Loading...

PENANGGULANGAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN TERONG

PENANGGULANGAN  HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN TERONG
OLEH : ASMI, SPA. HAMA TANAMAN TERONGHama penting yang menyerang tanaman terong adalah :Kumbang Daun ( Epilachna spp)Ciri dan Biologi hama- Nama lain dari kumbang daun adalah oteng – oteng atau cacantel, du duPalentung, kukuyaan (sunda) atau oma kecukuk (jawa) yang umum nya disebut kumbang Epilachna- Spesies Epilachna yang sering ditemukan adalah E. Vigintiocta puncta Ta F Dan E. Sparsa serta Aulocophora similis- Kumbang daun ukuranya kecil, mempunyai sayap berwarna merah bin Tik itam atau kuning polos mengkilap- Hidupnya bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag), dan aktif pada senja serta malam hari-Telurnya berwarna kekuning – kuningan dan diletakan secara berkelom Pok, kemudian berubah menjadi larva yang tubuhnya berduri-Siklus (daur)hidup hama ini berlangsung selama 55 – 71 hariGejala Serangan-Hama ini menyerang bagian daun,sehingga menimbulkan gejala adanya bekas gigitan pada permukaan daun se,belah bawah. Bilaserangan cukup berat dapat mengakibatka semua jaringan daun rusak dan tinggal tulang –daunya saja Pengendalian-Non Kimiai : Dilakukan dengan cara mekanis, yaitu meng.umpulkan kumbang dan langsung dibunuh, mengurangi keragaman tanaman inang disekitar kebun serta mengatur tanam secara serempak dalam suatu hamparan lahan-Kimiawi : Dilakukan dengan cara disemprot insektisida yang mangkus (efektif) seperti orthene 875 SP atau Hostathion 40 EC 0,1 % - 0,2 %Kutu Daun (Aphis spp)Ciri – ciri dan boilogi hama :-Kutu daun berukuran kecil, yakni antara 1 – 2 mm dan warnanya bervariasi Antara kuning, kuning kemerah – merahan, hijau gelap sampai hitam-Nimfa (anak) dewasa berwarna hitam dan berkilau, sifatnya parthenogenesis ata.u telurnya berkembang menjadi anak tanpa melalui proses pembuahan-Siklus (daur) hidup hama ini berlangsung selama 6 – 8 hari dan bersifat poligafGejala serangan :- Kutu daun menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel, terutama bagian pucuk atau daun – daun yang masih muda-Daun menjadi tidak normal bentuknya keriput atau keriting dan menggulg-Selain sebagai hama kutu ini juga berperan sebagai vector virusPengendalian-Non Kimiawi: dilakukan dengan cara pergiliran (rotasi) tanaman danMengatur waktu tanaman secara serempak pada suatu hamparan lahan-Kimiawi : dilakukan dengan cara disemprot insektisida yang efektif sepertiPerfekthion 40 EC 0,1 % - 0,2 %Tungau (Tetranychus spp )Ciri – ciri dan Biologis-Tungai ini bentuknya mirip laba – laba, namun ukuranya sangat kecil ku Rang dari 1 mm, sehingga sulit dilihat dengan mata secara visual-Species tungau yang sering ditemukan adalah T.truncates Ebara dan T Neocaledonicus Andre-Larva yang baru nenetas berwarna merah jambu, kemudian berubah Menjadi nimfa yang dibungkus kulit berwarna putih-Siklus (daur) hidup berlangsung selama ± 15Gejala serangan:-Serangan tungau biasanya hebat pada musim kemarau, caramenyerangnya adalah dengan cara mengisap cairan tanaman sehinggamenimbulkan gejala bintik – bintik merah sampai kecoklatan atau hitampada permukaan daun sebelah atas ataupun bawah. Pada tingkatserangan cukup berat dapat menimbulkan gejala keriting daunPengendalian :-Non – Kimiawi : dilakukan dengan cara pergiliran tanaman, mengatur Waktu tanaman secara serempak dan mengurangi keragaman tanaman Inang disekitar kebun-Kimiawi : Dilakukan dengan cara disemprot insektisida yang efektifseperti Tokuthin 500 EC atau Omite 57 EC 0,1 % - 0,2 %Hama lain seperti Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn), Ulat Buah (Helicoverpa Armigera Hubn) dan Ulat Grayak (Spodoptera Litura F)Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufn)-Hama ini bersifat poligaf, aktif pada senja ataupun malam hari dan Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih Muda sehingga menjadi terkulai dan roboh-Cara pengendalian Non – Kimiai adalah dengn mengumpulkan ulat langsung dibunuh, sedangkan pengendalian secara kimia adalah dengan pemasangan umpan beracun Dipterex 95 SL 125 – 250 grm + pemasangan umpan beracun campuran Dipterex 95 SL 125 – 250 gr + dedak 10 Kg + gula merah 0,5 – 0,1 kg + air 10 Ltr untuk tanaman seluas0,25 - 0,5 Ha, atau disemprot dengan insektisida yang efektif seperti Hostathion 40 EC atau Dursban 20 EC 0,1% - 0,2 %Ulat Buah (Helicoverpa Armigera Hubn)-Hama ini bersifat polifag menyerang buah terong dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga akibat infeksi tersebut menye babkan bentuk buah tidak normal dan memudahkan serangan penyakit busuk bua.