Loading...

PENCANANGAN GERAK TANAM KELOR (GERTAK) DI KECAMATAN TANA RIGHU

PENCANANGAN GERAK TANAM KELOR (GERTAK) DI KECAMATAN TANA RIGHU
PENCANANGAN GERAK TANAM KELOR (GERTAK) DI KECAMATAN TANA RIGHU Oleh : KJF Kabupaten Sumba Barat Kelor (Moringa oleifera) merupakan jenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini dikenal dengan nama lain seperti, limaran, moringa, ben-oil (dari minyak yang dapat diekstrak dari bijinya), drumstick (dari bentuk rumah benihnya yang panjang dan ramping), horseradish tree (dari bentuk akarnya yang mirip tanaman horseradish), dan malunggay di Filipina. Kelor ialah tanaman yang dapat tumbuh dengan sangat cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan tahan kondisi panas ekstrim. Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan. Umumnya tanaman ini digunakan untuk menjadi pangan dan obat di Indonesia. Biji kelor juga dipergunakan untuk penjernih air pada skala kecil. Pengembangan tanaman kelor merupakan salah satu Visi dan Misi Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur yang telah dilaksanakan sejak tahun 2018 hingga 2023. Pengembangan tanaman kelor sebagai suatu gerakan Tanaman Revolusi Hijau / Emas Hijau ditargetkan mencapai populasi tanaman sebanyak 50.000.000 (lima puluh juta) pohon atau 11.000 Ha (sebelas ribu) pohon pada akhir tahun 2023. Seiring dengan program ini, maka Pemerintah Kabupaten Sumba Barat melalui Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat pada tahun 2019 dengan “Program Gerakan Tanam Kelor (GERTAK)” akan melakukan pengembangan kelor sebanyak 15.000 (lima belas ribu) pohon. Program tersebut ditandai dengan Pencanangan Penanaman Kelor di Lokasi BPP Lokory Kecamatan Tana Righu oleh Bupati Sumba Barat Bapak Drs. Agustinus Niga Dapawole pada Tanggal 14 Desember 2019. Harapan Bupati Sumba Barat melalui Program GERTAK tersebut kita dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan demi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.