Pertemuan lapangan petani yang dihadiri oleh Mentan RI Bapak Andi Amran Sulaiman dalam rangka pencanangan gerakan 1 juta Ha lahan yang mengintegrasikan tanaman pangan dengan perkebunan yaitu jagung dan kelapa sawit. Acara ini di pusatkan di Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Pasaman Barat. Kegiatan pencanangan tersebut juga dihadiri oleh tim kementerian pertanian, wakil gubernur Sumbar Bapak Nasrul Abit, Danrem Wirabraja, Bupati Pasbar dan wakilnya, anggota DPRD, para SKPD terkait, para penyuluh pertanian dan petani se Pasaman Barat Selain agenda utama pencanangan gerakan integrasi tanaman pangan dan perkebunan, Bapak Mentan didampingi Bapak Bupati Pasbar melakukan panen raya jagung yang diintegrasi dengan kelapa sawit. Dalam kesempatan itu juga diserahkan beberapa saprodi secara simbolis kepada petani oleh Bapak Mentan berupa benih jagung, benih padi, bibit kelapa sawit, bibit karet dan alsintan seperti handtraktor, rice transplanter dan traktor miniKegiatan panen raya jagung integrasi kelapa sawit ini dalam rangka mendukung program peremajaan kelapa sawit guna meningkatkan pendapatan petani sembari menunggu tanaman kelapa sawitnya menghasilkan, maka dimanfaatkanlah tanaman jagung ataupun tanaman pangan lainnya sebagai tanaman sela. Kelapa sawit yang ada di Kabupaten Pasaman Barat khususnya kebun plasma Ophir ini perlu diremajakan karena 30% tanaman tersebut sudah tidak produktif yang berumur lebih dari 25 tahun. Dalam sambutannya Bapak Bupati menyatakan bahwa selain mengintegrasikan kebun kelapa sawit dengan tanaman pangan, sebelumnya Kabupaten Pasbar juga sudah mengintegrasikan kebun kelapa sawit dengan peternakan sapi yang diistilahkan dengan SIKEPI sinergi antara kebun kelapa sawit dan ternak sapi dan tahun ini Kabupaten Pasaman Barat sebagai salah satu percontohan SPR (Sekolah Peternakan Rakyat) di Sumatera Barat. Keberhasilan semua kegiatan ini tidak terlepas dari kerjasama dan peran serta semua pihak, baik pemerintah seperti dinas pertanian, perkebunan dan badan penyuluhan, swasta dan masyarakat petaninya sendiriUpaya menyukseskan kegiatan integrasi tanaman perkebunan dan tanaman pangan ini, pemerintah memberikan bantuan benih jagung untuk lahan kelapa sawit yang belum menghasilkan (TBM) seluas 2,5 juta Ha seluruh Indonesia. Bapak Mentan sangat mengapresiasi petani karena tahun 2016 ini dengan meningkatnya produksi jagung petani, pemerintah mampu menekan kebijakan import jagung sebesar 50% dari tahun sebelumnya. Namun yang paling penting bagi petani adalah bagaimana pemerintah bisa menjamin kepastian harga komoditas agar tetap stabil, karena walaupun hasil produksi petani tinggi jika harga rendah petani akan tetap tidak diuntungkan (Zuhelmi, penyuluh kec. SRP)