sangan minim pengetahuan tentang ini. Disetiap pertemuan dengan kelompok tani maupun petani langsung, Penyuluh Pertanian Lapangan khusus di Kecamatan Cukuh Balak Kabupaten Tanggamus dibantu petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) setempat gencar melakukan sosialisai, informasi, dan pembinaan untuk menanggulangi penyakit dari dampak serangan wereng. Tiga jenis wereng akan menularkan penyakit (virus) yang berbeda. 1. Wereng coklat (Nilaparvata lugens) Wereng coklatmenularkan virus Rice Regged Stunt Virus (RRSTV) dengan penyakit yang disebabkan adalah kerdil hampa (ragged stunt) tanaman yang terserangan akan kerdil, daun-daun pendek berwarna gelap, sisinya obek/berlekuk-lekuk, daun bendera terpilin. Malai umumnya tidak berisi atau hampa (disebut kedil hampa).Virus ini berbentuk bulat dengan ukuran 65 nm. Gejala serangan muncul 2-3 minggu setelah infeksi. Selain kerdil hampa, wereng coklat juga mengakibatkan penyakit kerdil rumput. Rice Grassy Stunt Virus (RGSV) adalah biangnya dengan penampakan seperti benang benang. Tanaman terinfeksi menjadi kerdil, anakan lebih banyak dari normal, daun-daun lebih sempit, kaku dan tegak, sehingga rumpun tanaman nampak seperti rumput (kerdil rumput). Tanaman masih dapat membentuk malai tetapi jumlah biji sangat sedikit dan berukuran kecil. Gejala muncul 10-20 hari setelah infeksi. Virus bertahan dari musim ke musim pada sisa tanaman padi yang masih hidup. Pada daerah yang terus-menerus ditanami padi menjadi indemik. 2. Wereng Hijau (Nephotettix virescens Distan), Wereng hijau pada tanaman padi yang diserangnya akan menularkan penyakit tungro. Karakteristik penyakit ini adalah pertumbuhan tanaman tehambat, daun berwarna kuning sampai orange, jumlah anakan berkurang, padi terlihat bergelombang karena adanya perbedaan tinggi tanaman. Penyakit tungro disebabkan oleh dua varian virus, yaitu Rice tungro bacilliform virus (RTBV) yang berbentuk batangan atau kapsul dan Rice tungro spherical virus (RTSV) dengan penampilan penotipe bulat seperti bola. Virus tungro dapat bertahan selama lima hari di dalam tubuh vektornya, lebih dari itu serangga tidak berpotensi menularkan. Virus dapat menginfeksi tunggul padi sisa panen dan gulma rumput-rumputan seperti Dactyloctenium aegyptium, Eleusine indica, Echinochloa colonum, E. Crusgalli yang banyak di sekitar lingkungan sawah. Kehilangan hasil akibat penyakit ini bisa mencapai 70 persen 3. Wereng punggung putih (Sogatella furcifera) Sama dengan saudaranya wereng punggung putih juga menjadi vektor penyakit. Penyakit kerdil hitam adalah dampaknya. Penyakit ini disebabkan oleh Rice Black Streaked Dwarf Virus (RBSDV) berbentuk hifa atau batang dengan ukuran 60 nm. Tanaman yang terinfeksi akan kerdil, daun menjadi gelap banyak embun jelaga dan daun seperti terplintir. Dengan mengetahui penyakit dan penyebabnya akibat infeksi wereng, langkah langkah pengendalianya adalah bajak yang dalam untuk mengubur sisa-sisa tanaman yang terinfeksi dan membuang gulma dan tanaman yang sakit dari sawah, gunakan sistem tanam Jejer Legowo, pemupukan dosis seimbang, keringkan sawah beberapa hari pada saat anakan maksimum, rotasi dengan tanaman palawija untuk menurunkan serangan penyakit, pengendalian vektornya dan langkah terakhir gunakan fungisida (bila diperlukan) antara lain yang berbahan aktif heksakonazol, karbendazim, belerang, flutalonil, difenokonazol, dan propikonazol. oleh Roni Sepriyono, SP PPL Kecamatan Cukuh Balak Tanggamus