-Pengendalian non – kimiawi dapat melakukan pergiliran tanaman, Menjaga kebersihan kebun dan menanam serentak. Pengendalian se cara kimiawi dapat dilakukan dengan menyemprot insektisida yang efektif seperti Sumicidin 5 EC atau Hosthion 40 EC 0,1 - 0,2%Ulat Grayak (Spodoptera Litura F )-Hama ini bersifat poligaf, menyerang tanaman dengan cara merusak (memakan daun hingga berlub ang )tidak menentu uluranya. Pada tin Kat serangan berat dapat menyebabkan tanaman menjadi gundul dan Buah Bberlubang – lubang. Hama ini menyerang hebat pada musim ke marau-Pengendalian non – kimiawi dpat dilakukan dengan cara pergiliran Tanaman dan mengatur waktu tanam secara serempak. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotanInsektisida seperti Hostathion 40 EC 0,1 – 0,2 % atau Decis 2,5 – 0,5 Ml / L.B. PENYAKIT TANAMAN TERONGOrganisme penganggu tanaman (OPT) berupa penyakit utaman pada tanaman Terong diantaranya adalah sbb :Layu BakteriPenyebab dan penyebaran :- Penyebabnya adalah bakteri pseudomonas solonacearum E.F Smith-Penyebaran dan penularan penyakit ini dapat melalui benih (biji) tana Manaman inang yang sakit, air (irigasi ), alat-alat pertanian, angin, dan Serangga.Gejala serangan-Bakteri ini dapat hidup lama dalam tanah, dan akan menyerang hebat Bila keadaan temperatur udara cukup tinggi anatra 350 - 370 C serta ke Lembabanya di atas 80 % atau keadaan tanah kebun becek-Gejala awal ditandai daun muda layu lalu merembet kedaun tua. Gejala Lebih lanjut adalah menimbulkan kelayuan seluruh bagian tanaman se Cara mendadak, sehingga dalam beberapa hari tanaman akan mati.Pengendalian:- Non – Kimiawi: dilakukan dengan menggunakan benih atau bahan ta naman (bibit) yang bebas wabah penyakit, pergiliran tanaman, perbai kan drainase tanah , mencabut segra tanaman yang sakit / layu-Secara kimiawi: dilakukan dengan cara merendam benih atau bibit Yang Akan disemai (ditanam) dalam larutan bakhterisida Agrimysinataupun Agrept pada pertanaman terongyang diduga basis bakteri layuBusuk BuahPenyebab dan penyebaranya:-Penyebabnya adalah cendawan Phytophora nicotianae var. Parasitica(Dast). Water an P. Melogenae Saw, Phomopsis vexanae (Sacc.et Syd )Juga Pytitum aphannidermatum (Edson) Fitzp-Penyebaran penyakit ini dapat melalaui benih ataupun tanaman inangYang sakitGejala serangan-Gejala serangan P. Parasitica terdapat bercak – bercak kebasahan berGaris tengah ± 0,5 cm pada kulit buah, kemudian meluas dengan cepatHingga bagian dalam buah menjadi bususk berwarna coklat sampai hitam-Serangan P. Vexansatau Disporthe vexans, menyebabka bercak coklatMelekuk pada buah, kemudian bususk ber air dan akhirnya buah seperTi mummi berwarna hitam mengering-Pythum menyerang buah yang letaknya dekat dengan tanah yangMenyebabkan bususk basah yang penuh dengan miselium cendawan seperti kapas sehingga disebut penyakit “ bocor kapas “Pengendalia :-Non – Kimiawi ; dilakukan dengan cara menggunakan benih terungYang sehat ( bebas wadah penyakit), pergiliran tanaman, perbaikan dranase tanah, mencabut dan membuang tanaman yang sakit (bususk) danmengungurangi kelembaban kebun antara lain memperlebar jarak tanam-Kimiawi: dilakukan dengan penyemprotan fungsida yang mangkus(efektif) seperti Dithain M.45 sebanyak 0,2 %Bercak BuahPenyebab dan penyebaran :-Penyebabnya adalah cendawan Cercospora melongenae, Alternaria soLani (Ell. Et Mart) dan Botrytis cineria Per yang sakit-Penyebaran penyakit ini adalah melalaui tanaman inangjala serangan-Serangan C. Melongenae menyebabkan gejala bercak berwarna kelabukecoklatan pada daun-Penyakit A . Solani menimbulkan bercak-bercak kering. Bentuknya me lingkar (kosentris) pada daunPengendalian :-Non- kimiawi: dilakukan pergiliran tanaman, mengurangi keragaman Tanaman inang disekitar kebun, mengurangi keragaman inang diseki Tar kebun, memperbaiki drainase tanah, mengurangi kelembaban ke Bun dengan memperlebar jarak tanam-Kimiawi: dengan menyemprot insektisida Ditahain M-45Atau Vondozeb Derosal 60 WP pada kosentrasi 0,1 - 0,2 %PENYAKIT LAINAntrak Nosa cendawan gloesporium melongena ELL, Penyakit ini menyebabBercak melekuk dan bulat pada buah terong, kemudian bersatu menjadi bercak besar berwarna coklat dengan titik – titik hitamBusuk leher akar oleh cendawan Sclerrotium rolfsii Sacc. Penyakit ini menyebabkan pangkal batang tanaman terong membusuk berwarna coklat sehingga dapat mengakibatkan matinya tanamanRebah semai oleh cendawan Rhizoctonia solani Kuhn dan Pythium spp. Penyakit ini menyebabkan batang bibit muda menjadi kebasah – basahan, mengkerut akhirnya roboh dan matiPengendalian :Non – Kimia: dilakukan dengan pergiliran tanaman, perbaikan drainase tanah dan menggunakan benih ataupun bibit yang sehatKimiawi : Dilakukan dengan penyemprotan fungisida yang efektif seperti Dithain M-45 atau Vitigran Blue. Khusus untuk pengendalian penyakit rebah semai dapat dilakukan dengan sterilisasai media semai, misalnya dikukus atau perlakuan gas fumigan seperti Badamid – G dosis sesuai dengan anjuran.